Cara Mudah Agar Bisa Ngobrol dengan si Kecil

Cara Mudah Agar Bisa Ngobrol dengan si Kecil

Siapa sih yang tak suka mengobrol? Kita bisa mengeluarkan isi kepala kita dan orang lain mendengarkan. Begitu juga dengan si Kecil. Si Kecil sebenarnya menikmati lho, Bu berbicara dan didengarkan.

Namun, waktu si Kecil usianya sudah menginjak 6 tahun dulu, pernah suatu hari dia mendadak enggan bercerita kepada saya. Waktu itu, muncul perasaan bersalah di diri saya, “Apa mungkin selama ini kita tak mendengarkannya, ya?” Wah, pokoknya saya jadi khawatir, deh. Soalnya, inginnya kan anak bisa bebas bercerita apa saja kepada kita.

Nah, tapi setelah mendapat tipsnya, saya jadi tahu harus berbuat apa, Bu. Mau tahu caranya agar si Kecil tak ragu-ragu dan selalu semangat membagi ceritanya kepada kita? Yuk, kita lihat triknya!

1. Berikan Pertanyaan Spesifik

Kadang si Kecil bukannya enggan bercerita, namun ia hanya merasa kebingungan akan pertanyaan Bunda. Misal ibu bertanya, “Bagaimana hari ini di sekolah?” Dia pun jadi bingung karena karena yang terjadi di sekolah banyak sekali. Maka tak heran jika ia hanya menjawab, “Senang, kok!” Nah biar dia mau bercerita, coba tanyakan pertanyaan yang lebih spesifik seperti, “Tadi main bola timnya isinya siapa aja?” atau “Tadi temanmu si Fira bawa bekal apa?” Dengan bertanya seperti ini, dia jadi tahu mau bercerita tentang apa, Bu.

2. Berikan Waktu Istirahat

Terkadang, sulit bagi si Kecil untuk menghadapi transisi di rumah dan di sekolah lho, Bu. Di sekolah, dia menjadi seorang individu yang bertanggung jawab untuk dirinya sendiri. Di rumah, dia kembali menjadi seorang anak dengan Bunda sebagai pegangan. Nah, buat transisi menjadi mudah baginya, yuk. Kalau si Kecil hanya bicara sedikit-sedikit saja, berikan saja waktu istirahat sebentar. Bunda bisa mendorongnya bercerita dengan mulai bercerita duluan, misal, “Eh tadi Bunda pas ke supermarket ketemu ibunya Lala lho.”

Baca Juga:  Anak 3 Tahun Belum Bisa Bicara? Ini Penjelasannya

3.Hindari Membebaninya

Di usia sekolah, tak dapat dihindari, si Kecil merasa mulai terbebani; ia mulai sadar kalau Bunda memperhatikannya, bagaimana ia belajar, dan bagaimana nilai-nilainya di sekolah. Makanya, kadang ia merasa Bunda “memata-matainya” jika Bunda bertanya tentang bagaimana harinya di sekolah. Nah buat ia menyingkirkan perasaan itu, yuk. Coba bermain atau membaca buku bersama, dan lihat ke mana topik pembicaraan mengarah. Kadang sebagai Bunda, kita ingin informasi secepat mungkin. Mungkin itu membuatnya tak nyaman, Bu. Jika ia merasa dekat dengan Bunda, ia tak akan ragu bercerita.

4. Jadikan ia Mandiri

Terkadang yang menjadikan si Kecil malas bercerita adalah karena Bunda selalu ingin memecahkan masalahnya. Wajar ya, Bu, apalagi kita kan tak tahan apabila si Kecil menghadapi masalah. Tapi lebih baik bila Bunda biarkan ia mengatasi masalahnya sendiri. Tentunya dengan memberikan berbagai pilihan. Coba dengan katakan, “Menurutmu, apa saja solusi masalahnya? Ada pilihannya nggak?” Atau, “Kamu paling nyaman dengan pilihan apa?” Nah, jika si Kecil merasa Bunda percaya ia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, ia akan jadi lebih percaya diri dan positif. Dan tak heran jika ia kembali lagi untuk bercerita pada Bunda!

Tapi, jangan anggap sikap tidak mau berceritanya itu pertanda negatif, Bu. Percaya atau tidak, di usianya yang menginjak 6 tahun, dia kini membutuhkan waktu untuk sendiri, lho. Jadi hindari terlalu memaksanya, Bu. Dengan begitu, dia akan lebih nyaman untuk mengobrol dengan Bunda, deh!

Heading 2: Konsultasi dengan Ahli Gizi

Mendapatkan informasi yang benar mengenai nutrisi dan gizi yang tepat untuk si Kecil adalah hal yang penting, Bu. Untuk itu, Bunda dapat melakukan konsultasi gratis dengan ahli gizi. Dengan berkonsultasi, Bunda dapat mendapatkan pengetahuan dan saran yang lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan si Kecil. Jadi, jangan ragu untuk mencari tahu dan berkonsultasi dengan ahli gizi, Bu.

Baca Juga:  DIY: Memanfaatkan Kardus Bekas

Heading 2: Pantau Tumbuh Kembang Lewat Posyandu Online

Selain berkonsultasi dengan ahli gizi, Bunda juga dapat memantau tumbuh kembang si Kecil melalui posyandu online. Posyandu online memberikan kemudahan bagi Bunda untuk mendapatkan informasi dan pemantauan tumbuh kembang si Kecil tanpa harus datang ke posyandu secara fisik. Dengan posyandu online, Bunda dapat mengikuti perkembangan si Kecil secara rutin dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk merawatnya dengan baik.

Heading 2: Dapatkan Info Parenting dan Hadiah Spesial dari Bunda & Balita

Selain itu, Bunda juga dapat menjadi bagian dari komunitas Bunda & Balita dan mendapatkan info parenting serta hadiah spesial. Dengan bergabung dalam komunitas ini, Bunda dapat bertukar pengalaman dengan Bunda lainnya, mendapatkan tips dan trik dalam merawat si Kecil, serta mendapatkan promo dan hadiah menarik. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dalam komunitas Bunda & Balita dan dapatkan manfaatnya, Bu.

Dalam merawat si Kecil, penting bagi kita sebagai orang tua untuk selalu mendengarkan dan memberikan perhatian yang baik. Dengan cara-cara yang telah disebutkan di atas, diharapkan si Kecil akan merasa nyaman dan semangat untuk berbagi cerita dengan kita. Selain itu, dengan konsultasi dengan ahli gizi, memantau tumbuh kembang melalui posyandu online, dan bergabung dalam komunitas Bunda & Balita, Bunda dapat lebih terinformasi dan siap dalam menghadapi tantangan dalam merawat si Kecil.

Jadi, mari kita terus menjaga komunikasi yang baik dengan si Kecil dan memberikan dukungan yang mereka butuhkan. Dengan begitu, kita dapat membantu mereka tumbuh dan berkembang dengan baik. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Bunda dalam merawat si Kecil dengan baik. Terima kasih sudah membaca!

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com

Baca Juga:  Bu, Ini Lho 5 Manfaat Vitamin E untuk Anak