Belekan Pada Bayi: Penyebab dan Cara-cara Mengatasinya



Belekan pada bayi adalah kondisi yang seringkali dialami oleh bayi baru lahir. Belekan pada bayi ditandai dengan keluarnya cairan berwarna kuning di mata bayi yang membuat mata bayi terlihat lengket. Selain itu, saluran air mata bayi juga akan lebih berair dan menyebabkan kelopak mata bayi menjadi sembab. Namun, tidak ada tanda kemerahan di bagian putih mata bayi.

Penyebab utama belekan pada bayi adalah akibat katup Hasner yang terdapat di dalam saluran air mata bayi tidak terbuka dengan normal saat persalinan. Pada kondisi normal, air mata yang mengalir dari sudut mata ke hidung akan menguap saat udara pernapasan masuk ke hidung. Namun, jika terjadi penyumbatan pada saluran air mata bayi, air mata tidak dapat mengalir dengan normal dan malah menumpuk atau menggenang di mata bayi. Akibatnya, mata bayi terlihat sembab dan keluar air mata, serta mengering dan tercampur dengan kotoran yang mengendap di dalam mata, sehingga terjadi belekan pada bayi.

Menurut laporan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sekitar 5% bayi baru lahir mengalami penyumbatan pada saluran air mata. Namun, sekitar 90% dari bayi-bayi tersebut dapat sembuh dengan sendirinya ketika mereka mencapai usia 1 tahun.

Selain perkembangan katup Hasner yang tidak sempurna, belekan pada bayi juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor lain, antara lain:

1. Sinus: Jika mata bayi mengeluarkan kotoran berwarna kehijauan, kemungkinan bayi tersebut mengalami infeksi sinus. Belekan pada bayi dengan kondisi seperti ini biasanya disertai dengan gejala lain, seperti nyeri di bawah mata, hidung tersumbat, dan demam.

2. Alergi: Belekan pada bayi juga dapat disebabkan oleh alergi. Selain belekan, bayi juga dapat mengalami gejala lain seperti pilek, mata berair, mata merah, dan bersin-bersin.

Baca Juga:  Pastikan si Kecil Harus Mendapat Bekal Kemampuan Dasar

3. Infeksi: Belekan pada bayi juga dapat terjadi akibat adanya infeksi. Misalnya, saat proses persalinan normal, ibu memiliki bakteri atau virus yang kemudian ditularkan kepada bayi. Risiko infeksi akan semakin besar jika ibu mengalami infeksi di jalan lahir, seperti herpes atau gonore. Bayi yang menderita infeksi perlu segera ditangani karena dapat berisiko menyebabkan kebutaan.

Setelah mengetahui penyebab belekan pada bayi, penting bagi ibu untuk mengetahui cara mengatasi belekan pada bayi tersebut. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diikuti untuk mengatasi belekan pada bayi:

1. Cuci tangan terlebih dahulu dengan air mengalir dan sabun sebelum membersihkan mata bayi.

2. Siapkan wadah kecil, air hangat matang, dan kapas atau cotton bud.

3. Basahi kapas atau cotton bud dengan air hangat.

4. Usap mata bayi secara perlahan dari sudut mata dalam ke luar menggunakan kapas atau cotton bud yang telah dibasahi.

5. Ulangi gerakan tersebut sampai mata bayi bersih dari kerak dan belek. Pastikan untuk mengganti kapas atau cotton bud setelah satu kali penggunaan untuk menghindari masuknya kotoran ke dalam mata.

6. Buka saluran air mata yang mengalami penyumbatan dengan memijat bagian sudut mata bayi. Lakukan gerakan memijat di dekat hidung dari atas ke bawah sebanyak tiga kali sehari.

7. Hindari menggunakan kain lap atau handuk yang sama dengan bayi agar tidak terjadi penularan infeksi.

Meskipun belekan pada bayi merupakan kondisi yang umum dan dapat ditangani sendiri, ada beberapa tanda-tanda belekan pada bayi yang perlu diwaspadai dan segera diperiksakan ke dokter. Tanda-tanda tersebut antara lain:

1. Belekan pada bayi berwarna kehijauan atau kekuningan.

2. Kerak atau belek yang keluar semakin banyak.

Baca Juga:  Radang Amandel pada Anak, Haruskah Langsung Dioperasi?

3. Terdapat nanah pada mata bayi.

4. Bayi terlalu banyak mengeluarkan air mata.

5. Kotoran mata berwarna putih, namun kelopak mata bayi membengkak atau bagian putih pada mata bayi memerah sebagai tanda terjadinya infeksi.

6. Struktur kelopak mata atau mata bayi terlihat tidak teratur.

7. Bayi tampak kesakitan atau merasa silau saat melihat cahaya.

8. Bayi sering mengusap mata dan tampak kesakitan.

9. Bayi sering rewel dan terus menangis.

10. Bayi seperti tidak mau membuka mata.

Jika ibu melihat adanya tanda-tanda seperti yang disebutkan di atas, segera bawa bayi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu mencegah kondisi mata bayi semakin memburuk.

Selain menjaga kesehatan mata bayi, ibu juga perlu memperhatikan tumbuh kembang bayi dengan baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan ASI secara rutin dan sesuai dengan kebutuhan bayi.

ASI memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang bayi, karena ASI mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh bayi untuk pertumbuhan dan perkembangannya. ASI juga mengandung zat kekebalan tubuh yang dapat membantu melindungi bayi dari infeksi dan penyakit.

Untuk mendukung produksi ASI yang baik, ibu perlu menjaga pola makan yang seimbang dan mengonsumsi makanan yang bergizi. Selain itu, ibu juga dapat mengonsumsi susu ibu menyusui yang mengandung tinggi DHA untuk mendukung perkembangan otak bayi, protein, dan nutrisi penting lainnya.

Namun, jika ibu atau bayi mengalami kondisi yang tidak memungkinkan untuk memberikan ASI, ibu dapat memberikan susu formula yang sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan. Pastikan susu formula yang diberikan mengandung protein asam amino esensial lengkap dan tinggi DHA, karena protein dan DHA penting untuk mendukung tumbuh kembang bayi.

Baca Juga:  Simbol Laundry Pada Pakaian dan Penjelasannya yang Harus Diketahui

Dalam mengatasi belekan pada bayi, ibu juga dapat berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mendapatkan informasi dan saran yang lebih spesifik mengenai nutrisi yang diperlukan oleh bayi. Konsultasi dengan ahli gizi dapat membantu ibu dalam memenuhi kebutuhan gizi bayi sehingga tumbuh kembangnya dapat optimal.

Dalam menjaga kesehatan mata bayi dan mendukung tumbuh kembangnya, peran ibu sangatlah penting. Dengan memberikan perawatan yang tepat dan memenuhi kebutuhan gizi bayi, ibu dapat membantu bayi tumbuh menjadi anak yang sehat dan berkembang dengan baik.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com