Bermain Sambil Belajar

Bermain Sambil Belajar

Ketika anak sedang bermain, jangan lupa bahwa anak juga sedang belajar. Ini adalah konsep yang diungkapkan oleh Jean Piaget, seorang filsuf dan psikolog kenamaan asal Swiss. Menurut Piaget, komponen terpenting dalam perkembangan intelektual anak melibatkan partisipasi. Anak dapat belajar dengan baik tidak hanya dengan mempelajari sesuatu tetapi juga dengan mengalami sesuatu yang dipelajarinya. Dalam konteks ini, bermain menjadi salah satu cara yang efektif untuk memfasilitasi proses pembelajaran anak.

Permainan adalah kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak. Mereka dapat mengeksplorasi, mencipta, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar mereka. Dalam proses bermain, anak-anak tidak hanya mengembangkan keterampilan motorik mereka, tetapi juga mengasah kemampuan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Dalam hal ini, bermain dapat dianggap sebagai bentuk pembelajaran yang menyeluruh.

Namun, tidak semua jenis permainan dapat memberikan manfaat pembelajaran yang sama. Beberapa permainan mungkin hanya menghibur anak tanpa memberikan kesempatan untuk belajar. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memilih permainan yang sesuai dengan kebutuhan dan minat anak. Berikut ini adalah beberapa ide permainan yang dapat membantu anak belajar sambil bermain.

1. Resensi Hobi (Untuk anak yang sudah bisa menulis)
Ide pertama adalah mengajak anak untuk menulis resensi tentang hobinya. Anak dapat memilih mainan, boneka, buku cerita, atau CD musik kesayangannya dan menulis ulasan singkat tentang barang tersebut. Resensi tersebut dapat berupa beberapa paragraf yang menjelaskan mengapa anak menyukai atau bahkan tidak menyukai benda tersebut. Anak juga dapat menambahkan pengalaman pribadi atau cerita seru yang terkait dengan benda tersebut. Tulisan resensi ini dapat ditulis di sebuah buku khusus yang didesain untuk menyimpan resensi anak-anak. Selain melatih keterampilan menulis anak, permainan ini juga dapat membantu anak mengungkapkan pendapat dan menjelaskan alasan di balik preferensi mereka.

Baca Juga:  Catat,14 Manfaat Kacang Hijau untuk Kesehatan Janin

2. Bikin Kartu Sendiri
Bermain kartu adalah salah satu permainan yang umum dan disukai oleh banyak orang. Anda dapat mengajak anak untuk membuat desain kartu sendiri. Anda dapat membeli karton tebal dalam berbagai warna dan memotongnya menjadi kartu berukuran standar. Selanjutnya, Anda dapat membiarkan anak menggambar atau menempelkan gambar-gambar sesuai dengan keinginannya di masing-masing kartu. Misalnya, jika anak menyukai binatang, ia dapat menggambar atau menempelkan gambar binatang favoritnya di kartu. Selain itu, Anda juga dapat meminta anak untuk menambahkan angka atau simbol yang sesuai dengan jenis kartu. Ide ini tidak hanya melibatkan kreativitas anak, tetapi juga melibatkan pemahaman tentang jenis kartu remi dan angka yang terkait dengannya.

3. PM Toh
PM Toh adalah julukan untuk Tengku Adnan, seorang pendongeng asal Aceh yang terkenal dengan kemampuannya menirukan suara terompet bus-bus Trans Sumatera. Anda dapat mengajak anak untuk melakukan permainan yang serupa dengan PM Toh. Caranya adalah dengan meminta anak menceritakan kisah-kisah sehari-hari mereka menggunakan benda-benda yang biasa mereka temui di rumah, seperti sapu, lemari es, atau tempat pensil. Anak dapat menggunakan imajinasi mereka untuk memberikan suara dan peran pada benda-benda tersebut. Anda dapat berperan sebagai penonton yang menyimak cerita anak dan memberikan tanggapan yang positif. Melalui permainan ini, anak dapat belajar mengungkapkan ide dan gagasan mereka dengan cara yang kreatif dan menarik.

4. Mading Keluarga
Mading adalah majalah dinding yang umumnya ada di sekolah-sekolah. Anda dapat membuat mading versi keluarga di rumah. Caranya adalah dengan memasang papan berukuran cukup besar di ruang keluarga dan mengisi papan tersebut dengan tulisan, gambar, atau foto tentang apa saja yang ingin disampaikan oleh setiap anggota keluarga. Setiap anggota keluarga dapat memiliki kavling sendiri di papan mading untuk mengungkapkan ide dan karya mereka. Jenis konten yang dapat ditampilkan di mading keluarga sangat bervariasi, mulai dari cerita seru, foto-foto liburan, resep masakan, hingga catatan kecil tentang hal-hal yang ingin diingat. Melalui mading keluarga, setiap anggota keluarga dapat berbagi informasi, ide, dan pengalaman dengan cara yang kreatif dan interaktif.

Baca Juga:  Corine de Farme, Produk Perawatan untuk Kulit Sensitif

5. Berhitung di Supermarket
Ketika Anda berbelanja di supermarket, Anda dapat mengajak anak untuk bermain berhitung. Misalnya, Anda dapat mengajak anak untuk menghitung harga satuan dari suatu produk, atau menghitung jumlah barang yang dibeli. Selain itu, Anda juga dapat mengajak anak untuk mencari barang berdasarkan instruksi yang diberikan, misalnya mencari barang dengan harga tertentu atau mencari barang dengan kemasan tertentu. Melalui permainan ini, anak dapat belajar tentang angka, kuantitas, dan konsep matematika lainnya dengan cara yang menyenangkan.

6. Ide Permainan Cerdas Sederhana untuk Bayi
Selain anak-anak yang lebih besar, bayi juga dapat belajar sambil bermain. Berikut adalah beberapa ide permainan yang cocok untuk bayi berusia 0-12 bulan:

– Sarung Tangan “Halo”: Menggunakan sarung tangan lembut dan mainan binatang kecil, Anda dapat bermain dengan bayi sambil menunjukkan binatang-binatang tersebut dan mengucapkan “halo”. Hal ini dapat membantu bayi mengembangkan keterampilan sosial, ekspresi emosional, dan kepercayaan.

– Ke Mana Perginya?: Menggunakan saputangan warna-warni, Anda dapat bermain dengan bayi sambil menggerakkan saputangan ke sisi yang berbeda dan mengajak bayi untuk mengikuti gerakan saputangan. Hal ini dapat membantu bayi mengembangkan kemampuan penglihatan dan konsentrasi.

– Ayo Tendang: Menggunakan mainan kecil atau kaos kaki warna-warni, Anda dapat bermain dengan bayi sambil membiarkan bayi menendang-nendang mainan atau kaos kaki tersebut. Hal ini dapat membantu bayi mengembangkan keterampilan motoriknya.

– Baca Bibirku: Menggunakan jari Anda, Anda dapat bermain dengan bayi sambil memperlihatkan gerakan bibir dan mengucapkan suara. Hal ini dapat membantu bayi mengembangkan keterampilan bahasa dan komunikasi.

– Bola Bergulir: Menggunakan bola, Anda dapat bermain dengan bayi sambil menggulirkan bola ke arahnya. Hal ini dapat membantu bayi mengembangkan keterampilan motorik dan koordinasi mata-tangan.

Baca Juga:  Menyiapkan Kehamilan dengan Detoksifikasi Sehat

– Terbang ke Udara: Menggunakan lengan Anda, Anda dapat mengangkat bayi sambil menyanyikan lagu “Balonku Ada Lima”. Hal ini dapat membantu bayi mengembangkan keterampilan pendengaran dan merangsang kedua sisi otaknya.

– Tik Tok Tik Tok: Menggunakan jam putar dengan suara nyaring, Anda dapat bermain dengan bayi sambil mendengarkan suara tik tok dan meminta bayi untuk mencari jam tersebut. Hal ini dapat membantu bayi mengembangkan kesadaran pendengaran dan keterampilan mencari.

– Baca dengan Lantang: Menggunakan buku cerita bergambar, Anda dapat bermain dengan bayi sambil menunjukkan gambar-gambar dan menanyakan nama benda yang ada di gambar tersebut. Hal ini dapat membantu bayi mengembangkan keterampilan bahasa dan kemampuan mengenali objek.

Dalam setiap permainan, penting untuk memberikan perhatian dan dukungan kepada anak. Bermain bersama anak juga merupakan waktu yang berharga untuk menghabiskan waktu bersama sebagai keluarga. Melalui permainan yang disesuaikan dengan minat dan perkembangan anak, Anda dapat membantu anak belajar sambil bermain dengan cara yang menyenangkan dan efektif.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com