Menelan Sperma, Apakah Ada Manfaatnya?


Jangan buru-buru komentar dulu. Kalau dibayangkan memang gimana gitu. Tapi berdasarkan penelitian, ternyata ada manfaat yang bisa didapat dengan menelan sperma. Tapi, tetap ada tapinya… Perhatikan risiko dan jangan mudah kemakan mitos.

Apa itu air mani? Air mani adalah cairan kental yang keluar dari penis pria saat ejakulasi ketika berhubungan intim atau melakukan aktivitas seksual. Jangan salah kaprah dulu, Bunda. Banyak yang percaya air mani sama dengan sperma, padahal keduanya adalah dua hal yang berbeda. Air mani dan sperma itu seperti kotak dan persegi panjang. Sperma adalah bagian dari air mani, tetapi air mani bukan bagian dari sperma.

Sperma hanyalah salah satu komponen dari air mani, yang juga mengandung enzim seperti fruktosa dan proteolitik. Air mani terdiri dari beberapa komponen, termasuk asam sitrat, asam amino bebas, fruktosa, enzim, fosforilkolin, prostaglandin, kalium, seng, natrium, lemak, kolesterol, dan vitamin B-12.

Air mani itu kompleks, punya beberapa peran. Ia ada untuk memberi makan sperma. Gula sederhana yang ada dalam cairan, glukosa dan fruktosa, menyediakan sumber tenaga untuk pergerakan ekor sperma. Gerakan ekor yang kuat memastikan sperma dapat melakukan perjalanan ke saluran vagina, melewati rahim dan saluran tuba untuk menembus sel telur. Air mani juga melindungi sperma dari lingkungan vagina yang ‘kejam’.

Amankah mengonsumsi sperma? Umumnya iya. Komponen penyusun air mani aman untuk dicerna. Saat ditelan, air mani dicerna dengan cara yang sama seperti kita mencerna makanan.

Manfaat Menelan Air mani

Meski dipercaya air mani memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita, tetap perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mendukung teori-teori ini.

1. Pelepas stres

Baca Juga:  Mengepel Tanpa Sulit Dengan Scotch Brite

Sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bukti sifat antidepresan alami dari air mani, beberapa orang percaya air mani juga bisa menghilangkan stres. Klaim ini disebabkan oleh sifat hormon oksitosin, serotonin, dan progesteron yang meningkatkan suasana hati, yang keduanya ditemukan dalam air mani. Diperkirakan juga bahwa vitamin C dan antioksidan lain yang ditemukan dalam air mani dapat membantu mengurangi kerusakan sperma dengan melawan stres oksidatif di dalam air mani.

2. Meningkatkan kualitas tidur

Air mani mengandung melatonin, agen penginduksi tidur. Sebuah studi tahun 2015 yang mengamati hubungan melatonin mani menyimpulkan, “Air mani mengandung melatonin, hormon alami yang dikeluarkan tubuh Anda untuk mengatur siklus tidur. Ini menjelaskan mengapa orang merasa lelah dan ingin tidur setelah menelan sperma atau terpapar setelah hubungan seksual.” Reaksi alami tubuh kita adalah menyerap nutrisi yang kita cerna, jadi saat menelan sperma seperti meminum pil melatonin di malam hari. Hal yang sama berlaku untuk lapisan vagina, yang juga menyerap air mani.

3. Meningkatkan energi

Air mani dianggap mampu meningkatkan kesehatan jantung. Sebuah studi tahun 2016 menemukan bahwa “tingkat tinggi spermidine diet [yang ditemukan dalam air mani], berkaitan dengan penurunan tekanan darah dan lebih rendahnya penyakit kardiovaskular.”

4. Meningkatkan daya ingat

Berdasarkan penelitian tahun 2019 diungkapkan bahwa air mani dapat meningkatkan daya ingat. Dalam studi tersebut, para peneliti melihat peptida mani yang memengaruhi memori wanita dan menunjukkan bahwa “peptida seks meningkatkan memori dengan bekerja pada sepasang neuron otak serotonergik”. Hasilnya adalah air mani memiliki efek yang kuat pada otak perempuan.

5. Pereda nyeri

Yes, alam memang menyediakan banyak hal yang baik! Terdapat beberapa bahan kimia bermanfaat dalam plasma mani termasuk testosteron, estrogen, endorfin, prolaktin, peptida opioid, oksitosin, serotonin, melatonin, dan norepinefrin. Bunda dapat paket vitamin lengkap tanpa harus pergi ke apotik!

Baca Juga:  Biaya Masuk SD di Surabaya Tahun Ajaran Baru!

6. Mencegah morning sickness

Psikolog Gordon Gallup mengatakan bahwa hal terbaik untuk menyembuhkan morning sickness adalah menelan sperma dari orang yang sama yang membuat Bunda hamil. Dia menjelaskan bahwa “semakin sering seorang wanita diinseminasi sebelum pembuahan dan selama tahap awal kehamilan, semakin besar toleransi tubuhnya terhadap materi genetiknya.” Hal ini menyebabkan wanita mengembangkan imunosupresan yang baik, mencegah morning sickness.

2 Potensi risiko menelan sperma

Meskipun kecil, risiko menelan air mani atau sperma tetap perlu dipertimbangkan seperti berikut ini.

Tertular Infeksi Menular Seksual.

Seperti kebanyakan aktivitas seks lainnya yang dilakukan tanpa kondom, selalu ada risiko tertular infeksi menular seksual (IMS). Menurut Planned Parenthood, terpapar air mani di mulut membuat seseorang berisiko terkena infeksi bakteri seperti gonore dan klamidia. Namun, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa risiko penularan IMS seperti HIV melalui seks oral sangat rendah. Hamil? Sangat tidak mungkin seseorang hamil karena menelan air mani.

Mengalami reaksi alergi.

Jika pernah merasa mual setelah menelan air mani, bisa jadi karena alergi air mani. Ada beberapa orang yang alergi terhadap sperma (individu sangat sensitif terhadap protein yang terdapat di dalam air mani). Kondisi ini disebut human seminal plasma hypersensitivity (HSP), namun sangat langka. Gejalanya adalah nyeri, kemerahan, bengkak, gatal-gatal, dan kesulitan bernapas.

Penggunaan air mani secara topikal

Kalau ada yang promosi bahwa mengoleskan air mani secara topikal dapat membuat kulit bersinar, mengobati jerawat, dan mencegah penuaan dini, jangan percaya karena tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa semua ini benar. Tidak sedikit YouTuber dan selebritas yang mempromosikan semen facial, yang konon secara alami membuat kulit bercahaya, halus, dan jauh dari keriput.

Baca Juga:  15 Film Netflix yang Penuh Adegan Ranjang

Meskipun air mani memang mengandung nutrisi yang dapat bermanfaat bagi kulit, hanya ada sedikit bukti ilmiah yang mendukung gagasan bahwa penggunaan air mani secara topikal dapat meningkatkan kesehatan dan penampilan kulit seseorang, karena tidak ada dosis protein yang cukup tinggi. Para dokter kulit juga mengatakan kabar bahwa air mani dapat mengobati jerawat hanyalah mitos belaka. Dermatologis tetap merekomendasikan serum yang mengandung vitamin C dan retinoid konsentrasi tinggi untuk anti-penuaan.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com