Bijak Menyikapi Si Kecil Yang Usil

Bijak Menyikapi Si Kecil Yang Usil

Menjadi seorang Bunda adalah sebuah anugerah yang luar biasa. Namun, dalam setiap kebahagiaan pasti ada ujian yang harus dihadapi. Salah satu ujian tersebut adalah menghadapi si Kecil yang usil. Usia pra sekolah, yaitu usia antara 3-6 tahun, merupakan masa perkembangan yang signifikan bagi anak. Pada masa ini, si Kecil mulai mengeksplorasi dunia di sekitarnya dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Namun, tingkah laku usil yang ditunjukkan oleh si Kecil bisa membuat seorang Bunda merasa pusing dan stress.

Mengapa si Kecil bisa menjadi usil? Pada usia pra sekolah, si Kecil sedang aktif-aktifnya berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Dalam proses interaksi ini, si Kecil mencoba mengumpulkan informasi dan pengetahuan baru. Salah satu cara yang dilakukan oleh si Kecil adalah dengan bertanya dan menyentuh segala macam benda yang menarik perhatiannya. Hal ini bisa membuat si Kecil terlihat usil dan jahil.

Keusilan yang ditunjukkan oleh si Kecil sebenarnya merupakan tanda kecerdasan dan keingintahuannya terhadap dunia di sekitarnya. Si Kecil mencoba mengumpulkan informasi dan pengetahuan melalui pengamatan dan interaksi langsung dengan objek yang menarik perhatiannya. Misalnya, ketika si Kecil berada di minimarket, ia akan mencoba memegang-megang barang-barang yang menarik perhatiannya, seperti rak susu atau kemasan makanan yang beragam.

Tingkah laku usil yang ditunjukkan oleh si Kecil memang dapat membuat seorang Bunda merasa pusing. Namun, sebagai seorang Bunda, kita harus memahami bahwa tingkah laku ini adalah bagian dari proses perkembangan si Kecil. Oleh karena itu, Bunda perlu menyikapi tingkah laku usil si Kecil dengan bijaksana. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan oleh seorang Bunda dalam menyikapi si Kecil yang usil:

Baca Juga:  Chacha Thaib: Kebahagiaan Itu Lahir dari Diri Sendiri, Bukan dari Pasangan

1. Memberikan pengertian yang baik kepada si Kecil
Memberikan pengertian kepada si Kecil tentang perilaku yang baik dan tidak baik sangat penting. Bunda bisa menjelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh si Kecil. Misalnya, Bunda bisa menggunakan perumpamaan seperti “Jika adek dijahili dan dicubit, apakah adek juga mau?”. Hindari membentak si Kecil, karena hal ini hanya akan membuatnya semakin rewel dan menangis.

2. Melakukan komunikasi intens dengan si Kecil
Si Kecil sangat menyukai perhatian dari Bunda. Oleh karena itu, melakukan pendekatan komunikasi dengan si Kecil bisa menjadi cara yang efektif untuk menenangkan dan mengalihkan perhatiannya. Ajak si Kecil untuk mendekat dan bercerita singkat. Dengan mendengarkan cerita Bunda, perhatian si Kecil akan teralihkan. Pastikan cerita yang disampaikan oleh Bunda mengandung informasi atau pengetahuan yang bermanfaat bagi si Kecil.

3. Menyalurkan hobi si Kecil
Si Kecil sering menjadi usil karena merasa bosan dan tidak memiliki kegiatan yang menarik. Oleh karena itu, sebagai seorang Bunda, kita perlu menyalurkan energi si Kecil melalui hobi atau aktivitas yang disukainya. Kenali hobi si Kecil dengan baik. Jika si Kecil suka bermain di luar ruangan, ajaklah ia untuk bermain bola atau olahraga ringan lainnya. Jika si Kecil lebih suka berada di dalam ruangan, sediakan peralatan gambar atau lukis untuk menyalurkan energinya.

4. Memberikan sanksi yang tegas
Jika dengan memberikan pengertian si Kecil masih tetap usil dan jahil, mungkin saatnya untuk memberikan sanksi yang tegas. Namun, penting untuk diingat bahwa sanksi fisik tidak akan pernah efektif dalam mendidik anak. Sebagai gantinya, Bunda bisa memberikan sanksi berupa mengambil kesenangan si Kecil, seperti tidak memberikan mainan atau cemilan kesukaannya. Dengan cara ini, si Kecil akan menyadari kesalahannya dan belajar untuk bertanggung jawab atas tindakannya.

Baca Juga:  3 Faktor Penyebab ASI Berkurang dan Cara Mengatasinya

Tidak perlu merasa malu atau terlampau stress jika si Kecil sedang mengalami masa usil dan jahilnya. Keusilan yang ditunjukkan oleh si Kecil adalah bukti bahwa ia sedang aktif dalam memproses informasi baru. Hal ini menunjukkan bahwa si Kecil perlu perhatian dan penanganan yang tepat. Dengan memberikan pengertian, melakukan komunikasi intens, menyalurkan hobi si Kecil, dan memberikan sanksi yang tegas namun tidak menyakiti, Bunda dapat membantu si Kecil mengembangkan dirinya dengan baik.

Selain itu, sebagai seorang Bunda, kita juga perlu selalu memantau tumbuh kembang si Kecil. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengikuti program Posyandu Online. Posyandu Online adalah program yang memungkinkan Bunda untuk memantau tumbuh kembang si Kecil melalui platform digital. Dengan mengikuti program ini, Bunda dapat dengan mudah mendapatkan informasi tentang perkembangan si Kecil dan mendapatkan saran dari ahli gizi.

Dalam menghadapi si Kecil yang usil, seorang Bunda perlu mengambil pendekatan yang bijak. Dengan memberikan pengertian, melakukan komunikasi intens, menyalurkan hobi si Kecil, dan memberikan sanksi yang tegas namun tidak menyakiti, Bunda dapat membantu si Kecil mengembangkan dirinya dengan baik. Selain itu, Bunda juga perlu memantau tumbuh kembang si Kecil melalui program Posyandu Online. Dengan cara ini, Bunda dapat memastikan bahwa si Kecil tumbuh dan berkembang dengan baik.

Sebagai seorang Bunda, tugas kita adalah mendampingi dan mendidik si Kecil dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Dengan memberikan perhatian dan penanganan yang tepat, si Kecil akan tumbuh menjadi anak yang cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab. Jadi, jangan pernah merasa putus asa dalam menghadapi tingkah laku usil si Kecil. Bersabarlah dan teruslah memberikan yang terbaik untuk si Kecil.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com

Baca Juga:  5 Rekomendasi Skincare Lokal dengan Kandungan DNA Salmon