Waspada terhadap Hewan Peliharaan

Waspada terhadap Hewan Peliharaan

Memelihara hewan piaraan tak semudah yang diperkirakan orang. Malah harus ekstra hati-hati, karena hewan-hewan itu bisa saja melukai maupun menularkan kuman penyakit. Apalagi bila ada anak-anak kecil yang biasanya mudah memeluk hewan tanpa memikirkan segala bahayanya.

Mengurangi risiko keselamatan dan kesehatan yang mengancam dari hewan dapat dilakukan dengan mengawasi anak-anak saat sedang berdekatan atau bermain dengan hewan. Selain itu, ajarkan anak untuk selalu mencuci tangan setelah menyentuh atau bermain dengan hewan. Anak juga perlu diajarkan cara bermain yang aman dengan hewan, termasuk menghindari tanda-tanda bahaya. Penting juga untuk mengenali tanda-tanda hewan sakit dan memisahkan hewan sakit dari anak-anak. Selain itu, lakukan vaksinasi dan pengobatan rutin untuk setiap hewan piaraan untuk meminimalkan risiko parasit seperti cacing dan kutu.

Beberapa risiko bahaya dari hewan piaraan yang perlu diwaspadai, antara lain:

1. Gigitan dan cakaran (yang bisa berisiko serius)
Gigitan dan cakaran dari hewan piaraan bisa menyebabkan luka yang serius. Anak-anak yang tidak berhati-hati saat berdekatan dengan hewan piaraan berisiko mengalami gigitan atau cakaran yang dapat menyebabkan luka dan infeksi.

2. Alergi atau asma yang dipicu oleh air liur, bulu, dan serpihan kulit
Beberapa orang memiliki alergi terhadap air liur, bulu, atau serpihan kulit hewan piaraan. Kontak dengan hal-hal tersebut dapat memicu reaksi alergi atau asma pada anak-anak yang rentan.

3. Penyakit zoonosis
Zoonosis adalah penyakit hewan yang dapat ditularkan pada manusia. Anak-anak kecil dan orang lanjut usia lebih rentan terhadap penyakit ini. Beberapa contoh penyakit zoonosis adalah toksoplasmosis, campylobacteriosis, dan leptospirosis.

4. Risiko bagi ibu hamil
Bunda hamil perlu berhati-hati terhadap hewan piaraan, karena sistem kekebalan tubuh janin belum berkembang sempurna. Beberapa penyakit yang dapat ditularkan dari hewan piaraan pada ibu hamil adalah toksoplasmosis, listeriosis, dan infeksi jamur.

Baca Juga:  6 Cara Agar Cuti Tidak Terganggu Pekerjaan

Dalam keluarga yang sangat suka pada anjing, seringkali hewan ini dianggap sebagai bagian dari keluarga. Namun seberapa besar pun rasa cinta pada hewan piaraan tetap harus waspada. Anjing yang lembut sekalipun berpotensi menggigit jika merasa terancam. Oleh karena itu, penting untuk tidak meninggalkan anak di bawah umur 10 tahun hanya ditemani atau bermain dengan anjing, meski hanya sebentar.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan terhadap anjing kesayangan keluarga adalah:

1. Penularan penyakit infeksi
Anjing dapat menularkan penyakit infeksi seperti cacing, kutu, caplak, skabies, kurap, dan lainnya. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan anjing dan lingkungan sekitarnya agar tidak membahayakan kesehatan anak-anak.

2. Kulit gatal-gatal atau iritasi
Beberapa anak mungkin mengalami reaksi alergi terhadap air liur atau bulu anjing. Kontak dengan air liur atau bulu anjing dapat menyebabkan kulit gatal-gatal kemerahan atau iritasi lainnya.

3. Mengajarkan anak berinteraksi dengan anjing dengan aman
Anak-anak perlu diberi pengajaran tentang cara berinteraksi dengan anjing dengan aman. Mereka perlu diberitahu untuk tidak memeluk dan mencium anjing, tidak mengganggu anjing saat sedang tidur, dan tidak berlari atau berteriak dekat anjing.

4. Makanan anjing
Penting untuk menaruh makanan anjing di tempat terpisah dan di piring khusus. Anak-anak tidak boleh memberi makan langsung dari tangan siapa pun kepada anjing. Hal ini untuk menghindari risiko gigitan atau cakaran saat memberi makan kepada anjing.

5. Perhatikan mata anjing
Disarankan untuk tidak menatap mata anjing, meski anjing kesayangan. Menatap mata anjing secara langsung dapat dianggap sebagai tanda ancaman oleh anjing dan meningkatkan risiko gigitan.

6. Jangan lerai saat anjing-anjing berkelahi
Jika ada pertengkaran antara anjing-anjing, sebaiknya tidak mencoba untuk menghalau mereka secara fisik. Hal ini dapat meningkatkan risiko terkena gigitan atau cakaran.

Baca Juga:  Pijat Setelah Melahirkan: Manfaat dan Waspadai Hal Ini

Bila kucing yang menjadi hewan kesayangan, nasihat di atas tetap harus diperhatikan, meski kucing tidak segalak anjing. Kucing lebih banyak tidur atau tiduran dibandingkan anjing. Rata-rata kucing tidur 13-14 jam sehari, dan bisa lebih bagi kucing yang malas. Bahkan ada jenis kucing yang mampu tidur hingga 20 jam sehari.

Kucing juga bisa menularkan beragam penyakit infeksi, parasit, atau menyebabkan luka akibat cakaran. Selain itu, kucing juga cenderung buang air kecil di tempat yang tidak semestinya. Oleh sebab itu, perhatian khusus perlu diberikan agar si Kecil aman dari gangguan kucing.

Berikut ini beberapa saran agar si Kecil aman dari gangguan kucing:

1. Jangan biarkan si Kecil mengangkat kucing
Anak-anak perlu dilarang untuk mengangkat kucing, terutama jika mereka belum terbiasa. Mengangkat kucing yang tidak diinginkan dapat membuat kucing merasa terancam dan berpotensi menggigit atau mencakar.

2. Jangan mengejar kucing
Anak-anak perlu diajarkan untuk tidak mengejar kucing, terutama jika kucing baru saja dipelihara. Mengejar kucing dapat membuat kucing merasa terancam dan berpotensi menggigit jika merasa terjepit.

3. Jangan mengganggu kucing yang sedang tidur atau makan
Anak-anak perlu diberitahu untuk tidak mengganggu kucing yang sedang tidur atau makan. Mengganggu kucing saat sedang tidur atau makan dapat membuat kucing merasa terganggu dan berpotensi menggigit atau mencakar.

4. Biarkan kucing bermain dengan mainannya sendiri
Kucing perlu diberi mainan yang sesuai untuk bermain. Dengan memberikan mainan yang sesuai, anak-anak dapat menghindari risiko digigit atau dicakar saat bermain dengan kucing.

Nah, Bunda, seberapa pun besarnya rasa sayang pada hewan piaraan, tetap utamakan keselamatan si Kecil. Biarlah ia belajar tentang mengasihi makhluk hidup tanpa mendapatkan risiko apa pun.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com