Pentingnya Vitamin D untuk Anak, Ibu Wajib Tahu!

Pentingnya Vitamin D untuk Anak, Bunda Wajib Tahu!

Kebutuhan vitamin D untuk anak harus dipenuhi demi tumbuh kembang yang lebih optimal. Lantas, apa perbedaan vitamin D, D2, dan D3? Dan apa saja sumbernya?

Kebutuhan vitamin D untuk anak sangat diperlukan untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil. Vitamin D merupakan sebuah vitamin larut lemak yang diproduksi di kulit ketika terpapar sinar matahari. Vitamin D berperan dalam penyerapan kalsium dan fosfat dalam tubuh. Selain itu, Vitamin ini bermanfaat untuk pembentukan tulang, menjaga kesehatan jantung, otak, dan otot. Selain itu, vitamin D juga memiliki manfaat lain untuk mencegah terjadinya infeksi pada tubuh si Kecil.

Melansir laman resmi Healthline.com, beberapa penelitian terbaru menemukan bahwa vitamin D untuk anak yang terpenuhi secara optimal dapat melindungi tubuh dari infeksi mikroba dengan tiga mekanisme, di antaranya menguatkan ikatan antar sel, meningkatkan, serta memperkuat sistem imun tubuh.

Pemberian vitamin D untuk anak secara rutin dapat meningkatkan produksi antioksidan yang dapat mendukung peran vitamin C sebagai antimikroba. Oleh karenanya, banyak ahli yang menyarankan orang tua untuk memberikan vitamin D untuk anak dari beragam makanan, disertai kebiasaan berjemur di pagi hari atau sore hari. Kebiasaan ini bermanfaat agar si Kecil terhindar dari berbagai virus berbahaya. Ada banyak sumber vitamin D untuk anak yang bisa Bunda dapatkan, mulai dari ikan salmon, ikan sarden, hati sapi, kuning telur, hingga jamur. Vitamin D juga bisa diaktifkan dengan paparan sinar matahari yang terkena kulit.

Apa Perbedaan Vitamin D, Vitamin D2, dan Vitamin D3?

Seperti yang telah disebutkan, vitamin D untuk anak merupakan salah satu jenis vitamin yang larut dalam lemak. Secara kimiawi, bentuk aktif dari vitamin D ada 2 jenis, yaitu vitamin D2 atau ergokalsiferol dan vitamin D3 yang disebut kolekalsiferol.

Baca Juga:  Berbeda dengan Mimpi Buruk, Ini 7 Arti Mimpi Stres yang Umum Terjadi

Vitamin D2 hanya ditemukan pada makanan dari jenis tumbuh-tumbuhan tertentu, seperti jamur. Sedangkan, vitamin D3 dapat ditemukan dari makanan yang berasal dari hewan dan diaktifkan secara alami ketika kulit terkena sinar matahari langsung. Vitamin D3 juga bisa Bunda temukan dalam susu pertumbuhan, sereal, dan jus buah yang diperkaya oleh vitamin D3.

Sumber Vitamin D untuk Anak

Nutrisi ini sebenarnya bisa Bunda optimalkan dari beberapa jenis makanan yang kaya akan vitamin D untuk anak.

Ikan Salmon
Ikan salmon termasuk makanan mengandung vitamin D untuk anak. Selain vitamin D, salmon termasuk jenis ikan yang memiliki beragam nutrisi lain, seperti protein, lemak, vitamin A, vitamin B12, vitamin B3, selenium, kalsium, kalium, dan natrium. Selain penting untuk kesehatan tulang, ikan salmon juga bermanfaat untuk menunjang perkembangan otak, baik untuk kesehatan jantung, kulit, rambut, serta mengatasi depresi.

Ikan Tuna
Vitamin D untuk anak juga bisa Bunda temukan dalam ikan tuna. Di dalamnya terdapat nutrisi lain yang tak kalah penting, mulai dari protein, vitamin B, kalsium, fosfor, kalium, zinc, selenium, asam lemak omega 3. Ikan yang populer di kalangan masyarakat Indonesia ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan si Kecil, di antaranya mendukung perkembangan otak, meningkatkan metabolisme tubuh, mendukung pertumbuhan tulang dan gigi, serta mencegah anemia.

Ikan Sarden
Jenis ikan lainnya yang mengandung vitamin D untuk anak adalah ikan sarden. Di balik rasanya yang gurih, sarden diperkaya nutrisi penting lainnya, seperti protein, karbohidrat, vitamin B12, vitamin E, zat besi, kalsium, magnesium, kalium, dan zinc. Dari nutrisi tersebut, ikan sarden bermanfaat untuk melindungi fungsi otak, menjaga kesehatan jantung, membangun dan memelihara otot tubuh, dan menjaga kesehatan tulang.

Baca Juga:  Pentingnya Minyak Ikan untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

Hati Sapi
Vitamin D untuk anak juga bisa Bunda temukan dalam hati sapi, meskipun kandungannya tak sebanyak ikan. Di dalam hati sapi mengandung protein, vitamin A, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B6, vitamin B12, selenium, zinc, tembaga, dan zat besi yang baik bagi kesehatan serta tumbuh kembang si Kecil. Namun, Bunda tetap harus membatasi asupan hati sapi untuk si Kecil sesuai batas normal. Sebab, hati sapi mengandung kolesterol yang cukup tinggi jika dikonsumsi secara berlebihan.

Kuning telur
Selain jenis ikan dan hati sapi, kuning telur juga termasuk makanan yang mengandung vitamin D untuk anak. Selain vitamin D, kuning telur juga mengandung protein, kalori, lemak, karbohidrat, kalsium, zat besi, fosfor, kalium, sodium, dan zinc. Dari banyaknya nutrisi dalam kuning telur, makanan ini pun memiliki banyak manfaat, mulai dari mengurangi peradangan, meningkatkan sistem imun tubuh, menurunkan tekanan darah, dan menjaga kesehatan mata. Sama seperti hati sapi, pemberian kuning telur kepada si Kecil juga harus sesuai batas normal karena dalam satu telur mengandung mengandung sekitar 200 mg kolesterol.

Jamur
Jamur merupakan jenis sayuran penghasil vitamin D untuk anak yang dibutuhkan oleh tubuh. Sebab, jamur mengandung pro-vitamin yang bernama ergosterol. Ergosterol akan membantu jamur untuk mensintetiskan vitamin D2 ketika terkena paparan sinar matahari.

Itulah beberapa sumber vitamin D untuk anak yang bisa Bunda dapatkan secara alami. Sebenarnya kebutuhan vitamin D untuk anak juga bisa diperoleh dari suplemen vitamin D, vitamin D2, dan vitamin D3. Namun, pemberian suplemen ini harus sesuai dengan anjuran dan resep dari dokter. Sebab, kebutuhan vitamin D untuk anak sebenarnya sudah bisa Bunda penuhi dari sumber alami dan susu pertumbuhan yang diperkaya oleh vitamin D3.

Baca Juga:  Cara Mengukus Apel Untuk MPASI yang Baik

Perlu diketahui bahwa protein hewani adalah jenis protein yang paling penting dan dibutuhkan oleh tubuh dibandingkan protein nabati. Ini karena protein nabati, seperti kacang-kacangan, sayuran dan buah memiliki asam amino pembatas yang menyebabkan asam amino lainnya tidak terserap dengan baik di dalam tubuh. Padahal, kebutuhan 9AAE juga harus terpenuhi dalam 9 jenis yang lengkap dan jumlah yang tepat agar tumbuh kembang anak lebih optimal. 9 jenis asam amino esensial ini meliputi leusin, isoleusin, valin, triptofan, fenilalanin, metionin, treonin, lisin, dan histidin. Jika kekurangan satu jenis asam amino esensial, maka akan mengurangi fungsi optimal yang dibutuhkan oleh tubuh anak. Selain itu, 9 asam amino esensial (9AAE) juga berfungsi untuk membangun dan memelihara jaringan tubuh, sebagai sumber energi, membangun antibodi, serta dapat mengangkut zat gizi pada tubuh si kecil.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com