Bila Tidur si Kecil Terganggu

Bila Tidur si Kecil Terganggu

Gangguan tidur pada si Kecil umumnya berkaitan dengan usia dan tahap perkembangannya. Apa saja bentuk gangguan tidur yang mungkin dialami si Kecil?

Terbangun dari tidur

Si Kecil yang berusia kurang dari 3 tahun mungkin akan terbangun dari tidur malamnya karena tumbuh gigi atau karena sakit (misalnya infeksi telinga). Masalah fisik seperti mendengkur, refluks asam lambung atau bahkan alergi bisa menyebabkan si Kecil terbangun di tengah malam. Jika ternyata si Kecil terbangun bukan karena masalah fisik, coba Bunda ingat-ingat peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini, apakah si Kecil baru berganti tempat tidur, apakah si Kecil baru memiliki adik, apakah pengasuhnya baru atau apakah si Kecil tidur siangnya lebih lama? Meskipun tampaknya ‘sepele’, hal-hal tersebut bisa menjadi penyebab terganggunya tidur malam si Kecil.

Jika tidak ditemukan masalah fisik, mungkin si Kecil mengalami mimpi buruk. Tenangkan si Kecil dan katakan padanya bahwa ia selalu aman, tidak perlu takut, mimpi dan mimpi buruk adalah ibarat melukis dan menggambar, artinya mereka dapat melukis gambar yang indah atau menakutkan. Bunda bisa melakukan ‘latihan mimpi’ untuk membantu si Kecil mengatasi mimpi buruknya. Diskusikan dengan si Kecil apa yang terjadi dalam mimpi buruknya dan ciptakan akhir mimpi yang menyenangkan. Misalnya jika si Kecil bermimpi terjatuh dari gedung tinggi, katakan padanya untuk membayangkan bahwa ia bisa terbang. Atau jika mimpi bertemu monster, katakan bahwa ternyata monster itu pandai membuat es krim, bukan monster yang jahat seperti di film.

Hal lain yang bisa Bunda coba lakukan adalah ‘menunda’ jam tidur malamnya. Biarkan si Kecil tidur 15-20 menit lebih larut supaya lebih lelah dan tidurnya pun akan lebih nyenyak.

Baca Juga:  Hamil 2 Bulan, Ini Hal yang Perlu Ibu Perhatikan

Sleep apnea

Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang serius dimana si Kecil mengalami kesukaran bernapas saat tidur. Hal ini bisa disebabkan oleh adanya sumbatan saluran napas atau adanya kegagalan otak untuk ‘memerintahkan’ otot-otot pernapasan bekerja sebagaimana mestinya. Sumbatan saluran napas di antaranya dijumpai pada anak yang amandelnya membengkak sehingga menghalangi aliran udara ke paru-paru. Kelebihan berat badan dan kelainan wajah tertentu (misalnya celah langit-langit) juga bisa menyebabkan tersumbatnya saluran napas.

Ciri-ciri sleep apnea adalah mendengkur nyaring, napas terhenti selama ≥ 10 detik, sering tidur dengan mulut terbuka, sering batuk atau tersedak ketika tidur, tidurnya gelisah atau terlihat bernapas dengan sekuat tenaga. Karena tidur malamnya terganggu, maka di siang hari, si Kecil cenderung terlihat mengantuk, rewel dan sering tertidur bukan pada waktunya. Untuk mendiagnosis sleep apnea, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan penunjang, termasuk pemeriksaan polisomnogram yang akan merekam gelombang otak, gerakan mata, pernapasan, kadar oksigen dalam darah, juga suara dengkuran selama tidur.

Jika penyebabnya adalah amandel yang bengkak, maka pengangkatan amandel biasanya dapat mengatasi gangguan ini. Beberapa anak mungkin memerlukan bantuan mesin khusus yang menjaga saluran udara tetap terbuka melalui sebuah masker yang dipakai selama tidur. Sebagian besar sleep apnea yang bersifat ringan akan menghilang dengan sendirinya sejalan dengan pertambahan usia si Kecil.

Berjalan dalam tidur

Penyebab keadaan ini belum diketahui dengan pasti, tetapi mungkin pemicunya adalah tidur di tempat asing, kurang tidur atau demam tinggi. Berjalan dalam tidur biasanya terjadi 1-2 jam setelah si Kecil tertidur. Si Kecil terlihat ‘bangun’ padahal sebenarnya tidak, meskipun matanya terbuka dan bahkan mungkin sambil bercakap-cakap. Si Kecil akan berjalan tanpa tujuan mengelilingi rumah.

Baca Juga:  9 Nutrisi untuk Perkembangan Otak Anak

Jangan membangunkan si Kecil yang sedang berjalan dalam tidurnya, tetapi arahkan supaya kembali ke tempat tidurnya. Si Kecil biasanya tidak akan ingat bahwa semalam dia berjalan dalam tidurnya, jadi sebaiknya Bunda tidak usah membicarakan hal ini dengan si Kecil karena hanya akan membuatnya menjadi takut untuk tidur. Singkirkan barang-barang yang berbahaya dari lingkungan sekitar tempat ia tertidur. Jika kamar tidurnya di lantai atas, pasanglah penghalang di tangga agar si Kecil terhindar dari jatuh karena menuruni tangga.

Refluks asam lambung : cairan lambung masuk kembali ke kerongkongan, menyebabkan rasa panas di dalam perut atau gumoh.

Gangguan tidur pada anak memang bisa menjadi masalah yang mempengaruhi kualitas tidur dan kesehatan anak secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk memahami dan mencari solusi untuk mengatasi gangguan tidur pada si Kecil. Meskipun beberapa gangguan tidur bisa hilang dengan sendirinya seiring pertumbuhan anak, namun jika gangguan tidur berlanjut dan mengganggu kesehatan dan perkembangan anak, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter atau ahli tidur untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Selain itu, penting juga bagi orangtua untuk menciptakan rutinitas tidur yang baik bagi si Kecil. Memberikan lingkungan tidur yang nyaman, menghindari penggunaan gadget atau televisi sebelum tidur, dan menciptakan kebiasaan tidur yang teratur bisa membantu si Kecil mendapatkan tidur yang nyenyak dan berkualitas.

Dalam mengatasi gangguan tidur pada si Kecil, komunikasi yang baik antara orangtua dan anak juga sangat penting. Ajak si Kecil berbicara tentang tidur dan mimpi-mimpinya, dengarkan keluhannya dengan penuh perhatian, dan berikan dukungan serta rasa aman kepada si Kecil. Dengan begitu, si Kecil akan merasa lebih nyaman dan tenang saat tidur.

Baca Juga:  Ide Menu MPASI 10 Bulan untuk si Kecil yang Prima

Selain itu, penting juga bagi orangtua untuk menjaga pola tidur yang baik bagi diri sendiri. Orangtua yang merasa lelah dan tidak teratur dalam tidur juga bisa mempengaruhi kualitas tidur si Kecil. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk menjaga kesehatan dan kualitas tidur mereka sendiri agar dapat memberikan perhatian dan dukungan yang baik kepada si Kecil.

Dalam beberapa kasus tertentu, jika gangguan tidur pada si Kecil sangat mengganggu kualitas hidupnya dan tidak dapat diatasi dengan cara-cara di atas, mungkin perlu dilakukan terapi tidur atau pengobatan lainnya yang direkomendasikan oleh dokter atau ahli tidur. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau ahli tidur dalam menangani gangguan tidur pada si Kecil.

Dalam hal ini, Frisian Flag Indonesia juga menyediakan layanan konsultasi gratis dengan ahli gizi untuk membantu orangtua dalam mengatasi gangguan tidur pada si Kecil. Layanan ini dapat memberikan informasi dan saran yang berguna dalam menjaga kesehatan dan kualitas tidur si Kecil.

Dalam menghadapi gangguan tidur pada si Kecil, kesabaran dan pemahaman adalah kunci utama. Setiap anak memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda, dan penting bagi orangtua untuk mengenali dan memahami kebutuhan tidur si Kecil. Dengan memberikan perhatian dan dukungan yang baik, serta mencari solusi yang tepat, orangtua dapat membantu si Kecil mendapatkan tidur yang nyenyak dan berkualitas, sehingga ia dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com