Menilik Gangguan Kesehatan Umum Pada Anak Usia 3-6 Tahun

Menilik Gangguan Kesehatan Umum Pada Anak Usia 3-6 Tahun

Pada usia 3-6 tahun, anak mulai aktif dalam bergerak dan beraktivitas. Mereka mulai senang bermain di luar rumah bersama teman-teman sebayanya. Namun, risiko anak terpapar bakteri dan infeksi juga meningkat. Oleh karena itu, sebagai orang tua, kita perlu mengenali beberapa jenis sakit dan gangguan kesehatan yang umum dialami oleh anak usia 3-6 tahun.

1. Kekurangan Zat Besi
Pada usia ini, anak seringkali sulit makan daging dan sayur. Hal ini dapat meningkatkan risiko kekurangan zat besi pada tubuh anak. Kekurangan zat besi dapat memiliki dampak yang signifikan pada anak, seperti timbulnya perilaku buruk, kelelahan, pertumbuhan lambat, dan infeksi berulang. Untuk mencegah kekurangan zat besi, penting bagi anak untuk mengonsumsi makanan yang kaya zat besi, seperti daging merah dan sayuran hijau. Selain itu, vitamin C juga penting untuk penyerapan zat besi dalam tubuh.

2. Obesitas
Tidak hanya menyerang orang dewasa, obesitas juga dapat terjadi pada anak-anak. Obesitas terjadi ketika jumlah kalori yang dikonsumsi oleh tubuh lebih banyak daripada yang dapat dibakar. Obesitas pada anak dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang lebih serius di masa dewasa, seperti diabetes dan penyakit jantung. Beberapa kebiasaan yang dapat menyebabkan anak menjadi malas bergerak dan kurang aktif, antara lain kebiasaan menonton televisi atau bermain gadget. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk membiasakan dan mengajak anak untuk bergerak aktif melalui bermain fisik atau olahraga ringan, daripada membiarkan mereka duduk diam menonton televisi atau bermain gadget sepanjang hari.

3. Selesma atau Pilek
Selesma atau pilek adalah kondisi yang umum dialami oleh anak-anak. Pilek ditandai dengan hidung yang mengeluarkan lendir atau berair. Biasanya pilek berlangsung selama sekitar tiga minggu dan anak-anak dapat mengalami pilek sebanyak 6-10 kali dalam setahun. Pada kondisi ini, hidung anak-anak dapat menjadi tersumbat karena lendir yang terus keluar. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk membantu anak untuk membersihkan hidungnya. Selain itu, juga penting untuk mengajarkan anak agar tidak menggunakan lengan baju atau tangannya untuk mengelap hidung. Menggunakan tisu adalah cara yang lebih baik untuk membersihkan hidung yang berlendir.

Baca Juga:  Demam Tinggi Saat Hamil, Bahayakah?

4. Demam
Demam pada anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kelelahan, tumbuh gigi, atau imunisasi. Demam dapat menjadi tanda bahwa tubuh anak sedang melawan infeksi, baik itu oleh virus maupun bakteri. Demam ditandai dengan peningkatan suhu tubuh di atas normal. Orang tua dapat mendeteksi demam dengan meraba bagian dahi, pipi, leher, atau lengan anak. Meskipun demam terlihat sepele, namun penanganan yang tepat diperlukan agar tidak berlanjut menjadi gejala yang lebih serius, seperti kejang. Pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan kompres air hangat pada dahi anak. Selain itu, dapat diberikan obat penurun panas jika suhu tubuh anak terlalu tinggi. Namun, jika demam tidak membaik dalam waktu 2-3 hari, sebaiknya segera periksakan anak ke dokter.

5. Gangguan Pencernaan
Gangguan pencernaan yang umum dialami oleh anak-anak adalah sembelit dan diare. Sembelit terjadi ketika anak mengalami kesulitan dalam buang air besar karena tinja yang keras. Sembelit pada anak dapat disebabkan oleh kurangnya konsumsi serat atau pengaruh obat-obatan. Untuk mencegah sembelit, penting bagi anak untuk mengonsumsi makanan yang kaya serat, seperti sayur dan buah-buahan, serta menjaga asupan cairan yang cukup.

Diare, di sisi lain, ditandai dengan frekuensi buang air besar yang sering dan tinja yang encer. Pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga anak tetap terhidrasi dengan memberikan air minum yang cukup. Selain itu, dapat diberikan cairan oralit dan obat diare. Jika diare tidak membaik dalam waktu 24 jam, segera kunjungi dokter.

Untuk menjaga kondisi tubuh anak tetap kuat melawan penyakit, penting bagi orang tua untuk membiasakan gaya hidup sehat sejak dini. Anak perlu mengonsumsi makanan yang bergizi, mencuci tangan sebelum makan dan setelah buang air besar, istirahat dan minum cukup, serta berolahraga secara teratur agar tetap aktif. Selain itu, jangan lupa untuk menyediakan obat-obatan umum di kotak P3K, seperti minyak kayu putih, obat penurun panas, obat diare, dan oralit.

Baca Juga:  Testimoni Sidik Jari Cerdas

Dengan mengenali gangguan kesehatan umum pada anak usia 3-6 tahun dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita dapat membantu menjaga kesehatan dan kesejahteraan anak-anak kita. Sebagai orang tua, peran kita sangat penting dalam menjaga kesehatan anak-anak dan memberikan mereka lingkungan yang aman serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka secara optimal.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com