Bila Kepala si Kecil Terbentur

Bila Kepala si Kecil Terbentur: Mengatasi Cedera Kepala pada Anak

Pada masa pertumbuhan dan perkembangan, si Kecil aktif dalam bereksplorasi dunia sekitarnya. Kepala si Kecil sering kali menjadi bagian yang paling rentan terbentur, terutama saat mereka mulai belajar berjalan, berguling, dan merangkak. Kepala yang terbentur mungkin menjadi sumber kekhawatiran bagi Bunda, namun sebagian besar cedera kecil atau benturan pada kepala tidaklah membahayakan. Sebagian besar anak mengalami benturan kepala saat bermain di tangga, berguling di sofa, atau bahkan jatuh ke lantai. Namun, ada beberapa kondisi di mana cedera pada kepala perlu diperhatikan dengan serius.

Benturan pada kepala si Kecil lebih sering terjadi dibandingkan pada orang dewasa. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

1. Kemampuan mengendalikan gerakan kepala yang belum sempurna: Batita belum memiliki kemampuan mengendalikan gerakan kepalanya sebaik orang dewasa. Selain itu, ukuran kepala mereka relatif lebih besar dan otot leher mereka belum berkembang dengan baik.

2. Pusat gravitasi yang lebih dekat dengan kepala: Kaki si Kecil relatif lebih pendek dibandingkan dengan ukuran tubuh mereka. Hal ini menyebabkan pusat gravitasi lebih mendekati kepala dibandingkan dengan orang dewasa.

3. Proses pembelajaran keterampilan baru: Batita sedang dalam proses pembelajaran keterampilan baru seperti berjalan, berlari, dan melompat. Karena itu, mereka lebih rentan mengalami cedera atau jatuh.

Benturan atau tergores pada kepala dan wajah si Kecil biasanya akan sembuh dengan baik dan dapat diatasi dengan perawatan cedera seperti pada bagian tubuh lainnya. Luka pada permukaan kepala seringkali mengeluarkan darah karena wajah dan kulit kepala memiliki banyak pembuluh darah yang dekat dengan permukaan kulit. Namun, luka akibat benturan biasanya tidak parah dan darah yang keluar akan berhenti dengan perawatan sederhana. Jika darah terus keluar meski sudah diberikan perawatan, sebaiknya segera pergi ke dokter karena batita dapat kehilangan banyak darah akibat goresan yang dalam pada kepala.

Baca Juga:  Bayi Sering Muntah, Apa Penyebabnya?

Namun, cedera kepala yang serius dapat menyebabkan cedera pada otak. Semakin besar tekanan saat kepala terbentur, semakin besar kemungkinan terjadinya cedera serius pada otak. Ada beberapa tanda yang perlu Bunda perhatikan untuk mengenali dampak cedera kepala yang serius pada si Kecil, antara lain:

1. Muntah lebih dari dua kali: Muntah dapat menjadi tanda peningkatan tekanan pada otak si Kecil.

2. Sakit kepala hebat: Jika si Kecil mengeluh sakit kepala yang parah, perlu segera diperiksa lebih lanjut.

3. Gangguan bicara: Jika si Kecil gagap setelah terbentur kepala, segera periksakan ke dokter.

4. Gangguan keseimbangan: Jika si Kecil mengalami kesulitan berjalan atau berdiri tegak setelah terbentur kepala, sebaiknya segera periksa ke dokter.

5. Keluhan pusing: Jika si Kecil sering mengeluh pusing setelah terbentur kepala, periksakan ke dokter untuk memastikan tidak ada cedera serius pada otak.

6. Kesulitan bangun atau tidak sadarkan diri: Jika si Kecil sulit bangun atau tidak sadarkan diri setelah terbentur kepala, segera bawa ke rumah sakit untuk penanganan medis yang lebih lanjut.

7. Keluarnya cairan atau darah dari telinga atau hidung: Jika si Kecil mengalami keluarnya cairan atau darah dari telinga atau hidung setelah terbentur kepala, segera periksakan ke dokter karena dapat menjadi tanda cedera serius pada otak.

Penting untuk diketahui bahwa tidak semua benturan pada kepala perlu dikhawatirkan. Namun, jika Bunda melihat tanda-tanda yang disebutkan di atas atau merasa khawatir dengan cedera kepala si Kecil, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Untuk mencegah cedera kepala pada si Kecil, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Bunda dapat melatih si Kecil menggunakan kursi khusus batita saat di mobil, memastikan penggunaan sabuk pengaman yang tepat, dan membuat lingkungan rumah seaman mungkin agar si Kecil tidak sering terjatuh atau terbentur. Selain itu, selalu awasi si Kecil saat bermain dan beraktivitas. Jika si Kecil mengalami cedera kepala yang serius, segera bawa ke sarana pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang sesuai.

Baca Juga:  Si Kecil Mengisap Jempol, Perlukah Dikhawatirkan?

Dalam menghadapi cedera kepala pada si Kecil, peran Bunda sebagai orang tua sangatlah penting. Bunda dapat memberikan perhatian dan perawatan yang tepat saat si Kecil mengalami cedera kepala. Selain itu, Bunda juga perlu memahami tanda-tanda cedera kepala yang serius dan segera mencari bantuan medis jika diperlukan. Dengan begitu, Bunda dapat memberikan perlindungan dan perawatan terbaik bagi si Kecil.

Intisari

Cedera kepala pada si Kecil sering kali terjadi karena batita belum dapat mengendalikan gerakan kepalanya sebaik orang dewasa. Selain itu, ukuran kepala mereka yang relatif lebih besar dan pusat gravitasi yang lebih dekat dengan kepala juga membuat mereka lebih rentan mengalami cedera kepala. Sebagian besar cedera kepala pada si Kecil adalah cedera kecil yang dapat sembuh dengan perawatan sederhana. Namun, ada juga cedera kepala yang serius yang perlu diperhatikan, seperti cedera pada otak yang dapat menyebabkan gejala yang lebih serius. Untuk mencegah cedera kepala pada si Kecil, Bunda perlu melatih si Kecil menggunakan kursi khusus batita saat di mobil, memastikan penggunaan sabuk pengaman yang tepat, dan membuat lingkungan rumah seaman mungkin. Jika si Kecil mengalami cedera kepala yang serius, segera bawa ke sarana pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang sesuai. Sebagai orang tua, peran Bunda sangat penting dalam memberikan perhatian dan perawatan yang tepat saat si Kecil mengalami cedera kepala.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com