BAB Bayi Hijau? Ibu Harus Waspada dan Kenali Penyebabnya!



BAB Bayi Hijau? Bunda Harus Waspada dan Kenali Penyebabnya!

Kesehatan pencernaan si Kecil akan memengaruhi tumbuh kembangnya lho, Bu! Segera cara tahu penyebab dan cara mengatasi BAB bayi hijau di sini!

BAB bayi hijau kerap membuat orangtua khawatir. Pasalnya, warna kotoran bayi memang menentukan kondisi kesehatan si Kecil. Namun, Lantas jika BAB bayi hijau, apakah kondisi tersebut normal atau justru merupakan tanda adanya masalah kesehatan?

Bunda tidak perlu khawatir, karena BAB bayi hijau termasuk kondisi yang normal dan biasa dialami oleh sebagian besar bayi. Bayi baru lahir misalnya, tak jarang warna fesesnya tampak hijau tua atau kehitaman yang disebut mekonium. Mekonium adalah cairan ketuban dan lendir yang tertelan bayi ketika masih berada di dalam kandungan, sehingga dikeluarkan setelah bayi baru lahir pada usia 1-3 hari melalui pup bayi. Teksturnya cenderung lengket dan berwarna hijau kehitaman.

Kondisi BAB bayi hijau juga bisa disebabkan oleh beragam faktor lain, seperti konsumsi ASI yang kurang tepat hingga adanya penyakit tertentu yang mungkin dialami oleh buah hati Bunda.

Bila tidak ada indikasi penyakit, BAB bayi hijau akan berubah warna seiring dengan proses tumbuh kembangnya. Perubahan tinja si Kecil tersebut bisa terlihat mulai dari hitam atau hijau tua, kuning, jingga, merah, hingga hijau. Bunda perlu memperhatikan perubahan tekstur, jumlah, dan warna fesesnya.

Penyebab BAB Bayi Hijau

Beberapa hari setelah lahir, kotoran bayi biasanya mengalami perubahan dari warna hitam menjadi kuning seperti mustard. Namun, selama masa transisi dari warna hitam ke kuning, Bunda mungkin saja akan melihat BAB bayi hijau.

Seiring bertambahnya usia si Kecil, jenis dan pola makan juga akan berpengaruh terhadap warna pup bayi. Ketika BAB bayi hijau dan encer, Bunda mungkin merasa kaget dan khawatir jika sesuatu terjadi pada dirinya akibat melihat kondisi BAB bayi hijau. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk mengetahui penyebab lain ketika BAB bayi hijau, di antaranya:

Makanan yang dikonsumsi Bunda menyusui

Salah satu penyebab BAB bayi hijau adalah makanan yang Bunda konsumsi. Makanan tersebut dapat memengaruhi kualitas ASI yang Bunda berikan kepada Si Kecil. BAB bayi hijau bisa disebabkan karena Bunda terlalu banyak mengonsumsi sayuran hijau atau makanan dan minuman yang mengandung pewarna hijau. Selain itu, Bunda yang sedang mengonsumsi suplemen zat besi juga bisa memengaruhi kualitas ASI dan menyebabkan BAB bayi hijau.

Baca Juga:  3 Kreasi Hadiah Unik untuk si Kecil

Tumbuh gigi

Ketika bayi mengalami tumbuh gigi, tubuhnya akan memproduksi air liur secara berlebih. Otomatis, si Kecil pun menelan air liur tersebut hampir setiap saat. Nah, jika ia terlalu banyak menelannya, liur yang tercerna dalam perut akhirnya dapat menyebabkan BAB bayi hijau.

Foremilk dan hindmilk

BAB bayi hijau juga bisa muncul karena si Kecil terlalu banyak mengonsumsi ASI rendah kalori atau disebut juga ASI foremilk dan terlalu sedikit menerima ASI tinggi lemak atau disebut juga ASI hindmilk. Foremilk merupakan ASI encer yang pertama kali keluar saat Bunda menyusui. Sementara, hindmilk merupakan ASI yang lebih kental dan muncul pada akhir proses Bunda menyusui. Pemberian foremilk dan hindmilk ini sebaiknya seimbang. Oleh karena itu, Bunda bisa membiarkan Si Kecil menyusu pada satu sisi payudara lebih lama, agar mendapatkan lemak susu yang lebih tinggi. Bunda juga bisa memulai proses menyusui dengan sisi payudara yang terakhir diisap oleh bayi.

Alergi

Selain penyebab di atas, BAB bayi hijau juga bisa terjadi karena bayi mengalami alergi. lho, Bu. Alergi dapat dipicu oleh makanan yang si Kecil konsumsi. Coba Bunda perhatikan, jika BAB bayi hijau setiap diberi ASI atau makanan tertentu, kemudian kondisi tersebut disertai ruam, gatal, lebih rewel, atau sering bersin, maka bisa jadi kondisi tersebut merupakan pertanda si Kecil mengalami alergi. Jika kondisi ini terjadi, segeralah periksakan si Kecil ke dokter anak untuk mengetahui penyebab alergi, BAB bayi hijau, dan cara mengatasinya dengan tepat.

Si Kecil sedang sakit

Meskipun BAB bayi hijau tergolong kondisi normal, namun pada beberapa kasus, kondisi tersebut justru menunjukkan si Kecil sedang sakit, misalnya diare. Bunda bisa melihat tanda-tanda BAB bayi hijau akibat diare jika frekuensi BAB Si Kecil jadi lebih sering dari biasanya, terlihat lemas, dan tekstur tinjanya encer atau cair. Diare pada bayi juga biasanya disertai dengan gejala lain, seperti:

Demam
Mual dan muntah
Nafsu makan atau menyusu jadi menurun
Tinja berwarna gelap atau disertai bercak darah
Mulut si Kecil lebih kering
Tidak mengeluarkan air mata saat menangis
Si Kecil mudah mengantuk
Tampak lemas atau tidak aktif seperti biasanya
Mata si Kecil terlihat cekung

Baca Juga:  6 Nutrisi di Dalam Makanan agar Anak Tumbuh Tinggi

Jika Bunda menyadari si Kecil mengalami gejala-gejala di atas, maka bisa jadi diare yang dialami si Kecil telah menyebabkan ia mengalami dehidrasi yang bisa menjadikan BAB bayi hijau. Solusinya, Bunda perlu memberikan si Kecil ASI lebih sering dari biasanya.

Namun, jika si Kecil sudah berusia 6 bulan ke atas dan sudah bisa mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI), maka berikanlah si Kecil ASI dan air putih lebih banyak, serta tambahan cairan rehidrasi oral, seperti pedialit atau oralit setiap kali anak BAB atau muntah.

Cara mengatasi BAB Bayi Hijau

Setelah memahami penyebab BAB bayi warna fesesnya hijau, ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Cara mengatasi penyebab BAB bayi hijau ini bisa Bunda lakukan dengan mudah di rumah. Perlu dipahami dalam mengatasi BAB bayi yang warna fesesnya hijau ini, Bunda jangan terlanjur panik terlebih dahulu. Berikut adalah langkah yang bisa Bunda lakukan.

Berikan ASI dari payudara secara bergantian
Salah satu langkah untuk mengatasi BAB bayi hijau yang bisa Bunda lakukan di rumah adalah dengan cara memberikan ASI dari satu payudara terlebih dahulu. Pastikan Bunda untuk memberikan ASI dari satu payudara secara menyeluruh sebelum pindah ke payudara satunya.

Alangkah baiknya Bunda terus memberikan ASI dari satu payudara hingga bayi merasa kenyang atau hingga payudara tidak lagi dapat menyalurkan ASI. Hal ini dilakukan untuk mengatasi BAB bayi hijau, sehingga si buah hati bisa mendapatkan ASI dengan kandungan asupan secara optimal, terutama lemak yang tinggi. Kandungan asupan yang diterima bayi termasuk lemak tinggi akan membantu proses pencernaan jadi lebih baik sehingga BAB bayi hijau bisa teratasi.

Pastikan mulut bayi tepat saat menyusui

Tidak sekadar memberikan ASI dari payudara saja, pada prosesnya, untuk mengatasi BAB Bayi hijau, pastikan mulut bayi berada dalam posisi yang tepat. Posisi mulut atau bibir bayi yang baik saat menyusui adalah mencakup seluruh bagian puting hingga sekitar areola.

Bunda juga bisa merasakan sendiri apakah mulut bayi sudah menempel secara baik atau belum. Jika belum, kembali atur posisi menyusui bayi secara perlahan agar ASI dan kandungan nutrisi di dalamnya bisa tersalurkan dengan baik sehingga menghindari risiko BAB bayi hijau yang berkelanjutan.

Baca Juga:  3 Cara Unik Mengabadikan Kehamilan

Warna Feses Bayi Berdasarkan Kondisi Kesehatannya

Warna feses amat menentukan kondisi kesehatan bayi, terutama pada satu tahun pertama kehidupannya. Berikut ini penjelasan singkat mengenai warna feses berdasarkan kondisi kesehatan bayi, antara lain:

Hitam

Warna feses bayi hitam menunjukkan kondisi yang normal pada bayi baru lahir. Warna ini dikatakan tidak normal jika dialami oleh bayi yang sudah berusia balita. Tinja bayi baru lahir yang berwarna hitam dengan konsistensi kental dinamakan mekonium. Isinya terdiri dari lendir, jaringan kulit, dan cairan amniotik. Warna tinja yang hitam ini tidak boleh berlangsung lebih dari beberapa hari setelah si Kecil lahir.

Kuning kecokelatan

Warna feses bayi yang kuning kecokelatan termasuk kondisi normal dan biasanya muncul setelah mekonium selesai dikeluarkan. Warna ini pun sebagai tanda si Kecil mengonsumsi ASI.

Kuning terang

Warna tinja yang kuning terang bisa dikatakan normal pada bayi yang diberi ASI. Namun, jika warna tinja si Kecil kuning terang disertai frekuensi buang air besar dan kecil lebih sering dari biasanya, maka kemungkinan si Kecil mengalami diare.

Merah

Warna tinja atau kotoran bayi yang merah bisa dianggap normal jika Bunda atau si Kecil telah mengonsumsi makanan atau minuman yang berwarna dasar merah. Namun, pada beberapa kondisi, warna tinja merah bisa disebabkan karena adanya perdarahan akibat infeksi pencernaan. Sebaiknya Bunda konsultasi dengan dokter anak agar si Kecil mendapat penanganan yang tepat.

Cokelat kehijauan

Warna tinja atau kotoran bayi dengan perpaduan cokelat dan feses bayi berwarna hijau termasuk kondisi yang normal dan biasanya dialami oleh bayi yang telah diberikan susu formula.

Putih atau abu-abu

Bayi juga bisa mengeluarkan tinja yang berwarna putih lho. Bunda harus hati-hati jika kondisi ini dialami si Kecil karena gejala tersebut merupakan kondisi yang serius dan harus segera mendapat penanganan dari dokter.

Seperti itulah penyebab BAB bayi hijau dan warna tinja bayi lainnya yang dapat dijadikan tolak ukur untuk mengetahui kondisi tubuh si Kecil. Pastikan Bunda mengetahui warna, tekstur, dan frekuensi BAB si Kecil, agar dapat mencegah terjadinya gangguan kesehatan yang lebih serius.

Dapatkan info parenting dan hadiah spesial dari Bunda&Balita dengan mendaftar di situs kami.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com