Kelelahan pada Ibu Hamil itu Wajar, Tapi…

Kelelahan pada Bunda Hamil itu Wajar, Tapi…

Kehamilan pada umumnya tidak disadari sejak minggu pertama kehamilan. Hal ini disebabkan karena proses pembuahan memerlukan waktu setidaknya selama dua hingga tiga minggu. Namun, Bunda dapat segera sadar akan kehamilan dengan merasakan gejala-gejalanya. Meskipun gejala kehamilan mirip dengan gejala haid, terdapat perbedaan seperti berubahnya selera makan serta kepekaan tinggi dari indra penciuman. Inilah salah satu alasan kenapa Bunda mudah mual atau bahkan muntah (morning sickness) ketika hamil.

Penyebab kelelahan saat hamil

Perubahan Hormon
Perubahan hormon yang cepat dan terus berubah mengakibatkan Bunda memerlukan energi yang cukup besar. Pada masa awal kehamilan, Bunda secara otomatis membangun sistem pendukung kehidupan janin yaitu plasenta. Selain itu, metabolisme tubuh juga meningkat dengan cukup tinggi sedangkan di saat yang bersamaan, gula darah dan tekanan darah Bunda justru menurun. Seperti contohnya, meningkatnya hormon progesteron. Hormon ini memicu rasa kantuk pada Bunda. Namun, sering kali Bunda tidak bisa tidur cukup dengan nyenyak karena terganggu dengan seringnya buang air kecil.

Kondisi emosional terganggu
Terlepas dari terjadinya perubahan hormon, Bunda rentan mengalami kelelahan karena stres dan rasa cemas memikirkan kesehatan si Kecil dalam janin, menghadapi persalinan, dan menjadi orang tua. Kondisi ini juga dapat memengaruhi kualitas tidur dan istirahat. Bunda hamil perlu mengatasinya agar tidak berlanjut menjadi depresi.

Mual dan Muntah (morning sickness)
Rasa mual dan muntah-muntah yang dialami oleh Bunda hamil dapat terjadi tidak hanya di pagi hari meskipun kondisi ini disebut morning sickness. Ketika muntah, Bunda akan banyak kehilangan cairan. Di samping itu, dengan terus keluar-masuk kamar mandi, Bunda jadi banyak menghabiskan energi.

Baca Juga:  Ini 4 Pilihan Cara Medis Agar Hamil

Anemia
Anemia dapat menjadi penyebab berbagai keluhan yang dirasakan Bunda hamil termasuk kelelahan. Jenis anemia yang menyebabkan kelelahan adalah anemia karena kekurangan zat besi. Bunda disarankan untuk memastikan kondisi ini pada dokter dengan cara melakukan tes darah. Jika tidak cepat diatasi, dikhawatirkan kesehatan Bunda dan si Kecil jadi terganggu.

Segera periksakan ke dokter jika kelelahan yang dirasakan Bunda memiliki ciri-ciri berikut:

Kelelahan yang diikuti dengan rasa lapar dan haus terus-menerus, dapat menandakan gejala diabetes gestasional
Kelelahan yang tidak hilang-hilang meskipun sudah beristirahat
Kelelahan yang diikuti dengan gejala seperti demam, sakit tengggorokan, dan pembengkakan kelenjar Rasa kelelahan yang parah diikuti dengan mual, muntah, dan frekuensi buang air kecil semakin sering. Ini dapat menandakan gejala kehamilan ektopik alias hamil di luar kandungan.

Kelelahan mungkin sudah bukan hal asing bagi Bunda hamil karena sudah jelas dengan adanya si Kecil dalam kandungan, Bunda jadi butuh energi yang lebih banyak. Namun, Bunda mungkin berpikir dengan rasa lelah ini, kesehatan dan perkembangan si Kecil mungkin terganggu. Maka dari itu, agar tidak terus merasa cemas, Bunda dapat mengikuti tips untuk membantu menghilangkan rasa lelah.

Prioritaskan untuk beristirahat ketika merasa lelah
Jika merasa lelah saat melakukan kegiatan apapun, segeralah berhenti dan posisikan diri pada kondisi yang rileks. Jangan memaksakan diri dan ingat bahwa rasa lelah ini disebabkan karena Bunda sedang mengandung.

Mengkonsumsi makanan sehat dan tinggi zat besi
Salah satu pondasi utama dalam menjalani proses kehamilan adalah asupan makanan yang harus terdiri dari buah, sayuran dan biji-bijian, serta beberapa protein, dan susu rendah lemak. Asupan yang seimbang dapat memberikan kecukupan nutrisi untuk tubuh. Penuhi juga kebutuhan cairan dengan rutin minum air mineral untuk menghindari dehidrasi. Namun, hal ini lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. Untuk itu, bantu penuhi kebutuhan nutrisi dan gizi dengan meminum susu Bunda hamil Frisian Flag Primamum dengan rasa cokelat yang lezat yang dapat mendukung asupan nutrisi Bunda selama periode kehamilan dan menyusui.

Baca Juga:  4 Cara Mudah untuk Latih Kemampuan Komunikasi Anak

Melakukan olahraga untuk Bunda hamil
Olahraga yang dimaksud bukan berarti Bunda diharuskan untuk mengeluarkan keringat yang banyak, tapi cukup dengan rutin berjalan santai di pagi dan sore hari pun sudah cukup. Jika bosan, Bunda bisa mencoba melakukan olahraga dengan intensitas ringan seperti yoga atau berenang.

Siap menghadapi kehamilan berarti Bunda harus rela melakukan apapun demi si Kecil dalam kandungan. Tapi Bunda diharapkan tidak perlu panik atau terlalu khawatir jika mengalami keluhan karena mungkin saja hal ini sudah wajar dan umum terjadi pada Bunda hamil. Bunda hanya perlu fokus pada asupan makanan dan gaya hidup sehat demi si Kecil yang kelak dapat tumbuh Pintar, Kuat dan Tinggi.

Konsultasi Gratis dengan Ahli Gizi

Dapatkan info parenting dan hadiah spesial dari Bunda&Balita

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com