Bu, Ini 9 Cara Mengatasi Anak Tantrum dengan Efektif


Apakah Anak Tantrum Itu Wajar?

Tantrum adalah hal yang normal terjadi pada setiap anak sebagai bagian dari proses perkembangannya. Fase tantrum pada anak biasanya paling banyak terjadi antara usia 1 dan 3 tahun. Saat si Kecil mengalaminya, penting bagi orangtua atau pengasuh untuk dapat mengontrol emosi dan mengambil tindakan yang tepat.

Namun, jika tantrum anak sudah melebihi batas wajar, maka perlu waspada. Hal itu bisa menjadi tanda adanya masalah pada tahapan perkembangan si Kecil.

Ciri-ciri Anak Tantrum yang Tidak Wajar

Dalam mengatasi anak tantrum, penting untuk mengetahui ciri-ciri tantrum yang tidak wajar. Beberapa ciri-ciri tersebut antara lain:

Durasi Marah yang Lama

Durasi tantrum biasanya hanya sekitar 20 hingga 30 detik pada anak normal. Namun, jika tantrum anak berlangsung lebih dari 25 menit, maka perlu waspada. Durasi tantrum yang lama dapat menjadi tanda bahwa ada masalah pada perkembangan si Kecil.

Frekuensinya Sering Terjadi

Jika frekuensi tantrum anak terjadi lebih dari lima kali sehari, maka bisa dikatakan anak sudah melebihi batas normal. Jika dalam sebulan anak mengalami tantrum sebanyak 10 hingga 20 kali, kemungkinan anak mengalami masalah kejiwaan serius dan perlu mendapatkan penanganan oleh ahli.

Melakukan Kontak Fisik dengan Orang Lain

Jika anak tantrum hingga melakukan kontak fisik dengan orang lain seperti menendang, memukul, atau mencakar, maka bisa dikatakan tantrumnya sudah tidak wajar. Tindakan mengamuk tersebut dapat menyebabkan orang yang akan menenangkannya merasa kesakitan dan kewalahan. Hal ini bisa menjadi tanda bahwa anak mengalami gangguan emosional.

Melukai Diri Sendiri

Jika anak tantrum kemudian melukai orang lain atau dirinya sendiri seperti membenturkan kepala atau mencakar tubuhnya, maka tindakan tersebut menunjukkan tanda bahwa anak memiliki tekanan psikologis dengan level berat. Hal ini juga menjadi salah satu bahaya tantrum pada anak.

Baca Juga:  SDIT Insantama: Better Education for Better Life

Belum Mampu Menenangkan Diri

Anak tantrum yang belum mampu menenangkan diri setelah mengeluarkan emosinya menandakan bahwa ia belum memiliki keterampilan pengaturan emosi yang baik. Hal ini menyebabkan kemarahan anak semakin parah hingga mengamuk dan berteriak-teriak.

Cara Mengatasi Anak Tantrum

Dalam menghadapi anak tantrum, ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh orangtua atau pengasuh untuk mengatasi tantrum tersebut. Beberapa cara tersebut antara lain:

Berikan pelukan dan ciuman

Jika memungkinkan, dekati anak yang sedang tantrum dan berikan pelukan serta ciuman. Tindakan sederhana ini dapat membantu menenangkan anak dan mencegah bahaya tantrum.

Ajak anak bicara

Ajak anak untuk berbicara setelah tantrumnya mereda. Jika anak belum bisa berbicara dengan lancar, berikan pertanyaan yang mungkin menjadi penyebab kemarahannya dan ia akan merespon dengan anggukan atau gelengan kepala.

Hentikan aktivitas yang sedang dilakukan

Jika anak tantrum saat orangtua sedang sibuk, hentikan dulu kegiatan yang sedang dilakukan dan temani anak. Berikan perhatian kepada anak agar ia merasa didengarkan dan dihargai.

Alihkan perhatiannya

Alihkan perhatian anak dengan memberikan mainan favorit, bernyanyi lembut, atau menunjukkan sesuatu yang menarik. Ini dapat membantu meredakan tantrum dan mengalihkan perhatian anak pada hal-hal positif.

Berikan waktu bagi dirinya sendiri

Jika anak tantrum dan tidak membahayakan diri sendiri atau orang lain, berikan ia waktu sendiri sambil tetap menemani di dekatnya. Ini dapat membantu anak menenangkan diri sendiri dan kembali ke kondisi yang lebih baik.

Mandi dan bermain air

Bermain air dapat menjadi cara yang efektif untuk meredakan emosi anak tantrum. Ajak anak mandi sambil bermain busa dan membawa mainan favoritnya. Aktivitas ini dapat membantu anak menenangkan diri dan merasa lebih baik.

Baca Juga:  7 Rekomendasi Sekolah untuk Homeschooling

Ajak bercanda

Ajak anak bercanda dengan membuat ekspresi wajah lucu atau melakukan guyonan. Cara ini dapat membuat anak tersenyum dan melupakan kemarahannya.

Bermain dengan teman

Ajak anak untuk bermain dengan teman atau saudaranya. Bermain bersama teman dapat membantu anak melupakan kemarahannya dan merasa lebih bahagia.

Bantu anak mengeluarkan perasaannya dengan cara lain

Bantu anak untuk mengenali dan mengungkapkan perasaannya dengan cara lain seperti melukis, menulis, atau bermain musik. Ini dapat membantu anak mengekspresikan emosinya dengan cara yang lebih positif.

Dalam mengatasi anak tantrum, penting juga untuk memperhatikan asupan nutrisi yang baik untuk anak. Asupan nutrisi yang seimbang dapat membantu menjaga kesehatan dan mengoptimalkan perkembangan anak.

Selain itu, peran 9AAE dan DHA juga sangat penting dalam perkembangan anak. Kekurangan 9AAE dapat mempengaruhi potensi tinggi badan anak, sedangkan DHA berperan dalam perkembangan otak anak. Oleh karena itu, pastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dari makanan sehari-hari.

Jika cara-cara mengatasi tantrum di atas tidak efektif atau jika anak mengalami tantrum yang berlebihan, sebaiknya konsultasikan dengan ahli psikologi atau dokter anak. Mereka dapat memberikan saran dan bantuan yang tepat untuk mengatasi masalah tantrum pada anak.

Mengatasi anak tantrum memang tidak mudah, namun dengan pemahaman dan pendekatan yang tepat, kita dapat membantu anak mengatasi emosi negatifnya dan tumbuh menjadi anak yang lebih baik.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com