Cara Tepat Mengatasi Si Kecil yang Suka Coret-coret Dinding

Cara Tepat Mengatasi Si Kecil yang Suka Coret-coret Dinding

Bayi dibawah lima tahun (balita) umumnya memiliki kegemaran untuk mencoret-coret dinding. Hal tersebut kerap kali membuat ibu khawatir hal tersebut menjadi pertanda kenakalan pada si Kecil. Jangan khawatir Bu, si Kecil yang suka mencoret-coret dinding sebenarnya bukan pertanda ia nakal, sebaliknya, si Kecil justru sedang mengekspresikan imajinasinya dalam sebuah media yang luas.

Si Kecil memilih mencoret-coret dinding karena hal tersebut dapat memberikan kebebasan dan keluasan dalam berimajinasi. Seperti yang kita tahu, karakteristik yang paling menonjol dari si Kecil dalam perkembangannya adalah kreativitasnya. Setiap anak memiliki jiwa petualang yang luar biasa akan imajinasinya. Daya eksplorasi yang tinggi membuat si Kecil ingin mencoba segala hal termasuk mencoret-coret dinding.

Jika Bunda mengetahui mencoret-coret dinding adalah bentuk kreativitasnya, maka melarang si Kecil mencoret-coret dinding adalah hal yang perlu dihindari. Dengan melarang si Kecil mencoret-coret berarti Bunda tidak mendukung aktivitasnya. Jika Bunda melarangnya terlalu banyak, si Kecil bisa menjadi kurang pintar memiliki kreativitas dan inisiatif. Larangan membuat si Kecil menjadi lebih takut dan tidak percaya diri. Namun, bukan berarti Bunda membenarkan jika si Kecil mencoret-coret dinding.

Untuk mengatasi hal tersebut, Bunda perlu menyadari beberapa hal terkait perkembangannya.

Perlu Bunda pikirkan bahwa coret-coret adalah bagian kreativitas si Kecil yang harus Bunda kembangkan. Lalu, mencoret-coret di dinding adalah aplikasi kreativitas yang tidak tepat sehingga perlu bagi Bunda untuk mengarahkannya. Jangan membiarkan si Kecil yang berperilaku salah sehingga si Kecil berpikir perilaku tersebut diperbolehkan. Bunda perlu mendorong dan mengarahkan si Kecil untuk berada di jalur yang pas, bukan hanya melarang dan membiarkannya begitu saja.

Baca Juga:  9 Ide Permainan Anak yang Seru dan Menyenangkan

Bunda sebaiknya memberikan pengertian pada si Kecil jika perbuatan yang dilakukannya tidak benar, bahwa dinding bukanlah tempat yang baik untuk menulis dan menggambar. Bunda juga bisa mendorong si Kecil untuk mencoret-coret di atas kertas kosong yang kita sediakan, buku-buku, atau kertas bergambar untuk menyalurkan kegemarannya tersebut. Menyediakan ruang atau tempat yang bebas dan aman untuk mengekspresikan imajinasinya dan mengembangkan kreativitasnya juga menjadi salah satu cara efektif yang bisa Bunda lakukan di rumah.

Memasang papan tulis di dinding juga menjadi alternatif agar si Kecil tetap bisa mencoret-coret tanpa menghalangi perkembangan kreativitasnya. Selain memberikan aplikasi atau media yang benar, Bunda juga bisa mengajaknya bermain atau jalan-jalan di luar rumah, misalnya bersepeda. Hal tersebut bisa mengalihkan kegemaran si Kecil mencoret-coret dinding kepada aktivitas yang lain.

Memberikan peraturan kepada si Kecil pada tempat-tempat mana ia bisa menulis dan menggambar juga menjadi cara yang efektif untuk Bunda lakukan. Bunda bisa membuat meja khusus menggambar sebagai salah satu tempat tersebut.

Buatlah meja khusus menggambar tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas seperti, pensil, kertas, pensil warna, crayon, spidol, dan sebagainya. Sebaiknya Bunda memberikan pensil yang tidak memiliki ujung yang terlalu runcing dan besarnya sesuai dengan genggaman si Kecil. Si Kecil di bawah lima tahun umumnya belum sempurna dalam memegang alat tulis, oleh karena itu, Bunda perlu memberikan alat-alat tulis sendiri khusus bayi sehingga kenyamanan dan keamanan si Kecil tetap terjaga.

Setelah mengetahui cara mengatasi si Kecil yang menyukai coret-coret dinding dan menerapkan caranya, namun si Kecil masih gemar mencoret-coret dinding, Bunda perlu bersabar. Jangan menyerah, dan terus melakukan cara bertahap untuk melakukannya di atas kertas yang sudah disediakan.

Baca Juga:  Bu, Ini Cara Atasi Hidung Bayi Tersumbat dengan Bawang

Bila si Kecil mulai terbiasa dengan mencoret-coret, Bunda perlu mengembangkan minat dan imajinasinya dengan mengajak si Kecil menirukan sederhana gambar-gambar yang Bunda buat atau berikan. Berilah gambar-gambar yang mudah untuk ditiru, misalnya, garis, bentuk bulat, buah pisang, semangka, dan sebagainya. Bentuk-bentuk yang Bunda pelajari bisa menjadi modal si Kecil untuk bisa menulis huruf di kemudian hari. Penting bagi Bunda untuk meminta si Kecil mengulang coretannya atau melakukan coretan baru sesering mungkin serta temani ia dalam aktivitas mencoret-coretnya agar si Kecil tambah semangat.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Bunda dapat mengatasi kebiasaan si Kecil yang suka mencoret-coret dinding dengan cara yang tepat. Selain itu, Bunda juga dapat membantu mengembangkan kreativitas dan imajinasi si Kecil dengan memberikan alternatif tempat dan media yang sesuai untuk menyalurkan kegemarannya. Ingatlah bahwa mencoret-coret dinding bukanlah tanda kenakalan, melainkan bentuk ekspresi kreativitas si Kecil.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com