Menangani Alergi Makanan

Menangani Alergi Makanan

Alergi adalah reaksi yang menyimpang dari tubuh terhadap suatu zat tertentu. Salah satu jenis alergi yang sering dijumpai pada anak-anak adalah alergi makanan. Padahal, makanan merupakan kebutuhan penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk dapat mengatasi alergi makanan dengan bijaksana agar kebutuhan nutrisi si anak tetap terpenuhi.

Jenis-jenis Alergi Makanan

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai cara menangani alergi makanan, ada baiknya kita mengenali terlebih dahulu jenis-jenis alergen dan makanan yang biasanya menjadi penyebab alergi. Salah satu jenis alergen yang paling umum adalah Betalaktoglobulin (BLG). Selain itu, terdapat juga beberapa jenis protein lain yang dapat menyebabkan reaksi alergi, seperti Alflalaktalbumin (ALA), Bovin Ferum Albumin (BSA), dan Bovin Gama Globulin (BGG) yang terdapat dalam susu sapi.

Selain itu, terdapat pula alergen lain yang biasa ditemukan pada makanan tertentu. Sebagai contoh, kacang tanah mengandung alergen arachin dan conarchi, seafood mengandung histamine, dan telur mengandung ovomukoid. Sedangkan pada gandum terdapat albumin, pseudoglobulin, dan euglobulin. Cokelat juga mengandung amines yang merupakan alergen paling kuat dalam cokelat.

Mengatasi Alergi Makanan

Setelah mengetahui jenis-jenis alergi makanan yang mungkin dialami oleh anak, langkah selanjutnya adalah mengatasi alergi tersebut. Beberapa ahli berpendapat bahwa alergi makanan pada anak-anak di bawah usia tiga tahun adalah hal yang umum terjadi karena sistem dan organ pencernaan mereka belum sepenuhnya matang. Namun, alergi ini biasanya akan hilang dengan sendirinya ketika anak menginjak usia 3-4 tahun.

Meskipun begitu, sebagai orang tua, kita tetap perlu mengatasi alergi makanan yang dialami oleh anak dengan bijaksana. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan:

Baca Juga:  Inilah 7 Fakta Menarik Tentang Si Kecil yang Terlahir Kembar

1. Konsultasikan dengan dokter: Ketika anak mengalami reaksi alergi, penting untuk membawa anak ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Dokter akan mengevaluasi gejala yang dialami oleh anak dan memberikan penanganan yang sesuai.

2. Jauhkan anak dari alergen: Setelah mendapatkan diagnosis dari dokter, penting untuk menjauhkan anak dari alergen yang menyebabkan reaksi alergi. Hindari memberikan makanan yang mengandung alergen kepada anak, dan pastikan untuk membaca label makanan dengan teliti untuk memastikan tidak ada kandungan alergen di dalamnya.

3. Berhati-hati dalam memilih makanan: Ketika membeli makanan untuk anak, perhatikan dengan seksama kemasan makanan dan baca labelnya. Pastikan tidak ada kandungan alergen di dalam makanan tersebut.

4. Berikan makanan yang sehat dan bergizi: Meskipun anak mengalami alergi makanan, tetap penting untuk memberikan makanan yang sehat dan bergizi. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi mengenai makanan yang tepat untuk anak dengan alergi makanan.

5. Pantau perkembangan anak: Setelah melakukan langkah-langkah di atas, penting untuk memantau perkembangan anak. Jika masih ada gejala alergi yang muncul, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

6. Edukasi anak: Ajarkan anak tentang alergi makanan yang dialaminya dan bagaimana cara menghindari makanan yang dapat menyebabkan alergi. Dorong anak untuk selalu berhati-hati dalam memilih makanan dan tidak mengonsumsi makanan yang tidak aman baginya.

Kesimpulan

Alergi makanan merupakan hal yang umum dialami oleh anak-anak di bawah usia tiga tahun. Meskipun alergi ini biasanya hilang dengan sendirinya ketika anak menginjak usia 3-4 tahun, tetap penting bagi orang tua untuk mengatasi alergi makanan dengan bijaksana. Mengenali jenis-jenis alergen dan makanan yang menjadi penyebab alergi, menjauhkan anak dari alergen, memilih makanan yang sehat dan bergizi, serta memantau perkembangan anak adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menangani alergi makanan. Selain itu, edukasi anak tentang alergi makanan juga penting agar mereka dapat menghindari makanan yang dapat menyebabkan alergi.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com