Di Balik Manfaat Gandum, Ternyata Ini Bahayanya Bagi Kesehatan!

Di Balik Manfaat Gandum, Ternyata Ini Bahayanya Bagi Kesehatan!

Penting bagi Bunda untuk menimbang antara manfaat gandum dan bahayanya bagi kesehatan anak agar ia tumbuh lebih optimal. Bunda pasti sering mendengar manfaat gandum yang dapat menurunkan berat badan. Lantas, bagaimana manfaat gandum untuk kesehatan anak? Seberapa penting gandum untuk dikonsumsi oleh si Kecil setiap harinya? Mengingat ada pula anggapan yang menyebut bahwa gandum memiliki efek samping terhadap tubuh.

Seberapa Penting Manfaat Gandum Bagi Anak?

Gandum merupakan jenis biji-bijian yang sering dijadikan bahan baku untuk membuat roti, pasta, dan mie. Bahan pangan ini juga identik untuk melancarkan sistem pencernaan. Manfaat gandum tak hanya itu lho, ada juga beragam manfaat lain yang bisa si Kecil dapatkan.

Manfaat gandum ini muncul berkat kandungan nutrisi di dalamnya, seperti karbohidrat, protein, lemak, serat, gula, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin C, kalsium, kalium, zat besi, zinc, magnesium, selenium, dan lain sebagainya. Dari banyaknya kandungan nutrisi tersebut, berikut ini manfaat gandum yang baik bagi kesehatan:

Mencegah sembelit atau konstipasi
Manfaat gandum dalam mencegah sembelit atau konstipasi hadir berkat kandungan serat yang tinggi. Menurut penelitian dari Journal of Food Science and Technology, serat dalam manfaat gandum mampu menjaga kesehatan sistem pencernaan anak.

Kandungan serat yang tinggi inilah yang dapat memadatkan feses dan melancarkan si Kecil untuk buang air besar (BAB). Bahkan, manfaat gandum berkat kandungan serat juga berperan penting dalam melawan bakteri ‘jahat’ dalam usus yang bisa memicu risiko infeksi.

Itulah sebabnya, gandum menjadi salah satu makanan tinggi serat yang sering direkomendasikan bagi anak yang mengalami sembelit atau konstipasi, tentunya dengan diimbangi oleh asupan nutrisi berkualitas dan gaya hidup sehat.

Baca Juga:  Waspada, Ini Penyebab Tumbuh Kembang Anak Tidak Sesuai Usia

Membantu menurunkan risiko pembentukan batu empedu
Serat yang terdapat dalam manfaat gandum disebut juga dengan serat tidak larut, yaitu serat yang berguna untuk menurunkan sekresi asam empedu dan melancarkan proses pencernaan makanan dalam usus.

Bila asam empedu terlalu banyak, batu empedu lebih mudah terbentuk. Oleh karena itu, konsumsi makanan berserat tinggi seperti gandum bisa mengurangi risiko pembentukan batu empedu.

Melansir laman resmi Canadian Society of Intestinal Research, konsumsi serat tidak larut juga bisa menurunkan risiko operasi kantong empedu. Penelitian tersebut menunjukkan orang yang mengonsumsi makanan berserat tinggi secara rutin lebih berpeluang kecil untuk mengalami penyakit pada empedu. Hal tersebut didukung oleh peran serat yang berpengaruh terhadap metabolisme asam empedu.

Membantu mencegah diabetes
Manfaat gandum juga ternyata penting untuk mencegah diabetes lho, Bu. Ini karena gandum mengandung magnesium yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mencerna asupan karbohidrat.

Penting untuk diketahui bahwa mengonsumsi makanan yang mengandung magnesium tinggi dapat meningkatkan fungsi hormon insulin. Hal inilah yang menghadirkan manfaat gandum yang berpengaruh terhadap kesehatan si Kecil di kemudian hari.

Selain yang telah disebutkan di atas, manfaat gandum juga dipercaya dapat mengurangi risiko peradangan kronis dalam pencernaan. Bahkan, manfaat gandum juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, obesitas, hingga kanker usus besar. Jadi, sudah jelas ya, Bu, manfaat gandum tak sebatas untuk menurunkan berat badan dan mencegah sembelit, ada banyak khasiat yang tak kalah penting.

Eits, tapi ada hal lain yang harus Bunda perhatikan lho. Manfaat gandum memang penting bagi kesehatan si Kecil. Namun, siapa sangka di balik manfaat gandum tersebut ternyata bahan pangan ini juga bisa berdampak buruk bila si Kecil mengonsumsinya terlalu sering, Bu.

Baca Juga:  7 Cara Efektif Mengatasi Biang Keringat pada Anak

Adakah Dampak Buruk Gandum Terhadap Kesehatan?

Di balik manfaat gandum yang beragam, nyatanya mengonsumsi makanan ini dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan pada orang-orang tertentu, tak terkecuali anak-anak. Salah satu dampak buruk gandum yang mungkin dialami oleh si Kecil, yaitu terhambatnya penyerapan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Mengapa kondisi tersebut terjadi? Sebab, gandum utuh mengandung asam fitat yang dapat mengikat dan mengganggu penyerapan mineral, seperti kalsium, zat besi, zinc, dan magnesium dalam tubuh. Hal ini tentu dapat berbahaya bagi anak yang kondisi tubuhnya sedang kekurangan mineral tersebut. Namun, kandungan asam fitat pada gandum utuh diketahui dapat dikurangi secara signifikan dengan cara merendam gandum, lalu difermentasi.

Dengan memahami mengenai manfaat gandum dan bahayanya bagi kesehatan anak, diharapkan Bunda lebih bijak dalam memberikan makanan ini kepada si Kecil. Konsumsi gandum pada anak memang baik, tetapi Bunda juga harus menyeimbangkan asupan nutrisi si Kecil dari makanan bergizi lainnya, termasuk makanan yang mengandung protein hewani.

Mengapa demikian? Karena protein hewani merupakan nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak di masa tumbuh kembang. Zat gizi makro ini berperan penting untuk membangun dan memelihara sel-sel serta jaringan tubuh. Bunda bisa mendapatkan asupan protein hewani yang berkualitas dari susu, telur, ikan, daging merah, dan daging putih.

Yang tak kalah istimewa, protein hewani mengandung 9 Asam Amino Esensial (9AAE) yang lengkap. Tahukah Bunda, ternyata 9 Asam Amino Esensial (9AAE) dikenal juga dengan istilah super protein, yaitu bentuk sederhana dari protein yang lebih mudah diserap oleh tubuh.

Kehadiran nutrisi tersebut sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil agar lebih prima. Sebab, tubuh tidak bisa memproduksi 9 Asam Amino Esensial (9AAE) sendiri, sehingga harus didapatkan dari makanan tinggi protein.

Baca Juga:  Anemia: Dampak, Gejala, dan Pencegahan Saat Hamil

Maka dari itu, si Kecil dianjurkan mengonsumsi makanan tinggi protein secara rutin dan seimbang, sehingga kebutuhan 9 Asam Amino Esensial (9AAE) hariannya tercukupi dengan optimal.

Sebab, penelitian dari J.Nutr yang dipublikasi dalam National Center for Biotechnology Information menunjukkan bahwa kekurangan semua jenis 9 Asam Amino Esensial (9AAE) akan menghambat hormon pertumbuhan sebanyak -50% lho, Bu. Hormon pertumbuhan ini berpengaruh terhadap tinggi badan, tingkat kecerdasan, dan daya tahan tubuh si Kecil.

Susu bubuk pertumbuhan ini juga mengandung zat besi, vitamin D3, zinc, magnesium, dan vitamin C tertinggi yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, serta mengandung serat pangan inulin untuk menjaga kesehatan pencernaan si Kecil.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com