5 Perbedaan Mendasar Homeschooling dan Sekolah Formal

5 Perbedaan Mendasar Homeschooling dan Sekolah Formal

Homeschooling sering kali menjadi pilihan orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak mereka. Metode ini dilakukan di rumah dengan bimbingan orang tua dan lembaga homeschooling atau tutor. Dalam homeschooling, anak tidak belajar di tempat formal seperti sekolah atau institusi pendidikan lainnya yang melibatkan kegiatan belajar kolektif.

Homeschooling dilakukan karena beberapa pertimbangan, seperti lingkungan sekolah yang tidak kondusif, penekanan pada nilai-nilai moral atau agama, atau ketidaksetujuan dengan program akademik yang ditawarkan oleh sekolah. Namun, di Indonesia pemahaman mengenai homeschooling sering kali kurang tepat karena adanya lembaga non formal dengan label homeschooling yang sebenarnya menyesatkan masyarakat mengenai makna sebenarnya dari homeschooling. Akibatnya, homeschooling sering kali diidentikkan dengan eksklusif dan hanya bisa dilakukan oleh kalangan masyarakat menengah ke atas. Padahal, homeschooling sebenarnya dapat dilakukan oleh semua lapisan masyarakat dengan komitmen orang tua yang memahami pertimbangan-pertimbangan yang ada.

Perbedaan Homeschooling dengan Sekolah Formal

Sebelum memutuskan untuk memberikan pendidikan dengan metode homeschooling, penting bagi orang tua untuk mengetahui perbedaan-perbedaan antara homeschooling dan sekolah formal:

1. Lingkungan sekolah
Dalam segi lingkungan, sekolah formal memiliki bangunan sekolah yang sudah diatur agar kondusif untuk belajar. Dilengkapi dengan fasilitas yang diperlukan seperti ruang kelas, laboratorium, dan lapangan. Di sekolah formal, terdapat aturan yang harus diikuti oleh semua siswa selama berada di sekolah.

Sementara itu, dalam homeschooling, orang tua memiliki kontrol penuh terhadap lingkungan belajar. Belajar bisa dilakukan di rumah, taman, museum, atau perpustakaan. Homeschooling juga memungkinkan orang tua untuk mengurangi gangguan belajar yang mungkin terjadi di lingkungan luar.

2. Kesehatan dan keamanan
Beberapa orang tua mungkin khawatir melepas anak mereka pergi ke sekolah karena berbagai alasan, seperti potensi paparan virus atau kejahatan yang tidak terduga. Selain itu, orang tua juga tidak bisa memiliki pengawasan penuh terhadap kesehatan dan kebersihan anak mereka saat berada di sekolah.

Baca Juga:  Bu, Ini Manfaat Kelompok Bermain untuk si Kecil

Dengan homeschooling, orang tua dapat mengawasi anak dengan lebih efektif terutama dalam hal kesehatan dan keamanan.

3. Materi belajar
Setiap sekolah formal memiliki program atau kurikulum yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Kurikulum ini menjadi acuan dalam pembelajaran selama satu tahun ajaran. Jika orang tua tidak setuju dengan kurikulum tersebut, mereka tidak dapat menolaknya. Berbeda dengan homeschooling, orang tua dapat memilih materi belajar yang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak mereka. Mereka juga dapat fokus pada materi yang paling dikuasai oleh anak.

4. Perkembangan sosial
Sekolah formal memiliki peran penting dalam mengembangkan kemandirian anak. Di sekolah, anak akan belajar bersosialisasi dengan teman sebaya dan guru. Mereka juga akan belajar berkompetisi untuk mendapatkan nilai terbaik di kelas.

Dalam homeschooling, anak akan memiliki pengalaman sosialisasi yang lebih terbatas karena mereka hanya akan bertemu dengan anggota keluarga. Orang tua dapat mengatasi hal ini dengan mengizinkan anak berpartisipasi dalam kegiatan atau komunitas yang sesuai dengan minat mereka.

5. Perhatian untuk anak
Di sekolah formal, perhatian guru terbagi untuk semua siswa di kelas. Seorang guru harus mampu menyampaikan materi pelajaran kepada banyak anak sekaligus. Oleh karena itu, diperlukan kemandirian dari anak untuk dapat mengikuti pelajaran dengan bantuan guru atau teman sekelas.

Dalam homeschooling, orang tua atau guru pendamping dapat memberikan perhatian penuh pada anak. Mereka dapat memastikan bahwa anak benar-benar memahami materi yang diajarkan.

Kelebihan dan Kekurangan Homeschooling

Selain memahami perbedaan antara homeschooling dan sekolah formal, orang tua juga perlu mempertimbangkan keuntungan dan kekurangan homeschooling:

Keuntungan homeschooling:
1. Waktu belajar yang lebih fleksibel dan disesuaikan dengan kondisi anak
2. Fokus pada minat dan bakat anak
3. Pengawasan penuh dari orang tua
4. Kesempatan untuk belajar di berbagai tempat
5. Waktu istirahat yang lebih optimal untuk anak

Baca Juga:  Hati-hati, Inilah Bahaya Gigi Berlubang pada Anak

Kekurangan homeschooling:
1. Fasilitas belajar yang terbatas
2. Membutuhkan perhatian dan tenaga ekstra dari orang tua
3. Ruang lingkup sosial anak yang terbatas
4. Kurangnya momen sosialisasi dengan teman sebaya
5. Membutuhkan kemandirian yang lebih tinggi dari anak

Dalam memilih metode pendidikan terbaik untuk anak, orang tua perlu mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik anak secara holistik. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan asupan nutrisi yang baik agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Nutrisi yang baik dapat meningkatkan daya serap pembelajaran dan stimulasi yang diberikan oleh orang tua atau guru. Oleh karena itu, pastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang dan memadai.

Dengan memahami perbedaan antara homeschooling dan sekolah formal serta keuntungan dan kekurangan homeschooling, orang tua dapat membuat keputusan yang terbaik untuk pendidikan anak mereka. Yang terpenting adalah memastikan bahwa anak mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan dan potensinya.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com