Puasa Bikin Bayi Diare? Ini Faktanya!

Puasa Bikin Bayi Diare? Ini Faktanya!

Pernahkah Anda mendengar anggapan bahwa berpuasa saat menyusui bisa membuat bayi mengalami diare? Anggapan ini seringkali membuat ibu-ibu ragu untuk berpuasa saat menyusui. Namun, apakah anggapan ini benar adanya? Mari kita cari tahu lebih lanjut.

Menurut dokter, berpuasa saat menyusui tidak akan menyebabkan bayi terkena diare. Hal ini bertolak belakang dengan kepercayaan yang selama ini banyak dipercaya oleh ibu-ibu. Untuk memastikan kebenaran informasi ini, saya pun mencari referensi dari berbagai sumber, termasuk melakukan konsultasi dengan dokter anak.

Hasilnya, dokter anak saya menjelaskan bahwa anggapan puasa bisa menyebabkan bayi diare hanyalah mitos belaka. Selama ibu menyusui tetap menjaga asupan nutrisi yang cukup dan seimbang, kualitas dan kuantitas ASI tetap normal. Selain itu, faktor psikologis ibu juga berpengaruh terhadap kelancaran produksi ASI. Jadi, jika ibu sedang tidak stabil secara emosional, misalnya sedang cemas atau stres, produksi ASI bisa terganggu.

Dari sudut pandang medis, diare pada bayi biasanya disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, parasit, alergi makanan, atau keracunan. Jadi, jika bayi mengalami diare saat ibu sedang berpuasa, hal ini belum tentu disebabkan oleh perubahan kualitas ASI. Namun, sangat penting bagi ibu untuk tetap menjaga asupan nutrisi yang cukup dan menjaga tubuh agar tidak dehidrasi selama berpuasa.

Selama berpuasa, waktu untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian terbatas, yaitu saat sahur dan berbuka. Oleh karena itu, ibu perlu memilih makanan yang bergizi dan mengandung hormon prolaktin, yang dapat meningkatkan produksi ASI. Beberapa makanan yang mengandung hormon prolaktin antara lain daun katuk, bayam, wortel, dan pepaya. Selain itu, sayuran dan buah-buahan tersebut juga mengandung enzim dan vitamin penting yang dibutuhkan oleh ibu menyusui.

Baca Juga:  7 Mainan ini Bagus Untuk Kecerdasan Bayi 7 Bulan, Apa Saja?

Dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, ibu dapat menjaga kualitas dan kuantitas ASI selama berpuasa. Hal ini juga membantu menjaga berat badan bayi agar tetap stabil dan sistem pencernaan bayi tetap sehat.

Jadi, tidak perlu khawatir lagi, ibu bisa berpuasa dengan tenang saat menyusui. Namun, seperti yang selalu ditekankan, tetaplah menjaga asupan nutrisi yang cukup dan seimbang. Jangan lupa untuk minum air yang cukup agar tubuh tidak dehidrasi.

Selain itu, jika ibu memiliki kekhawatiran atau pertanyaan lebih lanjut mengenai puasa dan menyusui, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi yang kompeten. Mereka akan memberikan informasi dan saran yang tepat untuk ibu dan bayi.

Sebagai ibu, menjaga kesehatan bayi adalah prioritas utama. Oleh karena itu, sebelum mengambil keputusan untuk berpuasa saat menyusui, penting untuk mencari informasi yang akurat dan berkonsultasi dengan tenaga medis yang kompeten.

Dalam Islam, ibu menyusui diberikan keringanan dalam berpuasa. Jika ibu merasa tidak mampu atau khawatir akan kesehatan bayi, boleh untuk tidak berpuasa dan menggantinya di kemudian hari. Kesehatan ibu dan bayi adalah yang terpenting.

Selamat berpuasa dan semoga ibu dan bayi selalu sehat!

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com