Kenali Kecemasan Berpisah pada si Kecil

Kenali Kecemasan Berpisah pada si Kecil

Pernah melihat si Kecil tiba-tiba menangis kencang atau berteriak-teriak sambil marah saat Bunda mau pergi ke kantor atau bahkan pergi sebentar ke luar rumah? Hal ini dikenal sebagai ‘separation anxiety’ atau kecemasan saat berpisah ketika Bunda meninggalkan si Kecil bersama pengasuhnya di rumah. Kecemasan ini merupakan bagian normal dari fase perkembangan si Kecil. Dengan memahami perasaan si Kecil dan menyiasatinya dengan strategi tertentu, mungkin Bunda dapat mengatasi hal ini.

‘Heading 2’ Separation Anxiety pada Anak

Separation anxiety merupakan perkembangan emosional si Kecil dimana ia belum terlalu memahami bahwa walaupun seseorang atau suatu benda tidak terlihat atau tersembunyi, bukan berarti hilang. Keadaan ini dikenal dengan istilah object permanence. Saat si Kecil berusia 8 bulan hingga memasuki usia 1 tahun, ia akan tumbuh menjadi anak yang lebih mandiri. Namun pada usia tersebut, ia belum dapat mengerti akan perpisahannya dengan Bunda. Hal inilah membuat si Kecil cemas dan panik, sehingga ia menjadi marah dan sedih saat Bunda pergi meninggalkannya, walau Bunda hanya sekedar beranjak ke dapur atau mandi.

‘Heading 3’ Faktor Penyebab Kecemasan Berpisah pada Anak

Usia timbulnya kecemasan pada anak bervariasi, biasanya antara usia 18 bulan hingga 2,5 tahun. Namun ada juga yang tidak mengalaminya. Beberapa peristiwa yang membuat si Kecil stres dapat memicu timbulnya kecemasan saat berpisah dengan Bunda, misalnya pindah rumah, memiliki pengasuh baru, punya adik, dan lainnya. Berapa lama kecemasan berpisah ini berlangsung, tergantung pada temperamen anak dan respon Bunda. Pada beberapa kasus, kecemasan berpisah dapat berlangsung dari masa bayi hingga usia sekolah dasar. Kecemasan ini juga dapat mengganggu aktivitas normal si Kecil yang nantinya akan berkembang menjadi gangguan kecemasan yang lebih dalam. Namun jika kecemasan berpisah ini terjadi pada anak yang usianya lebih tua, mungkin disebabkan oleh masalah lain, misalnya kemungkinan adanya abusing atau bullying.

Baca Juga:  Mengenal Manfaat Rumput Laut untuk Tumbuh Kembang Anak

‘Heading 2’ Bagaimana Mengatasi Kecemasan Berpisah pada Anak

Saat si Kecil menolak berpisah dengan Bunda, hal ini merupakan pertanda adanya kedekatan atau ‘attachment’ yang sehat antara ibu dan anak. Secara bertahap, nantinya si Kecil akan memahami bahwa ibu akan selalu kembali setelah pergi sebentar, dan hal ini akan memberikan rasa nyaman pada si Kecil dan memberi kesempatan perkembangan kemandiriannya.

‘Heading 3’ Tips Mengatasi Kecemasan Berpisah pada Anak

1. Waktu adalah segalanya. Saat si Kecil berusia 8 bulan – 1 tahun, sebaiknya Bunda tidak mengantarkan si Kecil ke daycare dengan orang yang tidak dikenal, karena pada rentang usia ini, biasanya rasa cemasnya muncul. Pun sebaiknya Bunda tidak meninggalkan si Kecil saat ia lelah, lapar atau belum istirahat. Jika memungkinkan, sebaiknya Bunda mengatur waktu keberangkatan setelah si Kecil tidur atau makan.

2. Latihan. Berlatih berpisah dengan mengenalkan orang dan tempat baru. Jika ada pengasuh baru, ajaklah untuk bermain bersama saat di dalam kamar.

3. Tetap tenang dan konsisten. Ciptakan ritual yang sama sebelum Bunda pergi dengan mengatakan kata-kata yang menyenangkan, sayang dan tegas. Tunjukkan keyakinan pada si Kecil. Yakinkan si Kecil bahwa Bunda akan kembali dan jelaskan berapa lama sampai Bunda kembali dengan konsep yang dipahami olehnya, misalnya sampai makan malam, karena seusia ini si Kecil belum paham benar dengan waktu.

4. Menepati janji. Hal ini sangat penting untuk membentuk rasa yakin pada anak dan agar anak bisa melalui saat berpisah dengan Bunda.

‘Heading 2’ Pentingnya Mendukung Anak saat Mengatasi Kecemasan Berpisah

Sebagai orang tua, mendukung anak saat mengatasi kecemasan berpisah merupakan tanggung jawab yang harus diemban. Dukungan yang diberikan, baik secara emosional maupun fisik, akan memberikan rasa aman dan percaya pada anak bahwa mereka bisa melewati kecemasan tersebut. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mendukung anak saat mengatasi kecemasan berpisah:

Baca Juga:  Bisakah Hamil Tapi Haid Terjadi? Di Sini Penjelasannya

1. Beri perhatian dan waktu kualitas. Luangkan waktu untuk bermain dan berbicara dengan anak secara intensif. Tunjukkan minat dan perhatian pada kegiatan yang dilakukan oleh anak.

2. Beri pengertian. Jelaskan pada anak tentang kecemasan berpisah yang mereka alami. Berikan penjelasan yang sederhana dan mudah dimengerti, sesuai dengan tingkat pemahaman anak.

3. Beri dukungan emosional. Tunjukkan bahwa Anda memahami perasaan anak dan siap mendengarkan ketika mereka ingin bercerita atau membagikan perasaan mereka.

4. Jaga rutinitas. Rutinitas yang konsisten dapat memberikan rasa aman pada anak. Usahakan untuk tetap menjaga rutinitas harian, seperti waktu makan, tidur, dan bermain.

5. Jangan mengecilkan perasaan anak. Hindari mengatakan bahwa kecemasan anak adalah hal yang tidak penting atau berlebihan. Berikan dukungan dan perhatian pada perasaan anak tanpa menghakimi atau mengkritik.

6. Libatkan anak dalam aktivitas. Ajak anak untuk terlibat dalam kegiatan yang mereka sukai. Hal ini dapat membantu mengalihkan perhatian mereka dari kecemasan berpisah.

7. Beri contoh positif. Tunjukkan sikap tenang dan percaya diri saat berpisah dengan anak. Anak cenderung meniru sikap orang tua, jadi berikan contoh yang baik dalam menghadapi kecemasan berpisah.

‘Heading 2’ Kesimpulan

Kecemasan berpisah pada anak adalah hal yang normal dalam perkembangan mereka. Sebagai orang tua, kita perlu memahami dan mendukung anak saat menghadapi kecemasan ini. Dengan memberikan waktu, latihan, dan dukungan yang tepat, kita dapat membantu anak melewati fase ini dengan baik. Ingatlah bahwa setiap anak memiliki waktu yang berbeda untuk mengatasi kecemasan berpisah, jadi bersabarlah dan terus berikan dukungan yang mereka butuhkan.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com