Kenali Psikologi Anak Untuk Hadapi si Pemarah

Kenali Psikologi Anak untuk Menghadapi Si Pemarah

Pengenalan

Anak adalah anugerah yang berharga bagi setiap orang tua. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa setiap anak memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Ada anak yang ceria dan mudah bergaul, namun ada juga anak yang cenderung pemarah dan sulit dikendalikan emosinya. Bagi orang tua, menghadapi anak yang pemarah bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali psikologi anak saat marah terlebih dahulu agar dapat menghadapinya dengan bijak dan efektif.

Dalam menghadapi anak yang pemarah, peran orang tua sangatlah penting. Tindakan dan sikap orang tua dapat mempengaruhi perkembangan psikologis anak. Membentak atau bahkan memukul anak saat ia marah tidak akan menyelesaikan masalah. Malah, hal tersebut dapat membuat anak semakin agresif dan sulit mengontrol emosinya. Menurut Dr. Virginia Shiller, seorang psikolog dan penulis buku Rewards for Kids! Ready-to-Use Charts & Activities for Positive Parenting, orang tua dapat menjadi contoh yang baik bagi anak dalam mengekspresikan perasaan emosi dengan cara yang lebih positif dan sehat. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk membantu anak menyalurkan amarahnya dengan baik.

Tanda-tanda Anak Akan “Meledak” Emosinya

Salah satu hal yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menghadapi anak yang pemarah adalah dengan mengenali tanda-tanda ketika anak akan “meledak” emosinya. Beberapa tanda yang dapat diobservasi adalah:

1. Mengepal tangan dengan kuat
2. Gestur tubuh yang terlihat tegang
3. Ekspresi wajah yang kencang

Jika orang tua melihat tanda-tanda di atas, cobalah untuk menenangkan anak dengan lembut. Anda dapat memintanya untuk berhitung dari satu sampai sepuluh atau mengajaknya berjalan-jalan sebentar sampai ia tenang. Ketika suasana hatinya sudah baik, ajaklah anak untuk berdiskusi dan menciptakan strategi bersama-sama. Ingatkan anak untuk mencoba strategi tersebut ketika ia merasa marah.

Baca Juga:  Memilih Tempat Penitipan Anak

Pendekatan yang Tepat dalam Menghadapi Anak yang Pemarah

Dalam menghadapi anak yang pemarah, orang tua perlu menggunakan pendekatan yang tepat agar anak dapat belajar mengontrol emosinya dengan baik. Berikut ini adalah beberapa pendekatan yang bisa dilakukan:

1. Jangan Mengajak Anak Berdiskusi Saat Emosi Mereka Sedang Tinggi

Saat anak sedang marah, kecerdasan emosinya yang belum matang menyebabkannya sulit untuk berpikir logis. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya menenangkan anak terlebih dahulu sebelum mencoba untuk berdiskusi. Prioritaskan untuk menenangkan anak agar emosinya dapat reda terlebih dahulu.

2. Jangan Menghakimi atau Menyalahkan Anak

Ketika anak marah, orang tua sering kali cenderung menghakimi atau menyalahkan anak atas perbuatannya. Namun, hal ini tidak akan membantu mengatasi masalah. Sebaliknya, hal tersebut hanya akan membuat anak semakin marah dan sulit untuk mengendalikan emosinya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk tetap tenang dan tidak menyalahkan anak saat ia marah.

3. Berikan Contoh yang Baik

Perilaku orang tua juga ikut mempengaruhi perkembangan psikologis anak. Oleh karena itu, orang tua perlu memberikan contoh yang baik saat menghadapi anak yang pemarah. Tetap tenang dan perhatikan gestur tubuh Anda di depan anak. Jangan ragu untuk mengungkapkan perasaan Anda di depan anak, namun tetaplah tenang dan kontrol emosi Anda dengan baik. Hal ini akan menjadi contoh yang baik bagi anak dalam mengontrol emosinya.

Manfaat Mengenal Psikologi Anak saat Marah

Mengenal psikologi anak saat marah memiliki manfaat yang sangat penting bagi perkembangan anak. Beberapa manfaatnya adalah:

1. Membantu anak mengontrol emosinya dengan baik
2. Meningkatkan kemampuan anak dalam berpikir logis
3. Meningkatkan kemampuan sosial anak dalam berinteraksi dengan orang lain
4. Membantu anak dalam menghadapi situasi yang sulit dengan bijak dan efektif
5. Meningkatkan kepercayaan diri anak

Baca Juga:  70 Nama Panggilan Sayang Untuk Suami

Dengan mengenal psikologi anak saat marah, orang tua dapat membantu anak dalam mengatasi masalah emosionalnya dengan baik. Hal ini akan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan mudah bergaul dengan lingkungan sekitarnya.

Kesimpulan

Menghadapi anak yang pemarah bukanlah hal yang mudah bagi orang tua. Namun, dengan mengenali psikologi anak saat marah terlebih dahulu, orang tua dapat menghadapinya dengan bijak dan efektif. Peran orang tua sangatlah penting dalam perkembangan psikologis anak. Membentak atau memukul anak tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan membuat anak semakin sulit mengontrol emosinya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memberikan contoh yang baik dan membantu anak menyalurkan amarahnya dengan baik. Dengan demikian, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan mudah bergaul dengan lingkungan sekitarnya.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com