5 Cara Efektif Mengatasi Bruntusan pada Bayi



Cara Efektif Mengatasi Bruntusan pada Bayi

Penyebab Bruntusan pada Bayi
Bruntusan pada bayi umumnya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti keringat yang tersumbat di bawah permukaan kulit dan pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Bruntusan pada bayi biasanya muncul di bagian lipatan tubuh yang memiliki banyak kelenjar keringat, seperti leher, ketiak, paha, punggung, dan dada.

Jenis-jenis Bruntusan pada Bayi
Bruntusan pada bayi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu jerawat bayi dan milia.

1. Jerawat Bayi
Jerawat bayi memiliki ciri-ciri berupa bintik putih atau merah yang dikelilingi oleh kulit kemerahan. Jerawat bayi dapat disebabkan oleh pengaruh hormon, pertumbuhan bakteri di kulit, dan sensitivitas kulit bayi yang tinggi. Jerawat bayi biasanya muncul saat bayi berusia 4-6 minggu atau beberapa hari setelah lahir.

2. Milia
Milia adalah kondisi bruntusan pada bayi yang ditandai dengan munculnya bintik putih secara keseluruhan pada beberapa bagian kulit. Milia terjadi ketika protein kulit keratin terperangkap di bawah permukaan kulit bayi. Milia pada bayi tidak menyebabkan rasa sakit atau gatal, dan biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 2-3 minggu.

Cara Menghilangkan Bruntusan pada Bayi
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan bruntusan pada bayi, antara lain:

1. Perhatikan kondisi kulit bayi
Merawat kulit bayi secara rutin sangat penting untuk mencegah munculnya bruntusan. Selalu perhatikan kondisi kulit bayi, terutama saat berkeringat. Jaga agar kulit bayi tidak terlalu kering atau lembap.

2. Gunakan kompres dingin
Kompres dingin dapat membantu mengurangi peradangan dan kemerahan pada bruntusan. Balut es batu dengan kain kasa atau handuk yang bersih dan halus, lalu tempelkan pada area bruntusan bayi secara perlahan-lahan.

Baca Juga:  Atas Nyeri Punggung Saat Hamil

3. Mandikan bayi dengan air hangat
Mandikan bayi dengan air hangat tanpa menggunakan sabun. Beberapa jenis sabun dapat memicu munculnya bruntusan yang lebih parah. Setelah mandi, keringkan area bruntusan secara alami tanpa menggunakan handuk.

4. Bersihkan area lipatan tubuh bayi
Lipatan tubuh bayi seringkali menjadi tempat munculnya bruntusan. Bersihkan area lipatan tubuh bayi secara rutin untuk menjaga kebersihannya dan mencegah berkembangnya bakteri.

5. Pilih lotion kulit yang tepat
Pilih lotion kulit yang cocok untuk bayi yang mengalami bruntusan. Pastikan lotion tersebut tidak mengandung bahan-bahan yang dapat memicu iritasi dan peradangan pada kulit bayi.

Selain melakukan langkah-langkah di atas, penting juga untuk menjaga kebersihan dan kebersihan lingkungan sekitar bayi. Jaga agar pakaian dan perlengkapan bayi selalu bersih dan kering. Hindari penggunaan bahan-bahan yang dapat memicu alergi pada kulit bayi, seperti deterjen yang mengandung pewangi atau bahan kimia yang keras.

Jika bruntusan pada bayi tidak kunjung membaik atau menimbulkan gejala tambahan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Dokter dapat memberikan penanganan yang lebih tepat sesuai dengan kondisi bayi.

Kesimpulan
Bruntusan pada bayi adalah kondisi umum yang dapat diatasi dengan langkah-langkah sederhana seperti menjaga kebersihan kulit bayi, menggunakan kompres dingin, mandi dengan air hangat, membersihkan area lipatan tubuh bayi, dan memilih lotion kulit yang tepat. Penting juga untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar bayi dan menghindari penggunaan bahan-bahan yang dapat memicu alergi. Jika bruntusan tidak kunjung membaik, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com