Kenali Gejala dan Penyebab Epilepsi pada Anak



Kenali Gejala Epilepsi pada Anak

Epilepsi pada anak merupakan gangguan pada sistem saraf pusat yang disebabkan oleh ketidaknormalan pola aktivitas listrik otak. Gangguan ini dapat terjadi pada anak-anak usia berapa pun, termasuk bayi dan balita. Untuk dapat mengatasi epilepsi pada anak dengan cepat, penting bagi kita untuk mengenali gejala dan penyebabnya. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai gejala epilepsi pada anak dan cara mengatasinya.

Jenis-jenis Epilepsi pada Anak

Epilepsi pada anak tidak hanya satu jenis saja, tapi diklasifikasikan menjadi empat jenis utama. Pertama adalah epilepsi partial seizure, di mana anak akan menampakkan gejala suka melamun, namun masih sadar terhadap keadaan di sekitarnya. Jenis epilepsi ini umumnya terjadi pada anak-anak usia sekolah. Kedua adalah epilepsi generalized seizures, di mana anak akan mengalami gejala suka melamun yang berlanjut menjadi tidak sadarkan diri dan badan lemas selama beberapa waktu. Gejala ini sering kali muncul saat aktivitas jantung meningkat atau anak kelelahan. Jenis epilepsi ini umumnya terjadi pada anak-anak usia remaja. Ketiga adalah epilepsi general tonic clonic seizure, di mana anak mengalami kondisi gangguan organik di otak. Gejala yang muncul adalah anak tidak sadarkan diri yang disertai dengan kejang-kejang selama 1-3 menit. Jenis epilepsi ini umumnya terjadi pada anak-anak usia remaja atau dewasa muda. Terakhir adalah unclassified epileptic seizures, di mana gejala yang timbul adalah langsung tidak sadarkan diri yang disertai dengan kejang-kejang dan penyebab lainnya yang tidak dapat dideteksi. Jenis epilepsi ini umumnya terjadi pada anak-anak usia remaja atau dewasa.

Gejala Epilepsi pada Anak

Gejala epilepsi pada anak dapat terlihat sejak usia bayi. Beberapa gejala yang dapat muncul adalah:

1. Terdapat bercak coklat lebih dari enam buah di badan yang menyerupai tanda lahir dengan ukuran 1-2 cm.
2. Adanya bercak kemerahan yang besarnya hampir menutupi sebagian wajah anak.
3. Bercak di wajah dengan jumlah banyak yang tampilannya menyerupai jerawat.
4. Mengalami kejang secara tiba-tiba dan berhenti dengan sendirinya selama kurang lebih 5 menit.
5. Anak berhenti beraktivitas dan menatap dengan tatapan mata kosong seperti melamun yang disebut dengan kejang petit mal. Kejang ini berlangsung selama 30 detik hingga 1 menit dengan kondisi lengan atau kepala yang lunglai.
6. Anak mengalami kedutan yang dimulai pada satu jari atau telapak tangan, lalu menjalar ke lengan hingga ke sebagian atau seluruh tubuh.
7. Beberapa saat sebelum anak kejang, terdapat sebuah aura yang menyebabkan si Kecil merasa sakit tanpa sebab secara tiba-tiba, mencium bau yang tidak ada sumbernya, atau mendengar suara halusinasi. Selain itu, ia akan merasa penglihatannya bermasalah atau ada perasaan aneh di bagian tubuhnya, khususnya perut.

Baca Juga:  Bikin Mesra, Ini 15 Cara Menikmati Quality Time Bersama Pasangan

Penyebab Epilepsi pada Anak

Penyebab epilepsi pada anak dapat dibagi menjadi dua jenis. Pertama, epilepsi idiopatik atau epilepsi primer yang belum diketahui pasti penyebabnya. Namun, beberapa ahli berpendapat bahwa epilepsi ini berkaitan dengan faktor genetik atau keturunan dari orangtua. Kedua, epilepsi simptomatik yang disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

1. Adanya kelainan otak. Anak mengalami kelainan otak seperti terdapat kanker atau tumor di kepalanya.
2. Mengalami cedera otak saat di kandungan. Saat berada di dalam kandungan, bayi sangat rentan mengalami cedera otak. Terlebih saat mengalami kondisi ibu terkena infeksi serta bayi kekurangan oksigen dan nutrisi.
3. Terserang penyakit menular. Anak yang terserang penyakit menular seperti HIV/AIDS, meningitis, dan radang otak yang disebabkan oleh virus dapat terjangkit epilepsi.
4. Mengalami trauma di kepala. Jika secara tidak sengaja anak terkena benturan keras di kepala, maka dapat memicu timbulnya epilepsi.
5. Kelahiran prematur. Bayi yang lahir prematur berisiko mengalami pendarahan di dalam otak yang dapat menyebabkan kejang dan perdarahan intrakranial.
6. Kekurangan nutrisi tertentu dalam darah. Saat anak memiliki kadar natrium, kalsium, dan glukosa dalam darah yang rendah, maka dapat memicu epilepsi.

Bisakah Epilepsi Diobati?

Untuk dapat mengobati epilepsi pada anak, diperlukan diagnosa dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan kondisi saraf anak, serta tes elektroensefalografi (EEG) untuk mengetahui kondisi abnormal pada otak anak. Setelah terdiagnosis, perlu untuk segera diobati guna menstabilkan aktivitas listrik dalam otak dan mengendalikan epilepsi pada anak.

Terdapat beberapa penanganan yang dapat dilakukan untuk mengobati epilepsi pada anak. Pertama, epilepsi yang bersifat sementara dapat sembuh seiring berlalunya waktu. Kedua, perawatan dilakukan untuk mengurangi kemungkinan serangan kejang, seperti tidak membiarkan anak terlalu kelelahan, memberikan nutrisi yang cukup, dan memastikan anak cukup tidur. Ketiga, memberikan obat antiepileptic dan anticonvulsant yang harus diresepkan dengan kombinasi tepat untuk menghindari efek buruk. Terakhir, jika kasus epilepsi sudah ekstrim, maka operasi dapat diambil sebagai pilihan untuk mengobati epilepsi pada anak.

Baca Juga:  Perawatan Anak Saat Gigi Tanggal

Hal yang Harus Dilakukan Saat Anak Mulai Mengalami Kejang

Saat anak mulai mengalami kejang, penting bagi kita untuk tetap tenang dan mengambil langkah-langkah yang tepat. Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan saat anak mulai mengalami kejang:

1. Jangan panik, tenangkan diri terlebih dahulu agar dapat menolong anak dengan baik.
2. Pastikan anak dalam keadaan aman, tidak ada benda tajam atau keras di sekitarnya yang dapat membahayakan anak.
3. Baringkan tubuh anak secara menyamping, baik ke kanan maupun ke kiri, agar cairan di dalam mulutnya tidak masuk ke saluran napas dan dapat keluar dengan mudah.
4. Jangan memasukkan apa pun ke dalam mulut anak selama terjadi serangan kejang, karena dapat menghambat jalan napas.
5. Cek kondisi anak saat dan setelah kejang, apakah ia masih bernapas atau tidak. Jika anak tidak bernapas setelah kejang, segera bawa anak ke unit gawat darurat (UGD) di rumah sakit terdekat.
6. Setelah kejang berakhir, berikan anak istirahat yang cukup dan jangan memberikan obat tambahan kecuali atas saran dokter.

Demikianlah beberapa informasi penting mengenai epilepsi pada anak. Jika anak Anda menunjukkan gejala-gejala epilepsi yang telah disebutkan di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosa dan pengobatan yang tepat. Dengan melakukan pengobatan yang rutin, ada kemungkinan besar anak Anda dapat sembuh dari epilepsi.

Pencegahan Epilepsi pada Anak

Untuk mencegah epilepsi pada anak, Anda perlu memerhatikan asupan nutrisi yang diberikan kepada anak. Asupan nutrisi yang seimbang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Selain itu, selama masa tumbuh kembangnya, hormon pertumbuhan juga sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak dan otot anak. Penting untuk memastikan bahwa anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, termasuk 9 asam amino esensial (9AAE) dan DHA (asam lemak omega-3). Kekurangan 9AAE dapat menghambat pertumbuhan anak dan mengganggu perkembangan otaknya. Oleh karena itu, pastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup melalui makanan sehari-hari.

Baca Juga:  Apa Manfaat Susu Pertumbuhan untuk Otak? Ini Jawabannya

Selain itu, hindari faktor-faktor yang dapat memicu epilepsi pada anak, seperti cedera kepala, infeksi otak, dan paparan zat beracun. Selalu perhatikan keamanan anak saat beraktivitas, dan berikan pengawasan yang baik untuk mencegah terjadinya cedera kepala.

Dalam menjaga kesehatan anak, penting juga untuk memberikan vaksinasi yang lengkap sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Vaksinasi dapat melindungi anak dari penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan epilepsi, seperti meningitis dan radang otak.

Kesimpulan

Epilepsi pada anak adalah gangguan pada sistem saraf pusat yang disebabkan oleh ketidaknormalan pola aktivitas listrik otak. Anak-anak dapat mengalami berbagai jenis epilepsi, dan gejalanya dapat terlihat sejak usia bayi. Penting bagi kita untuk mengenali gejala epilepsi pada anak dan mengetahui penyebabnya agar dapat mengatasi gangguan ini dengan cepat. Jika anak menunjukkan gejala epilepsi, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosa dan pengobatan yang tepat. Dengan pengobatan yang tepat dan perawatan yang baik, ada kemungkinan besar anak dapat sembuh dari epilepsi. Selalu perhatikan asupan nutrisi anak dan hindari faktor-faktor yang dapat memicu epilepsi. Jaga kesehatan anak dengan memberikan vaksinasi yang lengkap dan mengawasi kegiatan anak agar terhindar dari cedera kepala. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat membantu Anda dalam mengatasi epilepsi pada anak.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com