Inilah Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Susah BAB

Tanda Anak Susah BAB

Tanda-tanda anak susah BAB bisa berbeda pada setiap anak, namun ada beberapa tanda umum yang perlu diwaspadai oleh orangtua. Saat anak mengalami susah BAB, frekuensi buang air besar menjadi berkurang atau tidak teratur. Jika anak biasanya buang air besar setiap hari, namun tiba-tiba hanya buang air besar setiap dua atau tiga hari sekali, ini bisa menjadi tanda bahwa anak mengalami susah BAB.

Selain itu, anak yang susah BAB juga bisa mengalami sakit perut, terutama saat buang air besar. Mereka mungkin menangis atau menunjukkan ketidaknyamanan saat buang air besar. Feses atau kotoran anak yang susah BAB juga dapat menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Anak mungkin perlu mengejan atau mengepalkan tangan saat buang air besar.

Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah jika anak mengalami perubahan dalam pola makan. Anak yang susah BAB mungkin kehilangan nafsu makan atau makan lebih sedikit dari biasanya. Mereka mungkin juga mengalami perubahan mood atau menjadi lebih rewel dan sulit tidur.

Jika anak mengalami tanda-tanda di atas, penting bagi orangtua untuk memperhatikan dan mencari solusi untuk mengatasi susah BAB yang dialami anak.

Penyebab Anak Susah BAB

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan anak mengalami susah BAB. Salah satunya adalah kurangnya serat dalam makanan anak. Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan dan memperlancar buang air besar. Jika anak tidak mendapatkan cukup serat dalam makanannya, fesesnya bisa menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

Selain itu, kurangnya cairan dalam tubuh juga dapat menyebabkan anak mengalami susah BAB. Cairan membantu melunakkan feses dan memperlancar proses pencernaan. Jika anak tidak minum cukup air atau cairan lainnya, fesesnya bisa menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

Baca Juga:  Ibu dengan Diabetes, Bolehkah Menyusui?

Selain faktor makanan dan cairan, ada juga faktor lain yang dapat menyebabkan anak susah BAB. Salah satunya adalah kurangnya aktivitas fisik. Anak yang jarang bergerak atau kurang aktif secara fisik cenderung memiliki masalah dalam sistem pencernaan dan buang air besar.

Selain itu, stres atau kecemasan juga dapat mempengaruhi sistem pencernaan anak. Anak yang mengalami stres atau kecemasan mungkin mengalami perubahan dalam pola makan atau pola tidur, yang dapat menyebabkan masalah dalam buang air besar.

Cara Mengatasi Anak Susah BAB

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan orangtua untuk mengatasi anak susah BAB. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dicoba:

Meningkatkan Asupan Serat

Cara pertama yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan asupan serat dalam makanan anak. Serat dapat ditemukan dalam makanan seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Dengan memberikan makanan yang kaya serat kepada anak, fesesnya akan menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan.

Selain itu, penting juga untuk memastikan anak minum cukup air setiap hari. Air membantu melunakkan feses dan memperlancar proses pencernaan. Jadi pastikan anak minum cukup air setiap hari untuk mencegah susah BAB.

Meningkatkan Aktivitas Fisik

Selain meningkatkan asupan serat, penting juga untuk mendorong anak agar lebih aktif secara fisik. Aktivitas fisik dapat membantu memperlancar sistem pencernaan dan mencegah susah BAB. Ajak anak untuk bermain di luar rumah, melakukan olahraga ringan, atau melakukan aktivitas fisik lainnya yang disukainya.

Menciptakan Lingkungan yang Nyaman

Selain itu, penting juga untuk menciptakan lingkungan yang nyaman saat anak buang air besar. Pastikan anak merasa aman dan nyaman saat buang air besar. Berikan waktu yang cukup sehingga anak tidak terburu-buru saat buang air besar. Jika perlu, berikan mainan atau buku yang disukai anak agar mereka merasa lebih tenang dan rileks saat buang air besar.

Baca Juga:  Sajikan 3 Resep Olahan Udang yang Lezat Ini untuk Anak

Menggunakan Obat Laksatif

Jika semua cara di atas tidak efektif, orangtua bisa menggunakan obat laksatif yang direkomendasikan oleh dokter. Namun, penggunaan obat laksatif harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan petunjuk dokter. Orangtua juga perlu memahami bahwa penggunaan obat laksatif hanya sebagai langkah terakhir jika semua cara lain tidak berhasil.

Selain melakukan langkah-langkah di atas, penting juga untuk berkonsultasi dengan dokter jika anak mengalami susah BAB yang persisten atau disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan memberikan saran serta pengobatan yang sesuai dengan kondisi anak.

Dalam mengatasi anak susah BAB, konsistensi dan kesabaran sangat penting. Tidak semua cara akan berhasil dengan cepat, namun dengan kesabaran dan upaya yang konsisten, masalah susah BAB pada anak dapat diatasi. Jadi, jangan ragu untuk mencoba beberapa cara di atas dan berkonsultasi dengan dokter jika diperlukan.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com