Serba-Serbi Perkembangan Bayi 6 Bulan yang Prima

Serba-Serbi Perkembangan Bayi 6 Bulan yang Prima

1000 hari pertama kehidupan anak adalah masa emas tumbuh kembangnya. Yuk, pahami perkembangan bayi 6 bulan dan stimulasi yang dibutuhkan di sini!

Usia 0-2 Bulan

Berikut ini adalah beberapa tahap perkembangan bayi 0 – 2 bulan yang perlu Bunda ketahui:

Sosial dan Emosional

Tumbuh kembang anak di usia ini bayi sudah mulai berusaha menatap Ayah atau Bunda dan tersenyum kepada orang-orang di sekitarnya. Hal ini perlu Bunda ketahui dalam memahami perkembangan bayi 6 bulan sejak dini.

Biasanya, isyarat yang si Kecil tunjukkan ini menandakan bahwa bayi merasa aman dan nyaman dengan lingkungannya. Namun, ketika si Kecil merasa sebaliknya, biasanya si Kecil akan terlihat memasukkan tangan ke mulut ataupun mengisap jari.

Melansir Healthline, gerakan memasukkan tangan ke mulut, sering kali diartikan sebagai tanda bahwa si Kecil lapar di masa perkembangan bayi 6 bulan sejak dini. Padahal, hal ini juga bisa berarti bahwa dirinya sedang merasa tak nyaman lho, Bu.

Bahasa dan Cara Komunikasi

Pada masa ini anak sudah mulai belajar bicara dengan mengeluarkan suara seperti bergumam. Melalui cara ini, si Kecil sedang berusaha untuk menyampaikan keinginan di kepalanya lewat suara-suara yang biasanya tak kita mengerti.

Kemampuan Kognitif

Saat berusia 0-2 bulan, anak akan mulai bisa melatih fokus kedua matanya dan juga mengikuti benda-benda yang bergerak ke kiri dan ke kanan. Tak hanya itu, si Kecil juga sudah bisa mengungkapkan rasa bosan terhadap sesuatu melalui tangisan atau tingkah laku yang rewel.

Pergerakan Fisik

Memahami perkembangan bayi 6 bulan sejak dini, si Kecil mulai bisa menahan gerakan kepala dan berat tubuhnya ketika dalam keadaan tengkurap. Selain itu, kaki-kaki dan tangan mungilnya sudah mulai bisa melakukan gerakan-gerakan kecil, seperti menggenggam benda yang ada di tangannya atau menendang-nendang dengan halus, Bu.

Usia 3-4 Bulan

Berikut ini adalah beberapa tahap perkembangan bayi 3 – 4 bulan. Yuk, disimak baik-baik, Bu!

Sosial dan Emosional

Perkembangan bayi 6 bulan sejak dini di usia ini, bayi sudah mampu tersenyum secara spontan kepada orang lain. Si Kecil juga suka bermain dengan siapapun, bahkan bisa jadi langsung menangis jika berhenti bermain.

Selain itu, di masa perkembangan bayi 6 bulan sejak dini anak juga akan mulai meniru gerakan atau ekspresi wajah seseorang, seperti tersenyum atau cemberut.

Bahasa dan Cara Komunikasi

Memasuki usia ini, perkembangan bayi 6 bulan sejak dini akan menunjukan bayi yang masih berusaha belajar bicara mulai mengoceh dengan ekspresi dan meniru suara-suara yang si Kecil dengar. Sebagai tanda bahwa si Kecil lapar, sakit atau lelah, si Kecil biasanya akan menangis dalam beberapa cara berbeda.

Baca Juga:  Jadwal Imunisasi dan Vaksin Bayi, Catat Yuk, Bu!

Kemampuan Kognitif

Kemampuan kognitif anak semakin berkembang di usia ini. Banyak hal yang sudah mulai bisa si Kecil lakukan, seperti memberitahu Bunda saat merasa senang atau sedih dan merespon ungkapan kasih sayang yang Bunda berikan sebagai bentuk perkembangan bayi 6 bulan sejak dini.

Bayi pun kini sudah mulai bisa menggunakan mata dan tangannya dalam waktu bersamaan, seperti melihat mainan, kemudian meraih mainan tersebut dengan satu tangan.

Kemampuannya untuk melihat di usia ini sudah jauh berkembang. Di masa perkembangan bayi 6 bulan sejak dini satu ini, bayi pun akan semakin intens mengikuti benda bergerak dan mampu mengenali wajah yang familiar baginya.

Pergerakan Fisik

Bayi sudah mulai bisa mengontrol dan menahan gerakan kepalanya dengan lebih stabil. Si Kecil akan menendang-nendang, jika kakinya berada dalam keadaan tidak nyaman. Di usia ini, bayi bisa jadi membuat Bunda terkejut dengan melakukan gerakan berguling dari tengkurap menjadi telentang.

Jangan heran juga jika di masa perkembangan bayi 6 bulan, si Kecil sudah sanggup menggenggam mainan, lalu menggoyang-goyangkan bahkan melemparnya ya, Bu. Selain itu, pada tahap tumbuh kembang anak di usia ini biasanya anak sudah mulai senang memasukkan benda ke mulut.

Usia 5-6 Bulan

Berikut ini adalah beberapa tahap perkembangan bayi 3 – 4 bulan yang perlu Bunda ketahui:

Sosial dan Emosional

Dalam memahami pendekatan menuju perkembangan bayi 6 bulan, di usia ini, kemampuan sosial bayi perlu Bunda asah dengan baik. Pasalnya, si Kecil tidak hanya bisa mengenali wajah yang familiar, bayi juga sudah mulai dapat mengetahui seseorang yang asing baginya.

Bahkan, si Kecil kini sudah bisa merespon perasaan yang orang lain rasakan di usia ini sebagai bagian peningkatan kemampuan sosial dan emosional. Si Kecil akan merasa senang jika Bunda senang atau sebaliknya. Siap-siap juga merasa gemas dengannya, karena di usia 5-6 bulan, si Kecil Suka melihat dirinya di cermin, Bu.

Bahasa dan Cara Komunikasi

Bahasa dan cara komunikasi menjadi tahapan tumbuh kembang anak berikutnya yang bisa Bunda lihat. Jika Bunda penasaran bayi 6 bulan bisa apa, akan tampak pada respon si Kecil terhadap suara sudah semakin kuat di menuju perkembangan bayi 6 bulan.

Si Kecil akan bereaksi jika Bunda mengeluarkan suara, bahkan ketika Bunda memanggil namanya. Anak juga mulai mengucapkan vokal dan konsonan tertentu saat mengoceh, seperti “ah,” “eh,” “oh”, “m,” “b” untuk menunjukkan rasa suka dan tidak suka terhadap sesuatu.

Kemampuan Kognitif

Bayi suka sekali melihat benda-benda yang ada di sekitarnya, merasa penasaran dengan benda itu, bahkan si Kecil tidak segan untuk mengambil benda tersebut dan memasukkannya ke mulut.

Baca Juga:  Ide MPASI 9 Bulan Buah Pir untuk Anak dan Manfaatnya

Tak hanya itu, si Kecil juga sudah mulai bisa memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya sebagai tanda tumbuh kembang anak semakin meningkat.

Pergerakan Fisik

Memasuki usia 5-6 bulan, kemampuan fisik si Kecil sudah semakin aktif. Ya, si Kecil akan sering berguling ke kiri-kanan atau depan-belakang. Bunda pun akan mendapati si Kecil sudah bisa duduk dan merangkak tanpa bantuan siapapun. Hebatnya lagi, di usia ini bayi juga mulai ingin belajar jalan dengan berusaha berdiri sendiri, lho.

Nah, itu tadi tahapan tumbuh kembang anak pada bayi usia 0-6 bulan yang perlu Bunda tahu. Agar nantinya anak bisa bertumbuh dengan maksimal, perhatikan jika perkembangannya belum menunjukkan tahapan-tahapan di atas ya, Bu.

Stimulasi Perkembangan Bayi 6 Bulan

Selain dari informasi mengenai perkembangan bayi 6 bulan di atas, Bunda juga perlu memastikan tumbuh kembangnya mendapatkan stimulasi yang tepat. Stimulus bisa membantu si kecil untuk lebih mudah bergerak. Sebagaimana yang Bunda ketahui, bahwa aktivitas si Kecil juga memengaruhi pertumbuhannya lebih baik.

Melatih Bayi Duduk

Di masa perkembangan bayi 6 bulan, Bunda bisa mulai membantu anak untuk bisa seimbang dalam mengatur gerak tubuhnya. Di tahapan awal ini, Bunda bisa mulai melatih bayi untuk duduk. Sebagaimana yang Bunda ketahui, perkembangan bayi 6 bulan sudah menunjukan adanya kekuatan tulang dan otot bayi.

Kekuatan tulang dan otot bayi di masa perkembangan bayi 6 bulan perlu Bunda latih agar senantiasa mampu menopang badan si Kecil. Selain itu, dengan melatih duduk, anak juga bisa mulai memahami bahwa dirinya perlu bergerak meraih yang dirinya inginkan. Pelatihan ini memiliki dampak baik bagi kemampuan motoriknya, Bu.

Ajari Anak Makan Sendiri

Dalam meningkatkan kemampuan motorik di masa perkembangan bayi 6 bulan, Bunda juga bisa mulai melatih anak untuk mengambil makanannya sendiri. Di usia 6 bulan, Bunda sudah boleh memberikan makanan pendamping ASI (MPASI). Untuk itu, berikan sedikit keleluasaan kepada si Kecil untuk bermain dengan makanannya.

Biarkan si Kecil menyentuh MPASI yang telah Bunda siapkan. Tidak hanya untuk membantu meningkatkan kemampuan motorik, stimulasi perkembangan bayi 6 bulan ini juga membuat si Kecil merasa waktu makan adalah waktu yang menyenangkan untuk bermain. Jadi bayi bisa lebih lahap dan Bunda merasa lebih mudah ketika menyuapi si Kecil.

Stimulasi Gerak Motorik

Selain membiarkan anak bermain dengan makanannya, masih ada cara lainnya dalam menstimulasi motorik si Kecil. Salah satunya adalah dengan mainan. Bunda bisa siapkan beberapa mainan kecil dengan bentuk dan warna yang menarik. Biarkan si Kecil untuk mengambil sendiri mainan tersebut di masa perkembangan bayi 6 bulan.

Baca Juga:  Lakukan Istirahat Cukup Demi Kesehatan Ibu dan Janin

Biarkan si Kecil belajar untuk menggenggam dan mengangkat mainan kesukaannya di masa perkembangan bayi 6 bulan. Sedikit berantakan tidak apa-apa. Alangkah baiknya jika Bunda mempersiapkan area mainannya sendiri agar proses merapikannya tidak begitu merepotkan.

Ajarkan Cara Komunikasi

Bunda tentu sadar jika pada perkembangan bayi 6 bulan ke 7 bulan, si Kecil sudah mulai sering mengajak bicara. Meskipun hanya mengeluarkan suara saja, tapi alangkah baiknya jika Bunda memberikan respons, layaknya berkomunikasi seperti biasa. Hal tersebut bisa membantu si Kecil mengenal kata-kata lebih mudah dan cepat demi meningkatkan kemampuan komunikasi.

Selain itu, Bunda juga bisa tambahkan dengan sering membacakan si Kecil buku cerita. Mendengar Bunda berkomunikasi dengan si Kecil juga dapat memberi stimulasi perkembangan bayi 6 bulan dengan baik dalam meningkatkan kemampuan komunikasi.

Agar proses perkembangan bayi 6 bulan berjalan dengan lancar dengan stimulasinya, Bunda juga perlu memerhatikan asupan nutrisinya. ASI merupakan asupan nutrisi utama yang perlu Bunda penuhi kepada si Kecil dalam memastikan perkembangan bayi 6 bulan optimal.

Agar produksi ASI meningkat baik dalam jumlah maupun kualitasnya, Bunda harus mendapatkan energi tambahan sebanyak 500 kalori setiap harinya (AKG 2019) begitu juga dengan protein dan nutrisi penting lainnya. Selain mengonsumsi makanan bergizi, Bunda juga perlu mengonsumsi susu ibu menyusui yang mengandung tinggi DHA untuk mendukung perkembangan otak si Kecil, 9 Asam Amino Esensial (AAE), yaitu protein penting yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan harus didapat dari makanan setiap harinya untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan si Kecil yang optimal di 1000 Hari Pertama Kehidupannya serta 9 nutrisi penting lainnya seperti; tinggi asam folat, omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), tinggi zat besi, serat pangan inulin, tinggi vitamin C, protein, tinggi kalsium dan tinggi seng untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh Bunda selama periode menyusui dan mendukung produksi ASI.

Namun jika Bunda atau si Kecil mengalami kondisi yang tidak memungkinkan pemberian ASI, Bunda bisa memberikan susu pendamping ASI sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan ya Bu. Pastikan Bunda memilih susu yang mengandung 9 protein asam amino esensial lengkap dan tinggi DHA, karena protein adalah komponen yang penting untuk mendukung tumbuh dan kembang bayi ya, Bu!

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com