Bijak Menuruti Kemauan Si Kecil

Bijak Menuruti Kemauan Si Kecil: Menjaga Keseimbangan Antara Kebahagiaan dan Pembelajaran

Pernahkah kita mendengar kalimat ini diucapkan oleh si Kecil, “Bu, belikan aku sepatu dan tas baru lagi ya!”? Jika iya, tidak jarang permintaan seperti itu terucap berulang kali. Si Kecil memiliki cara sendiri untuk mengungkapkan keinginannya, dan sebagai orang tua, kita harus bijak dalam menanggapinya. Namun, apakah selalu tepat untuk menuruti setiap kemauan si Kecil?

Sebagai orang tua, kita tentu ingin melihat si Kecil bahagia. Namun, kita juga harus memperhatikan bahwa kebahagiaan tidak selalu berarti memenuhi semua keinginannya. Terlalu sering menuruti kemauan si Kecil dapat mengakibatkan kebiasaan memanjakan yang berlebihan. Hal ini dapat berdampak negatif pada perkembangan si Kecil, terutama dalam hal kemandirian dan kemampuan sosialisasinya.

Sebagai contoh, pernahkah kita mengalami situasi di mana si Kecil meminta sesuatu kepada orang terdekat lainnya, seperti kakek dan nenek? Biasanya, kakek dan nenek memiliki sudut pandang yang berbeda dalam mendidik si Kecil. Mereka cenderung lebih memanjakan si Kecil dan memberikan apa yang dia inginkan. Hal ini dapat membuat si Kecil semakin terbiasa dengan permintaannya yang selalu dituruti.

Sebagai orang tua, kita harus memahami bahwa kakek dan nenek juga ingin membahagiakan si cucu tercinta. Namun, kita perlu menyadari bahwa terlalu memanjakan si Kecil dapat menghambat perkembangannya. Si Kecil perlu belajar menjadi mandiri dan belajar bersosialisasi dengan teman-temannya. Oleh karena itu, kita harus berusaha menjaga keseimbangan antara kebahagiaan si Kecil dan pembelajarannya.

Saya juga pernah mengalami situasi serupa dengan si Kecil. Kakek dan neneknya sering kali memenuhi semua permintaannya. Hal ini membuat saya khawatir akan dampaknya pada perkembangan si Kecil. Oleh karena itu, saya mulai mencari informasi dan membaca buku mengenai cara mendidik si Kecil dengan bijak.

Baca Juga:  Memperkuat Daya Tahan dengan Bermain di Luar

Berikut adalah beberapa kiat bijak yang pernah saya terapkan dalam menuruti kemauan si Kecil:

1. Berikan hadiah setelah si Kecil melakukan hal positif
Sebagai orang tua, kita sebaiknya menuruti kemauan si Kecil setelah dia melakukan hal positif atau berperilaku sesuai harapan. Misalnya, jika si Kecil mengerjakan PR dengan sungguh-sungguh, kita bisa memberinya hadiah berupa waktu bermain di taman. Hal ini akan memberikan penghargaan kepada si Kecil atas usahanya yang positif. Namun, kita harus hindari memberikan hadiah seperti permen atau cokelat hanya untuk menuruti keinginan si Kecil. Hadiah yang diberikan haruslah dalam rangka membahagiakan si Kecil dan bukan hanya untuk memenuhi keinginannya.

2. Bersikap tegas dan tenang saat menasehati si Kecil
Saat si Kecil meminta sesuatu padahal baru saja kita memberikannya barang baru, kita perlu bersikap tegas namun tenang saat menasehatinya. Ajak si Kecil untuk berbicara dengan tatapan mata yang sungguh-sungguh. Tunjukkan dengan tegas bahwa permintaannya tersebut tidaklah baik, namun kita tidak perlu membentaknya. Bersikaplah dengan tenang dan jangan membuatnya takut. Misalnya, berikan pengertian kepada si Kecil bahwa ia baru saja mendapatkan mainan baru, sehingga tidak boleh meminta lagi dalam waktu dekat.

3. Membuat peraturan yang jelas dan konsisten
Buatlah peraturan yang sudah disepakati bersama dengan pasangan kita. Peraturan ini harus sederhana namun konsisten dalam penerapannya. Misalnya, kita bisa membuat peraturan tidak tertulis bahwa si Kecil hanya boleh mengonsumsi permen maksimal tiga kali dalam seminggu. Ketika si Kecil meminta untuk dibelikan permen setiap hari, kita bisa mengingatkannya akan peraturan tersebut dengan cara yang baik-baik.

4. Diskusikan dengan keluarga yang terlalu memanjakan si Kecil
Kita harus realistis bahwa kakek dan nenek merasa punya hubungan istimewa dengan cucunya. Oleh karena itu, penting untuk berdiskusi dengan mereka tentang hal ini dan mencari solusi terbaik. Bicarakan secara detail mengenai kebutuhan dan batasan-batasan yang perlu diterapkan pada si Kecil. Lambat laun, mereka pasti akan mengerti dan bersedia bekerja sama untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi si Kecil.

Baca Juga:  Anak Berjalan Jinjit, Normal Nggak Sih?

Dalam mendidik si Kecil, kita harus selalu menjaga keseimbangan antara kebahagiaan dan pembelajaran. Terlalu memanjakan si Kecil dapat menghambat perkembangannya, sedangkan terlalu tegas dan otoriter juga dapat membuatnya merasa terkekang. Oleh karena itu, penting bagi kita sebagai orang tua untuk mengetahui batasan-batasan yang perlu diterapkan serta memberikan pengertian kepada si Kecil mengenai pentingnya belajar dan menjadi mandiri.

Selain itu, kita juga harus memberikan contoh yang baik bagi si Kecil. Jika kita ingin si Kecil belajar menghargai uang, kita harus menunjukkan contoh dengan mengajarkan cara mengelola uang secara bijak. Jika kita ingin si Kecil menjadi mandiri, kita harus memberikan kesempatan baginya untuk belajar melakukan hal-hal secara mandiri, meskipun itu mungkin akan memakan waktu lebih lama dan lebih merepotkan bagi kita sebagai orang tua.

Dalam proses mendidik si Kecil, kita juga harus selalu berkomunikasi dengan pasangan kita. Bersama-sama, kita bisa saling memberikan dukungan dan memastikan bahwa kita konsisten dalam menerapkan aturan-aturan yang sudah disepakati. Jangan sampai terjadi perbedaan pendapat yang dapat membuat si Kecil bingung dan tidak konsisten dalam perilakunya.

Terakhir, kita juga harus memberikan kesempatan bagi si Kecil untuk belajar dari pengalaman. Jika ia melakukan kesalahan, jangan langsung menyalahkan atau menghukumnya. Berikan kesempatan baginya untuk mengerti mengapa tindakannya salah dan bagaimana ia bisa belajar dari kesalahannya. Bantu si Kecil untuk memahami konsekuensi dari tindakannya dan bagaimana ia bisa memperbaikinya di masa mendatang.

Dalam menghadapi permintaan si Kecil, kita sebagai orang tua harus bijak dan tidak terjebak dalam keinginan untuk memenuhi setiap keinginannya. Keseimbangan antara kebahagiaan dan pembelajaran harus selalu dijaga. Dengan memberikan kasih sayang yang tepat, mendidik si Kecil dengan bijak, dan selalu mengedepankan kepentingan jangka panjang si Kecil, kita akan mampu membantu si Kecil tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan mampu bersosialisasi dengan baik.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com