Tes Dan Observasi TB


Pertama tes mantoux.

Tes Mantoux adalah salah satu tes yang dilakukan untuk mendeteksi infeksi Tuberkulosis (TB). Tes ini dilakukan dengan menyuntikkan kuman TBC yang telah dimatikan ke dalam lapisan atas kulit pada lengan bawah. Setelah itu, tenaga medis akan melihat hasilnya dalam waktu 48 hingga 72 jam. Hasil dari tes ini dinilai berdasarkan indurasi yang terbentuk, bukan warna kemerahan pada kulit. Hasil yang dianggap positif adalah ketika diameter indurasi berukuran sama dengan atau lebih dari 10 mm. Namun, untuk bayi dan anak usia 2 tahun ke bawah yang tidak memiliki faktor risiko TB, hasil yang dianggap positif adalah ketika diameter indurasi berukuran 15 mm atau lebih. Pengecualian lainnya adalah untuk anak dengan gizi buruk atau anak dengan HIV, hasil yang dianggap positif adalah ketika diameter indurasi berukuran 5 mm atau lebih.

Tes Mantoux ini tidak sepenuhnya dapat menentukan apakah seseorang terinfeksi TB atau tidak. Tes ini hanya sebagai langkah awal dalam mendeteksi kemungkinan infeksi TB. Tes Mantoux perlu diperkuat dengan pemeriksaan lain, seperti foto rontgen.

Pemeriksaan Foto Rontgen

Pemeriksaan foto rontgen dapat memberikan gambaran kondisi paru-paru dan kelenjar getah bening pada tubuh. Pada orang dewasa, kuman TBC biasanya membangun sarangnya pada paru-paru bagian atas. Oleh karena itu, pada gambar rontgen orang dewasa, akan terlihat adanya infiltrat pada daerah paru-paru bagian atas. Namun, pada anak-anak, kuman TBC biasanya membangun sarang di kelenjar getah bening yang berdekatan dengan jantung. Jika hanya difoto dari depan, sulit untuk melihat adanya infiltrat karena terhalang oleh bayangan jantung. Oleh karena itu, foto rontgen juga perlu dilakukan dari arah samping agar gambaran paru-paru tidak terganggu oleh bayangan jantung.

Baca Juga:  Memahami Kognisi

Namun, penting untuk diketahui bahwa keberadaan infiltrat pada foto rontgen tidak selalu menunjukkan bahwa anak tersebut mengidap TB. Anak yang sedang mengalami batuk dengan dahak yang banyak, meskipun tidak mengidap TB, juga dapat menunjukkan gambaran infiltrat pada foto rontgen. Oleh karena itu, foto rontgen harus dilakukan pada saat anak dalam kondisi terbaik, idealnya setelah anak sembuh dari batuk atau pada saat batuknya minimal. Meskipun foto rontgen dapat memberikan gambaran kondisi paru-paru dan kelenjar getah bening, tetapi foto rontgen saja tidak dapat digunakan sebagai alat untuk mendiagnosis TB.

Pemeriksaan Tes Darah

Pemeriksaan tes darah juga dapat dilakukan sebagai pendukung dalam mendiagnosis infeksi TB. Pada pemeriksaan tes darah, parameter yang diuji biasanya adalah LED (laju endap darah) dan kadar limfosit. Namun, nilai diagnostik dari kedua parameter tersebut lebih rendah daripada foto rontgen. LED dan kadar limfosit yang tinggi hanya menunjukkan terjadinya infeksi di dalam tubuh, namun semua jenis infeksi juga dapat meningkatkan nilai LED dan limfosit dalam darah.

Dalam mendiagnosis TB pada anak, kelompok kerja TBC anak (IDAI, DEPKES & WHO 2004) menggunakan sistem skoring. Sistem skoring ini melibatkan 8 parameter yang harus dihitung untuk mendapatkan skor total. Parameter-parameter tersebut antara lain adalah kontak dengan penderita TB, hasil tes Mantoux, berat badan anak, demam tanpa sebab jelas, batuk berkepanjangan, pembesaran kelenjar di sekitar leher, pembengkakan tulang/sendi panggul, lutut, dan hasil foto rontgen. Anak dikatakan positif TB jika skor total dari ke-8 parameter tersebut minimal 6 poin.

Dengan mengombinasikan hasil dari tes Mantoux, foto rontgen, dan tes darah, dokter dapat melakukan diagnosis yang lebih akurat terhadap infeksi TB pada anak. Namun, penting untuk diingat bahwa semua pemeriksaan ini hanya sebagai langkah awal dalam mendiagnosis TB, dan diagnosis yang pasti hanya dapat ditegakkan melalui pemeriksaan lebih lanjut, seperti tes dahak.

Baca Juga:  3 Ciri Mental Pecundang di Tempat Kerja

Perbedaan antara TB Infected dan TB Aktif

Setelah melalui serangkaian tes dan observasi, diagnosa yang diberikan untuk Zahra adalah TB Infected atau juga dikenal sebagai TB laten. TB laten adalah kondisi ketika seseorang terinfeksi bakteri TB tetapi tidak mengalami gejala atau menjadi sakit TB (TB aktif). Pada kondisi TB laten, kuman TB dalam tubuh tidak aktif tetapi juga tidak mati, melainkan tidur lama. Kondisi ini tidak menular.

Meskipun anak yang positif terinfeksi TB tidak mengalami gejala atau sakit TB, tetap perlu diberikan pengobatan pencegahan atau profilaksis. Jumlah bakteri TB dalam infeksi TB lebih sedikit daripada TB aktif, sehingga penanganannya juga lebih mudah. Pengobatan profilaksis untuk TB Infected dilakukan dengan memberikan obat INH (isoniazid) selama beberapa bulan.

Sedangkan TB aktif membutuhkan pengobatan yang lebih intensif. Pengobatan TB aktif dilakukan dengan kombinasi obat anti TBC (OAT) seperti Isoniazid (INH), Rifampisin, dan Pirazinamid. Kombinasi obat ini diberikan selama 2 bulan pertama, kemudian dilanjutkan dengan kombinasi INH dan Rifampisin selama 4 bulan berikutnya.

Penting untuk memastikan apakah Zahra benar-benar mengidap TB aktif atau hanya TB Infected. Pengobatan TB aktif membutuhkan obat-obatan yang bersifat racun bagi hati dan harus dikonsumsi dalam jangka panjang. Setelah selesai masa pengobatan, fungsi kerja hati perlu diperiksa untuk memastikan tidak ada kerusakan yang ditimbulkan oleh obat-obatan tersebut. Selain itu, obat INH juga dapat menimbulkan efek samping seperti kesemutan, nyeri otot, dan gangguan kesadaran. Untuk mengurangi efek samping tersebut, diberikan suplemen vitamin B6 (piridoksin) selama pengobatan.

Syukurlah Zahra hanya terdiagnosis TB Infected dan cukup diberikan pengobatan berupa obat INH selama beberapa bulan. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi saya sebagai orangtua, terutama dalam memilih pengasuh dan menjaga kesehatan anak. Tuberkulosis adalah penyakit serius yang perlu diwaspadai, terutama pada anak-anak. Dengan melakukan pemeriksaan yang komprehensif, diagnosis dan pengobatan yang tepat dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit ini.

Baca Juga:  Langkah-langkah Menyusui


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com