Hati-hati, Ini Jenis Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Hati-hati, Ini Jenis Makanan yang Dilarang untuk Bunda Hamil

Makanan yang dilarang untuk ibu hamil dianggap dapat berdampak terhadap kesehatan Bunda dan bayi. Apakah benar? Simak penjelasannya, yuk!

Selama masa kehamilan, penting bagi Bunda untuk memerhatikan makanan yang Bunda konsumsi dan menghindari makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Pasalnya, setiap kandungan di dalam makanan akan memengaruhi tumbuh kembang janin.

Ada beberapa makanan yang umum diketahui dilarang untuk ibu hamil. Misalnya saja seperti, sushi, daging setengah matang, dan jeroan. Namun, sebenarnya tidak sampai di situ saja, Bu. Masih ada beberapa makanan yang perlu Bunda hindari agar janin terlahir sehat.

Ragam Makanan yang Dilarang untuk Bunda Hamil

Selama hamil, setiap Bunda memang dianjurkan untuk mengonsumsi berbagai jenis nutrisi untuk menambah asupan gizi bagi Bunda dan si Kecil di dalam kandungan. Namun, bukan berarti Bunda dapat mengkonsumsi semua jenis makanan tanpa mengetahui efek sampingnya, ya.

Ini karena ada beberapa jenis makanan yang dilarang untuk Bunda hamil yang bisa meningkatkan risiko penyakit pada Bunda dan janin. Nah, berikut ini beberapa jenis makanan yang dilarang untuk Bunda hamil, antara lain:

Susu belum dipasteurisasi

Jika Bunda beranggapan susu segar lebih baik dikonsumsi oleh ibu hamil dibandingkan susu yang belum dipasteurisasi, sebenarnya anggapan tersebut tidak tepat ya, Bu. Sebab, susu segar masih mengandung bakteri dan kuman yang dapat memicu risiko berbahaya bagi kesehatan janin.
Sementara itu, pasteurisasi adalah proses pemanasan yang berfungsi untuk membunuh kuman dalam makanan atau minuman tanpa merusak kandungan nutrisi di dalamnya. Oleh karena itu, ibu hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi susu pasteurisasi dibandingkan susu murni segar.

Makanan laut yang tinggi merkuri

Bunda pasti tahu bahwa makanan laut atau seafood termasuk sumber protein hewani yang memiliki banyak manfaat. Namun, sebenarnya ada jenis makanan laut yang mengandung merkuri tinggi dan termasuk makanan yang dilarang untuk Bunda hamil.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan merkuri sebagai salah satu zat yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Merkuri adalah logam berat yang secara alami terdapat di tanah, air, dan udara. Selain itu, merkuri juga biasanya terdapat pada limbah pabrik, yang kemudian mencemari air. Kandungan merkuri di dalam air inilah yang akan mengendap di dalam tubuh ikan yang kemudian dikonsumsi oleh manusia.

Beberapa jenis ikan yang tinggi merkuri di antaranya ikan tenggiri, ikan tuna, ikan hiu, ikan todak, ikan nila, dan ikan marlin. Oleh karenanya, ikan-ikan tersebut termasuk makanan yang dilarang untuk Bunda hamil karena memicu risiko yang berbahaya terhadap kesehatan dan tumbuh kembang janin.

Baca Juga:  Menelan Sperma, Apakah Ada Manfaatnya?

Sebagai gantinya, Bunda bisa mengkonsumsi makanan laut yang kadar merkurinya rendah, seperti ikan salmon, ikan kakap, udang, dan ikan mujair.

Daging mentah atau setengah matang

Sama seperti makanan laut, daging juga merupakan sumber protein hewani yang berkualitas dan bermanfaat bagi pertumbuhan si Kecil. Lantas, mengapa daging mentah termasuk makanan yang dilarang untuk Bunda hamil?
Sebab, daging yang belum matang masih mengandung kuman dan bakteri yang berbahaya. Ketika masuk ke dalam tubuh ibu hamil, kuman tersebut bisa memicu penyakit, seperti Listeria yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin.

Telur mentah atau setengah matang

Makanan yang dilarang untuk Bunda hamil lainnya yaitu telur mentah atau setengah matang. Ini karena telur mentah mengandung bakteri Salmonella pemicu infeksi yang membuat ibu hamil mengalami muntah, demam, diare, dan kram perut.
Pada beberapa kasus, kram perut akibat infeksi bakteri Salmonella bahkan bisa menimbulkan risiko lebih berbahaya, salah satunya kelahiran prematur. Selain itu, makanan yang dibuat dari telur mentah, seperti mayones segar pun bisa berisiko terkontaminasi oleh bakteri Salmonella. Oleh karena itu, pastikan Bunda mengonsumsi telur yang matangnya sudah merata, ya!

Jeroan

Apakah Bunda termasuk orang yang menyukai jeroan? Di Indonesia, makanan yang satu ini memang cukup diminati banyak kalangan. Namun, Bunda harus hati-hati jika sedang hamil karena jeroan termasuk makanan yang dilarang untuk ibu hamil jika dikonsumsi secara berlebihan.
Meskipun makanan ini mengandung nutrisi, tetapi ibu hamil sebaiknya hanya boleh mengonsumsi jeroan sebanyak satu kali dalam seminggu, dengan porsi secukupnya.

Jika selama hamil Bunda terlalu banyak mengonsumsi jeroan, maka dikhawatirkan dapat menghambat pertumbuhan janin dan menimbulkan gangguan hati pada Bunda.

Terlalu banyak kafein

Makanan yang dilarang untuk ibu hamil selanjutnya yaitu makanan dan minuman yang mengandung kafein cukup tinggi. Sebenarnya ibu hamil boleh saja mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein, tetapi konsumsinya harus dibatasi ya, bu.
Hal tersebut dikarenakan kafein yang terdapat di dalam kopi dan teh teh berpotensi mengganggu kesehatan dan tumbuh kembang janin.

Bahkan, kafein bisa meningkatkan risiko keguguran jika Bunda mengonsumsinya secara berlebihan. Oleh karena itu, kafein sering kali disebut sebagai salah satu makanan yang dilarang untuk ibu hamil jika dikonsumsi terlalu banyak.

Selama hamil, Bunda boleh mengonsumsi kafein tidak lebih dari 200 mg dalam sehari atau sekitar 2-3 gelas kopi, terutama pada trimester awal kehamilan.

Sushi

Bagi Bunda yang gemar mengonsumsi sushi dan sashimi, sebaiknya hindari dulu mengonsumsi makanan khas Jepang ini selama kehamilan. Sebab, sushi dan sashimi termasuk ke dalam daftar makanan yang dilarang untuk ibu hamil.
Di dalam makanan laut yang mentah atau dimasak setengah matang biasanya masih terdapat cacing parasit yang berbahaya bagi janin. Sebagai gantinya, Bunda bisa mengolah berbagai jenis makanan laut hingga matang sempurna.

Baca Juga:  Aneka Teh untuk Atasi Mual saat Hamil

Alkohol

Sudah jelas bahwa alkohol merupakan makanan yang dilarang untuk Bunda hamil karena berbahaya bagi kesehatan. Itulah sebabnya, Bunda disarankan untuk tidak mengonsumsi alkohol selama masa kehamilan meskipun dalam jumlah kecil. Ini karena alkohol dapat mengganggu tumbuh kembang janin dan meningkatkan potensi keguguran.

Setelah mengetahui berbagai jenis makanan yang dilarang untuk ibu hamil, diharapkan Bunda bisa menghindari makanan-makanan tersebut dan menggantinya dengan makanan yang lebih sehat dan kaya nutrisi.

Meskipun beberapa makanan yang dilarang untuk ibu hamil tersebut masih boleh dikonsumsi, seperti jeroan, kopi, teh, dan cokelat, tetapi Bunda tetap harus membatasi konsumsinya dengan tepat.

Pola Makan Bunda Hamil

Tidak hanya menghindari jenis makanan yang dilarang untuk ibu hamil, penting bagi Bunda untuk mengetahui pola makan yang tepat di masa kehamilan. Hal tersebut Bunda perlukan agar tubuh dapat menerima asupan nutrisi dengan baik demi menjaga kesehatan Bunda dan janin yang ada di dalam kandungan.Berikut adalah informasi yang bisa Bunda pahami dalam menjaga pola makan ibu hamil dan menghindari makanan yang dilarang untuk ibu hamil.

Memilih Menu Makanan di Trimester Pertama

Di masa awal kehamilan, seperti trimester pertama, penting bagi Bunda untuk mengetahui apa saja jenis makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Memilih menu makanan yang tepat di masa awal kehamilan membawa manfaat bagi kesehatan janin dan juga Bunda sendiri.

Sebagaimana yang Bunda ketahui bahwa masa trimester pertama merupakan masa rentan dalam kehamilan. Demi mengurangi risiko di awal masa kehamilan, penting bagi Bunda untuk memilih menu makanan yang tepat.

Salah satunya tentu dengan menghindari jenis makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Pastikan untuk mengonsumsi makanan yang membawa manfaat bagi pertumbuhan janin ya, Bu.

Pasalnya di trimester awal kehamilan, janin sudah menunjukkan tanda perkembangan otak. Oleh karena itu, pastikan kebutuhan nutrisi kandungan terpenuhi. Adapun makanan yang perlu dihindari adalah santan. Pasalnya, santan untuk ibu hamil bisa meningkatkan risiko Bunda mengalami penyakit GERD.

Kenali Jam Makan

Tidak hanya mengetahui jenis makanan yang dilarang untuk ibu hamil, penting juga bagi Bunda untuk mengonsumsi makanan sesuai jadwalnya. Agar kehamilan terjaga baik, Bunda memerlukan jam makan yang tepat dalam menyuplai tenaga yang Bunda butuhkan. Sejatinya, Bunda masih tetap perlu mengonsumi makanan dengan menu lengkap dan seimbang tiga hari dalam sekali.

Baca Juga:  #FitNFab; Daftar Muay Thai Gym di Jakarta Selatan

Namun, ada tambahan jam makan lain yang bisa Bunda coba terapkan di masa kehamilan. Jam makan tersebut adalah jam konsumsi camilan. Umumnya, dalam sehari Bunda dianjurkan untuk meluangkan waktu untuk memakan camilan 2 kali dalam sehari.

Untuk yang pertama menjelang makan siang, yaitu jam 9 atau jam 10 pagi. Kedua bisa Bunda lakukan di jam 3 sore. Pastikan untuk memiluh cemilan yang tepat dan tetap hindari makanan yang dilarang untuk ibu hamil ya.

Camilan Sehat

Sesuai dengan bahasan di atas, Bunda dianjurkan untuk mengonsumsi camilan di masa kehamilan. Namun, Bunda perlu hati-hati dalam memilih camilan yang tepat. Pastikan camilan tersebut berasal dari makanan yang bagus untuk Bunda hamil. Dengan kata lain adalah camilan yang menyehatkan.

Buah segar dan biskuit bisa jadi pilihan camilan yang Bunda konsumsi. Namun, terkait biskuit pastikan makanan yang bagus untuk Bunda hamil tersebut memiliki kandungan yang cocok bagi perkembangan kehamilan dan janin ya, Bu. Selain itu, Bunda juga bisa konsumsi makanan dengan kandungan kalsium yang tinggi, seperti keju.

Konsumsi Makanan Berserat

Konstipasi dan sembelit merupakan kondisi kesehatan yang kerap menyerang ibu hamil Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk menghadirkan makanan berserat dalam menu makan sehari-hari. Namun, Bunda perlu memilih jenis makanan berserat yang tepat ya. Hindari sayur yang dilarang untuk ibu hamil.

Sebagai alternatif dari menghindari konsumsi sayur yang dilarang untuk ibu hamil, Bunda juga bisa mengonsumsi buah dengan serat tinggi.

Pepaya merupakan salah satu jenis buah yang memiliki kadar serat tinggi. Perlu Bunda pastikan bahwa konsumsi makanan serat tetap dalam batas wajar agar sistem pencernaan berjalan baik. Jangan lupa untuk selalu menghindari makanan yang dilarang untuk ibu hamil, ya.

Konsultasi Rutin dengan Dokter

Menjaga pola makan baik tidak hanya dengan menghindari makanan yang dilarang untuk Bunda hamil. Bunda juga perlu lakukan konsultasi rutin dengan dokter kehamilan. Hal ini penting untuk Bunda lakukan agar Bunda mengetahui kadar nutrisi dan gizi yang dipenuhi agar kondisi janin tetap sehat.

Setelah mengetahui berbagai jenis makanan yang dilarang untuk ibu hamil dan pola makan yang tepat di masa kehamilan, diharapkan Bunda dapat menjaga kesehatan dan tumbuh kembang janin dengan baik. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan informasi dan saran yang terbaik untuk Bunda dan janin yang sedang dikandung.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com