Dear Kiddos, I Am Not Sorry I Work


Sebagai seorang ibu yang bekerja, saya telah melewati banyak tahun bekerja dan akhirnya mencapai titik di mana saya tidak lagi merasa bersalah kepada kedua anak saya karena saya bekerja. Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa saya merasa seperti itu. Di saat banyak teman-teman saya yang merasa bersalah karena mereka harus bekerja dan meninggalkan anak-anak mereka, saya tidak merasakan hal yang sama. Setiap kali seseorang bertanya apakah saya merasa bersalah kepada anak-anak saya karena sibuk bekerja, jawaban saya adalah tidak. Namun, hal ini tidak berarti bahwa saya adalah ibu yang tidak memiliki perasaan atau tidak peduli terhadap anak-anak saya.

Sebagai seorang ibu yang bekerja, saya memiliki beberapa alasan mengapa saya tidak merasa bersalah. Pertama, karena kondisi ini memungkinkan kerjasama yang baik antara saya dan suami dalam mengurus anak-anak. Saya tidak perlu merasa khawatir bahwa saya harus mengurus semuanya sendirian. Suami saya juga memiliki peran yang penting dalam mengasuh dan merawat anak-anak. Mereka memiliki kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama ayah mereka, yang juga memberi mereka pengalaman yang berharga.

Selain itu, ketika kami harus bekerja dan tidak memiliki asisten rumah tangga, anak-anak saya bisa berinteraksi dengan nenek mereka. Mereka memiliki waktu yang menyenangkan dengan nenek mereka, meskipun terkadang nenek mereka terlihat galak. Namun, nenek mereka sangat andal dalam memijat pundak dan betis mereka, sehingga anak-anak saya memiliki kenangan yang indah tentang waktu bersama nenek mereka.

Ketika saya pergi bekerja, saya tahu bahwa anak-anak bisa menikmati waktu bebas tanpa kehadiran saya. Mereka bisa mengurangi waktu belajar, tidak makan sayur saat makan siang, atau pulang sekolah dan leyeh-leyeh di sofa tanpa perlu buru-buru membuka seragam sekolah. Meskipun hal ini mungkin tidak ideal, ini adalah bagian dari proses belajar mereka untuk menjadi mandiri. Mereka juga belajar menghargai waktu bersama saya ketika saya pulang kerja.

Baca Juga:  8 Sex Toys Untuk Pria! Nomor 3 Bisa Jadi Favorit Suami

Selanjutnya, karena saya bekerja, saya bisa mendaftarkan anak-anak saya di berbagai tempat les yang mereka inginkan. Mereka memiliki kesempatan untuk belajar hal-hal baru dan mengembangkan minat mereka. Hal ini juga membantu mereka untuk menjadi mandiri dan mengambil tanggung jawab atas belajar mereka sendiri.

Selain itu, dengan saya bekerja, anak-anak saya juga belajar untuk menjadi mandiri ketika saya tidak ada di rumah. Mereka belajar untuk melakukan hal-hal sendiri, seperti menyiapkan makanan mereka sendiri atau membersihkan kamar mereka. Ini adalah keterampilan yang penting untuk mereka pelajari sejak dini.

Selanjutnya, dengan saya bekerja, anak-anak saya juga merasakan apa artinya kangen. Mereka belajar untuk menghargai momen ketika saya tidak ada di rumah atau harus melakukan perjalanan bisnis. Mereka belajar untuk menunggu dengan sabar dan menghargai waktu bersama saat saya pulang.

Selain itu, baik saya maupun anak-anak saya belajar untuk menikmati dan menghargai waktu berkualitas yang kami miliki bersama. Ketika saya pulang kerja, kami menghabiskan waktu bersama-sama dengan melakukan kegiatan yang kami sukai, seperti bermain game, membaca buku, atau hanya bercengkerama. Kami belajar untuk tidak membuang waktu dan menghargai momen-momen kecil yang kami miliki.

Selanjutnya, sebagai ibu yang bekerja, saya juga memiliki kesempatan untuk tampil di depan kelas anak-anak saya dan berbagi pengalaman tentang pekerjaan saya di hari karier. Saya merasa bangga ketika mendengar anak-anak saya berbicara kepada teman-teman mereka tentang pekerjaan saya. Ini adalah momen yang berharga bagi saya dan membuat saya merasa bahagia.

Selain itu, dengan saya bekerja, baik saya maupun anak-anak saya juga belajar melihat contoh yang baik tentang kerjasama antara ayah dan ibu. Mereka melihat bagaimana kami saling mendukung dan bekerja sama dalam mengurus keluarga. Mereka belajar untuk menghargai peran masing-masing dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Baca Juga:  Temukan Bakat Anak Cerdas Gerak

Selanjutnya, ketika saya cuti dan menjemput anak-anak saya dari sekolah, mereka selalu berteriak kegirangan. Mereka merasa senang ketika saya ada di sana untuk menjemput mereka. Hal ini membuat saya merasa bahagia dan tahu bahwa kehadiran saya memiliki dampak positif bagi mereka.

Terakhir, saya tidak merasa bersalah bekerja karena saya percaya bahwa kebahagiaan dengan pekerjaan membuat saya menjadi ibu yang bahagia. Sebagai ibu yang bahagia, saya bisa memberikan kasih sayang dan perhatian yang lebih kepada anak-anak saya. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa ibu yang bahagia dapat mempengaruhi kebahagiaan anak-anak mereka. Jadi, dengan bekerja, saya tidak hanya memberikan contoh yang baik bagi anak-anak saya, tetapi juga menciptakan lingkungan yang bahagia bagi mereka.

Setelah semua ini, saya tidak merasa bersalah karena bekerja karena pekerjaan saya tidak berarti bahwa kami saling mencintai lebih sedikit. Saya percaya bahwa sebagai seorang ibu yang bekerja, saya memberikan panutan bagi anak-anak saya untuk menjadi mandiri, menghargai waktu bersama, dan bekerja keras untuk meraih impian mereka. Saya tidak merasa bersalah karena saya tahu bahwa dengan bekerja, saya memberikan yang terbaik bagi keluarga saya.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com