Serba-Serbi Tes Mantoux Pada Anak


Tuberculosis: Penyakit Paru yang Menular

Sebelum kita membahas tentang tes Mantoux pada anak, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu tentang penyakit Tuberculosis atau yang lebih dikenal dengan TB. Tuberculosis adalah penyakit paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan sangat menular. Penularan penyakit ini dapat terjadi melalui udara, terutama saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Tuberculosis tidak hanya menyerang orang dewasa, namun juga dapat menular pada anak-anak. Anak-anak yang terinfeksi TB biasanya memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah, sehingga rentan terhadap infeksi. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita sebagai orang tua untuk memastikan bahwa anak-anak kita terbebas dari penyakit ini.

Tes Mantoux: Pemeriksaan Awal untuk Mendeteksi Tuberculosis

Tes Mantoux atau Tuberculin Skin Test (TST) merupakan salah satu pemeriksaan yang umum dilakukan untuk mendeteksi adanya infeksi Tuberculosis pada tubuh seseorang. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menyuntikkan cairan tuberkulin ke dalam kulit, yang kemudian akan menyebabkan reaksi pada kulit sebagai indikator adanya kuman Tuberculosis.

Pemeriksaan ini biasanya direkomendasikan oleh dokter jika anak mengalami beberapa gejala yang mencurigakan, seperti demam yang berlangsung lebih dari 2 minggu, nafsu makan yang turun, berat badan yang tidak naik selama 2 bulan berturut-turut, kelelahan dan kelesuan yang berkepanjangan, benjolan pada leher, atau batuk yang tidak kunjung sembuh meskipun sudah diobati.

Prosedur Tes Mantoux

Jika dokter merekomendasikan tes Mantoux untuk anak Anda, berikut adalah prosedur yang biasanya diikuti selama pemeriksaan ini:

1. Cairan tuberkulin yang disebut PPD (Purified Protein Derivative) akan disuntikkan ke dalam kulit lengan anak.
2. Setelah penyuntikan, akan terbentuk benjolan kecil di permukaan kulit tempat injeksi dilakukan.
3. Dokter akan memberikan tanda batas awal di sekitar benjolan dengan menggunakan spidol agar. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengukuran perubahan ukuran benjolan.
4. Setelah 48-72 jam, dokter akan memeriksa kembali benjolan yang terbentuk untuk melihat apakah terjadi perubahan ukuran atau tidak.
5. Jika benjolan tidak membesar, maka hasil tes Mantoux dikatakan negatif, yang berarti anak tidak terinfeksi kuman Tuberculosis.
6. Namun, jika benjolan mengalami perubahan ukuran sekitar 5-10 mm dan terlihat adanya peradangan, maka hasil tes Mantoux dikatakan positif. Hal ini menunjukkan bahwa anak mungkin sedang atau pernah terpapar kuman Tuberculosis.

Baca Juga:  KMS Berat Bada Bayi Seperti Apa Seharusnya?

Arti dari Hasil Tes Mantoux Positif

Meskipun hasil tes Mantoux yang positif menunjukkan bahwa anak mungkin terpapar kuman Tuberculosis, namun hasil ini tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya penentu apakah anak tersebut benar-benar terinfeksi atau tidak. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah ada infeksi Tuberculosis yang sedang berlangsung saat ini.

Jika hasil tes Mantoux positif, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan, seperti tes darah atau tes dahak, untuk memastikan apakah anak tersebut benar-benar terinfeksi Tuberculosis atau tidak. Jika terbukti terinfeksi, anak akan diberikan pengobatan yang sesuai untuk mengatasi penyakit ini.

Pentingnya Deteksi Dini dan Penanganan yang Cepat

Tes Mantoux merupakan salah satu cara untuk mendeteksi dini adanya infeksi Tuberculosis pada anak. Semakin cepat infeksi ini terdeteksi, semakin besar tingkat kesembuhan yang dapat dicapai. Oleh karena itu, sebagai orang tua, kita harus selalu memperhatikan gejala-gejala yang mencurigakan pada anak dan segera berkonsultasi dengan dokter jika gejala tersebut muncul.

Selain itu, kita juga perlu mengedukasi anak-anak tentang pentingnya menjaga kebersihan diri, terutama dalam hal mencuci tangan dan menjaga daya tahan tubuh. Tindakan pencegahan seperti ini dapat membantu mengurangi risiko infeksi Tuberculosis.

Ke Mana Harus Tes Mantoux?

Tes Mantoux biasanya dapat dilakukan di fasilitas kesehatan, seperti klinik atau rumah sakit. Dokter akan memberikan petunjuk mengenai tempat dan waktu yang tepat untuk melakukan tes ini. Penting bagi kita sebagai orang tua untuk mengikuti petunjuk tersebut dan memastikan anak mendapatkan tes Mantoux dengan tepat waktu.

Dalam melakukan tes Mantoux ini, dokter yang berkompeten dan berpengalaman akan melakukan prosedur dengan hati-hati dan menjaga kebersihan serta kenyamanan anak. Jadi, tidak perlu panik atau khawatir saat dokter meminta tes Mantoux pada anak. Tes ini dilakukan demi kebaikan dan kesehatan anak kita.

Baca Juga:  Ciri-ciri Pasangan yang Gemar Playing Victim dan Cara Terbaik Menghadapi Mereka!

Kesimpulan

Tes Mantoux merupakan pemeriksaan awal yang umum dilakukan untuk mendeteksi adanya infeksi Tuberculosis pada anak. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menyuntikkan cairan tuberkulin ke dalam kulit, yang kemudian akan menyebabkan reaksi sebagai indikator adanya kuman Tuberculosis.

Tes Mantoux sangat penting dilakukan untuk deteksi dini dan penanganan yang cepat terhadap infeksi Tuberculosis pada anak. Semakin cepat infeksi ini terdeteksi, semakin besar tingkat kesembuhan yang dapat dicapai. Oleh karena itu, sebagai orang tua, kita harus selalu memperhatikan gejala-gejala yang mencurigakan pada anak dan segera berkonsultasi dengan dokter jika gejala tersebut muncul.

Janganlah panik atau khawatir saat dokter meminta tes Mantoux pada anak. Tes ini dilakukan demi kebaikan dan kesehatan anak kita. Penting bagi kita untuk mengikuti petunjuk dokter dan memastikan anak mendapatkan tes Mantoux dengan tepat waktu.

Mari kita semua berperan aktif dalam menjaga kesehatan anak-anak kita, termasuk dalam deteksi dan penanganan infeksi Tuberculosis. Dengan melakukan tindakan pencegahan yang tepat, kita dapat membantu mencegah penyebaran penyakit ini dan menjaga kesehatan anak-anak kita.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com