Si Kecil Terlalu Aktif Bisa Jadi Ia Anak Hiperaktif

Apa itu Hiperaktif?

Secara definisi, anak yang tergolong hiperaktif biasanya sangat aktif bahkan berlebihan, tidak bisa tenang, serta sulit berkonsentrasi pada satu hal dalam waktu yang lama. Hal ini dapat terjadi pada siapa saja. Apabila si Kecil ternyata mengalami hiperaktif, akan sangat baik apabila ibu menyadari sejak usianya masih dini. Dengan begitu, penanganan yang tepat dapat diberikan lebih cepat.

Si Kecil yang mengalami kondisi hiperaktif memang membutuhkan cara pengasuhan yang berbeda dengan anak normal. Hal ini dikarenakan si Kecil akan cenderung mudah teralih perhatiannya dari satu hal menuju hal lainnya. Oleh karena itu, ibu sebaiknya berkonsultasi dengan psikolog anak sehingga mendapatkan penanganan yang tepat. Selain itu, tingkat hiperaktif pada masing-masing individu pun dapat berbeda.

Lalu, mengapa si Kecil bisa mengalami hiperaktif? Kondisi ini dapat disebabkan oleh empat hal. Pertama karena ADHD atau gangguan defisit atensi. Kedua karena gangguan otak dan syaraf pusat. Ketiga karena gangguan psikologis. Keempat karena hipertiroidisme. Untuk mengetahui penyebab pastinya si Kecil memiliki kondisi hiperaktif, ibu harus mengeceknya ke rumah sakit, ya.

Ciri-ciri Si Kecil Hiperaktif

Jika tidak diperhatikan, anak-anak hiperaktif kadang hanya dianggap terlalu aktif saja. Padahal kondisi hiperaktif yang tidak tertangani akan sangat mempengaruhi si Kecil hingga ia dewasa. Kesulitan belajar, dikucilkan dari lingkungan, bahkan keterlambatan perkembangan secara psikologis dapat terjadi apabila lingkungan tidak memahami bahwa si Kecil mengalami kondisi hiperaktif. Untuk itu, Bunda sebaiknya mengetahui berbagai ciri-ciri hiperaktif yang mungkin bisa terlihat pada keseharian si Kecil. Berikut 5 ciri-ciri anak hiperaktif yang umum terjadi.

Kesulitan fokus

Si Kecil dengan kondisi hiperaktif akan kesulitan untuk fokus terutama dalam waktu lama. Ia akan mudah tertarik hal lain dengan sangat cepat. Hal ini akan membuatnya kesulitan berkonsentrasi ketika belajar. Selain itu, si Kecil akan terhambat komunikasinya. Ia akan memiliki inisiatif yang lebih rendah karena kurang fokus.

Baca Juga:  Jangan Sampai Rusak, Ini Cara Mudah Rawat Kuku Bayi

Bicara tidak sesuai

Si Kecil juga akan sering bicara tanpa berpikir terlebih dahulu. Empati yang ia miliki akan menjadi rendah sehingga mudah mengeluarkan kata-kata yang tidak semestinya. Si Kecil akan lebih mudah menyampaikan kata-kata kasar serta ejekan karena ia tidak menyadari hal tersebut dapat menyakiti orang lain.

Sering memukul sembarangan

Perilaku memukul sembarangan dapat muncul terutama jika kondisi hiperaktif dibiarkan begitu saja. Si Kecil akan berusaha menyalurkan energinya dengan memukul dan mengira hal tersebut tidak salah.

Berperilaku impulsif

Ciri paling umum pada si Kecil dengan kondisi hiperaktif adalah berperilaku impulsif. Hal ini akan membuatnya menjadi rewel serta manja. Perilaku impulsif ini bahkan tidak mengenal tempat dan waktu sehingga kadang akan sangat merepotkan.

Sulit untuk tenang

Si Kecil akan kesulitan untuk tenang. Bahkan duduk di pojok ruangan sambil menonton video selama lima menit akan menjadi hal yang sangat menyiksa untuk si Kecil. Ia akan mudah bosan serta sangat aktif setiap saat. Si Kecil juga menjadi lebih rawan terluka karena terlalu banyak berlari dan terlalu lincah. Hal ini akan menjadi masalah serius terutama jika sedang berada di angkutan umum atau jalan raya.

Apabila si Kecil memang mengalami kondisi hiperaktif, yang pertama kali harus ibu lakukan adalah tetap bersikap tenang. Jangan cemas dan khawatir berlebihan. Kondisi hiperaktif dapat ditangani. Bunda hanya perlu tahu terlebih dahulu dengan jelas, apa penyebab si Kecil mengalami kondisi hiperaktif. Setelah mengetahui penyebabnya, maka bantuan secara medis dan psikologis harus diupayakan.

Untuk penanganan maksimal, si Kecil tentunya membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Tugas ibu adalah memberi pengertian pada lingkungan sekitar mengenai kondisi si Kecil. Dengan begitu, si Kecil tidak akan merasa tertekan dengan kondisinya. Bunda harus selalu bersabar serta konsisten setiap harinya dalam menangani kondisi si Kecil. Mengikuti berbagai forum anak hiperaktif bisa menjadi salah satu solusi berbagai kepada sesama ibu yang memiliki anak hiperaktif juga. Yang terpenting adalah ibu harus tetap menyayangi dan merawat si Kecil dengan sepenuh hati, ya.

Baca Juga:  Persiapan Mudik Bagi Ibu Hamil

Konsultasi dengan Ahli Gizi

Selain penanganan medis dan psikologis, ibu juga perlu memperhatikan asupan gizi si Kecil yang mengalami hiperaktif. Konsultasi dengan ahli gizi dapat membantu ibu untuk mengetahui makanan yang sebaiknya dikonsumsi si Kecil agar kondisinya tetap terjaga. Ahli gizi akan memberikan saran mengenai menu makanan seimbang yang dapat membantu mengurangi gejala hiperaktif pada si Kecil.

Makanan yang sehat dan bergizi sangat penting bagi perkembangan anak, terutama anak yang mengalami hiperaktif. Beberapa makanan yang dianjurkan untuk anak hiperaktif antara lain:

1. Makanan tinggi serat seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.
2. Makanan tinggi protein seperti daging, ikan, dan kacang-kacangan.
3. Makanan tinggi omega-3 seperti ikan salmon, sarden, dan tuna.
4. Makanan tinggi magnesium seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan bayam.
5. Makanan tinggi kalsium seperti susu, keju, dan yoghurt.

Dengan pola makan yang sehat dan seimbang, gejala hiperaktif pada si Kecil dapat dikurangi. Namun, penting juga untuk menghindari makanan atau minuman yang mengandung pewarna buatan, pengawet, dan pemanis buatan, karena dapat memicu gejala hiperaktif yang lebih parah.

Selain itu, penting juga untuk memperhatikan waktu makan si Kecil. Usahakan memberikan makanan pada waktu yang sama setiap harinya agar si Kecil memiliki pola makan yang teratur. Hindari memberikan makanan berat atau makanan tinggi gula sebelum tidur agar si Kecil tidak sulit tidur.

Dengan menjaga pola makan yang sehat dan berkonsultasi dengan ahli gizi, ibu dapat membantu mengurangi gejala hiperaktif pada si Kecil. Namun, perlu diingat bahwa setiap anak memiliki kebutuhan gizi yang berbeda, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi si Kecil.

Baca Juga:  BTS: Cerita Tentang Keluarga Masing-Masing Member, di Balik Keberhasilannya Menjadi Idola Dunia

Kesimpulan

Hiperaktif adalah kondisi di mana anak sangat aktif bahkan berlebihan, sulit tenang, dan sulit berkonsentrasi dalam waktu yang lama. Anak yang mengalami hiperaktif membutuhkan penanganan yang tepat, baik secara medis maupun psikologis. Bunda perlu memperhatikan ciri-ciri hiperaktif pada si Kecil agar dapat memberikan penanganan yang tepat.

Selain itu, penting juga untuk memperhatikan asupan gizi si Kecil yang mengalami hiperaktif. Konsultasi dengan ahli gizi dapat membantu ibu untuk mengetahui makanan yang sebaiknya dikonsumsi si Kecil agar kondisinya tetap terjaga.

Dengan penanganan yang tepat dan dukungan dari lingkungan sekitarnya, si Kecil yang mengalami hiperaktif dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Bunda sebagai orang tua perlu tetap sabar dan konsisten dalam menangani kondisi si Kecil. Yang terpenting adalah tetap menyayangi dan merawat si Kecil dengan sepenuh hati.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com