Bu, Ini 8 Jenis Imunisasi Dasar Lengkap untuk Anak



Imunisasi Dasar Lengkap untuk Anak: Pentingnya Meningkatkan Daya Tahan Tubuh dan Mencegah Penyakit

Pada artikel ini, kita akan membahas mengenai pentingnya melakukan imunisasi dasar lengkap untuk anak-anak. Imunisasi dasar lengkap adalah program imunisasi yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak dan mencegah penyakit. Dalam program ini, terdapat delapan jenis imunisasi dasar yang harus diberikan kepada anak-anak, yaitu imunisasi polio, hepatitis, BCG, HiB, DPT, MMR, rotavirus, dan PCV.

Imunisasi dasar lengkap merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan anak sejak dini. Dengan memberikan imunisasi dasar lengkap, anak akan memiliki kekebalan tubuh yang kuat dan mampu melawan penyakit-penyakit yang bisa mengancam kesehatannya. Sejak lahir, anak sudah dianjurkan untuk mendapatkan imunisasi polio, hepatitis B, dan BCG. Imunisasi polio bertujuan untuk mencegah penularan virus polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Sedangkan imunisasi hepatitis B berguna untuk melindungi hati anak dari infeksi virus hepatitis B yang dapat menyebabkan kerusakan pada hati.

Selain itu, imunisasi BCG juga sangat penting untuk mencegah tuberkulosis, penyakit yang dapat menyebabkan meningitis pada anak. Imunisasi HiB berfungsi untuk mencegah pneumonia dan meningitis. Sedangkan imunisasi DPT melindungi anak dari risiko penyakit difteri, pertussis, dan tetanus. Imunisasi MMR sangat efektif dalam mencegah penyakit gondok, campak, dan rubella. Imunisasi rotavirus berguna untuk menghindari penyakit yang berhubungan dengan gangguan pencernaan. Terakhir, imunisasi PCV dapat mencegah infeksi bakteri penyebab pneumonia.

Mengapa perlu melakukan imunisasi dasar lengkap? Imunisasi dasar lengkap sangat penting dilakukan karena dapat memberikan perlindungan kepada anak sejak usia dini. Pemberian imunisasi dasar lengkap akan membantu tubuh anak mengenali dan melawan penyakit-penyakit yang bisa membahayakan kesehatannya. Dengan adanya imunisasi dasar lengkap, anak akan memiliki kekebalan tubuh yang kuat dan mampu melawan penyakit dengan lebih baik.

Baca Juga:  Info Ibu Hamil Seputar Memilih Bra Menyusui yang Tepat

Manfaat imunisasi dasar lengkap sangatlah besar. Pertama, imunisasi dasar lengkap dapat melindungi tubuh anak dari serangan dan ancaman bakteri atau virus penyebab penyakit. Dengan adanya imunisasi, tubuh anak akan memiliki kekebalan yang lebih baik terhadap penyakit-penyakit tertentu. Kedua, imunisasi dasar lengkap dapat meningkatkan kualitas hidup anak. Dengan terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya, anak akan dapat tumbuh dengan sehat dan tanpa hambatan.

Bagaimana jadwal imunisasi dasar lengkap? Jadwal imunisasi dasar lengkap biasanya dimulai sejak bayi lahir hingga usia 36 bulan. Pada usia 0-12 bulan, bayi akan mendapatkan beberapa jenis imunisasi dasar lengkap seperti imunisasi hepatitis B, BCG, PCV, DPT, HiB, dan polio. Imunisasi hepatitis B diberikan segera setelah bayi lahir, kemudian dilanjutkan pada usia 1-2 bulan dan 6-18 bulan. Imunisasi BCG hanya diberikan sekali pada rentang usia 0-1 bulan. Imunisasi PCV diberikan pada anak di bawah dua atau lima tahun. Imunisasi DPT diberikan pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 15-18 bulan, dan 4-6 tahun. Imunisasi HiB diberikan pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Sedangkan imunisasi polio diberikan pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6-18 bulan, dan 4-6 tahun.

Pada usia 12-36 bulan, anak juga masih membutuhkan beberapa jenis imunisasi dasar lengkap. Salah satunya adalah imunisasi MMR yang diberikan pada usia 12-15 bulan dan 4-6 tahun. Imunisasi MMR berguna untuk mencegah penyakit campak, gondok, dan rubella. Selain itu, imunisasi hepatitis A juga diberikan pada anak usia 12-23 bulan dan diikuti dengan dosis kedua 6 bulan kemudian.

Sebelum dan setelah melakukan imunisasi, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Misalnya, memberikan si Kecil pakaian yang mudah dilepas sehingga memudahkan petugas kesehatan saat memberikan suntikan. Selain itu, memberikan ASI atau memberikan pelukan setelah imunisasi dapat membantu mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan oleh anak. Jika anak mengalami demam atau merasa sakit setelah imunisasi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak atau bidan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Baca Juga:  Poligami: Anak dari Istri Kedua pun Berbagi Cerita

Selain melakukan imunisasi dasar lengkap, penting juga bagi Bunda untuk memberikan nutrisi yang baik kepada anak. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan memberikan ASI yang berkualitas. ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Jika Bunda tidak dapat memberikan ASI, Bunda dapat memberikan susu formula yang sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan. Pastikan susu formula yang diberikan mengandung nutrisi penting seperti protein, zat besi, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh anak.

Dalam melakukan imunisasi dasar lengkap, Bunda juga dapat berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai nutrisi yang diperlukan oleh anak. Ahli gizi dapat memberikan saran dan rekomendasi mengenai menu makanan sehat yang dapat diberikan kepada anak. Dengan memberikan nutrisi yang baik, anak akan memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan mampu melawan penyakit dengan lebih baik.

Dalam menjaga kesehatan anak, penting bagi Bunda untuk memantau jadwal imunisasi dasar lengkap dan memberikan nutrisi yang baik. Dengan melakukan kedua hal tersebut, Bunda telah memberikan perlindungan tambahan kepada anak dan memastikan bahwa anak tumbuh dengan sehat dan tanpa hambatan. Imunisasi dasar lengkap adalah investasi untuk masa depan anak, karena dengan kesehatan yang baik, anak akan dapat meraih masa depan yang lebih cerah.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com