Kenali 6 Tanda Janin Masuk Panggul


Sudah sampai di minggu ke-34? Cek tanda-tanda ketika janin masuk panggul berikut ini!

Selamat menghitung mundur menuju HPL! Bagaimana perasaan Bunda? Ada yang makin hari makin deg-degan, atau justru pingin buru-buru lahiran karena mau ketemu sama si kesayangan di dalam perut, atau, ya, murni karena udah begah aja? Sambil nesting dan menunggu gelombang cinta datang, cek tanda-tanda ini yang akan membantu Bunda untuk mengetahui bahwa janin sudah masuk panggul dengan posisi kepala di bawah.

Baca juga: Cara Mempelajari Posisi Janin dengan Belly Mapping

Dikutip dari HaiBunda, menurut penulis buku What to Expect When You’re Expecting, Heidi Murkoff, bayi biasanya masuk panggul sekitar dua sampai empat minggu sebelum dilahirkan pada kehamilan pertama. Namun di kehamilan berikutnya, bayi mungkin tidak akan masuk panggul sampai waktunya melahirkan. “Ada teori mengatakan bahwa hal ini terjadi karena tubuh ibu sudah tahu apa yang harus dilakukan saat melahirkan, sehingga panggul membutuhkan lebih sedikit waktu untuk persiapan,” jelas Murkoff.

Bahkan, beberapa ibu mungkin tidak akan menyadari bayinya sudah masuk panggul, karena proses ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan secara bertahap. “Banyak hal yang berhubungan dengan ini, jika berat badan ibu rendah selama hamil, kemungkinan ibu tidak dapat mengetahuinya. Namun, jika janin berat, kemungkinan besar ibu bisa merasakan ketika bayi masuk panggul,” kata Murkoff.

Tanda-tanda ini bisa Bunda jadikan acuan, namun tidak perlu dipaksakan bila memang tidak mengalami tanda-tanda berikut ini. Selama konsultasi rutin dilakukan, dokter pasti bisa membantu Bunda dalam meng-update posisi janin jelang HPL.

6 tanda janin masuk panggul:

Sering buang air kecil

Kalau di trimester kedua, kita sudah bisa mengendalikan ketika rasa ingin pipis datang, kali ini mungkin kita akan lebih sulit menahannya. Ketika bayi sudah masuk panggul, kepalanya dapat menekan kandung kemih sehingga membuat kita jadi lebih sering buang air kecil.

Baca Juga:  Duo Spectra Breastpump, Sahabat Baru Saya

Tidak lagi sesak napas

Di trimester kedua dan awal trimester ketiga, siapa yang kalau habis makan dan kenyang tuh rasa begahnya lama banget? Keluhan lain seperti sesak napas dan heartburn juga sering terjadi. Namun, ketika bayi sudah masuk ke panggul, tentu posisinya sudah makin turun, sehingga tekanan ke atas dari rahim di diafragma mulai berkurang. Nah, saat yang tepat buat mengambil napas lebih dalam dan tentu, latihan napas untuk persiapan persalinan.

Nyeri punggung panggul

Sepertinya, belum saatnya untuk say bye to backpain, hihihi! Sabar, ya, Bund! Semua memang ada waktunya. Ketika bayi masuk ke panggul, masih harus berhadapan dengan nyeri di bagian punggung, panggul atau di area perineum. Hal ini terjadi karena kepala bayi menekan ligamen di panggul Bunda. Namun, waspada bila nyeri terasa terus-menerus dan disertai demam, perdarahan, atau kehilangan cairan ketuban, segera ke dokter!

Susah jalan

Yes, we’ll swaddle like a penguin! Saya ingat dulu suami saya sampai berkomentar, “Wah, sudah susah nih, jalannya, berat banget, ya?” Dia bahkan bisa mencontoh gerakan saya yang menyerupai penguin, hahaha. Perubahan gaya berjalan ini terjadi karena bayi menekan sendi panggul yang menyebabkan keseimbangan saat berjalan akan menurut. Pusat gravitasi ibu hamil bergeser sehingga tentu kita akan sulit berjalan dengan posisi tegak lurus seperti biasanya.

Posisi perut menurun

Ini juga terjadi di kehamilan pertama saya kemarin, banyak yang komentar, ‘Waduh, udah turun banget itu, sudah di bawah!” Saya yang waktu itu pertama kali hamil, mah, nggak ngerti diomongin begitu. Selain posisi perut, bila Bunda meraba area pelvis, biasanya terasa keras, yang menandakan bahwa kepala bayi sudah di posisi bawah dan tinggal tunggu dia menekan saja.

Baca Juga:  3 Cara Seru Mengenalkan Gambar Bentuk kepada Si Kecil

Keputihan dan wasir

Kepala bayi ketika masuk panggul akan menekan leher rahim ibu. Kondisi ini membuat serviks menipis dan melebar untuk memulai persalinan. Leher rahim yang menipis mengeluarkan lendir dari vagina, seperti keputihan, untuk menghalangi bakter masuk. Selain itu, kepala bayi juga dapat menekan saraf panggul dan rektum yang menyebabkan wasir. Semakin banyak tekanan pada pembuluh darah rektum tentu dapat memperburuk kondisi wasir. Maka, tidak sedikit ibu hamil yang mengalami wasir berkepanjangan, bahkan sampai setelah melahirkan. Namun, wasir bukanlah penghalang untuk bisa melahirkan secara normal, kok!

Demikian 6 tanda janin masuk panggul sebelum melahirkan. Semangat, Bunda!

Baca juga:
Biaya Kehamilan dan Melahirkan Selama Pandemi
10 Tanda Kehamilan Muda yang Paling Sering Muncul

Persalinan adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap ibu hamil. Mengetahui bahwa janin telah masuk panggul adalah salah satu tanda bahwa persalinan semakin dekat. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih detail mengenai tanda-tanda ketika janin masuk panggul sebelum melahirkan.

Tanda pertama adalah sering buang air kecil. Ketika bayi sudah masuk panggul, kepalanya dapat menekan kandung kemih sehingga ibu hamil akan merasa lebih sering buang air kecil. Hal ini terjadi karena tekanan yang diberikan oleh janin pada kandung kemih.

Tanda kedua adalah tidak lagi sesak napas. Pada trimester kedua dan awal trimester ketiga, ibu hamil sering mengalami sesak napas setelah makan atau merasa begah. Namun, ketika bayi sudah masuk ke panggul, posisinya sudah lebih turun sehingga tekanan dari rahim pada diafragma berkurang. Hal ini membuat ibu hamil dapat mengambil napas lebih dalam dan juga melakukan latihan napas sebagai persiapan untuk persalinan.

Tanda ketiga adalah nyeri punggung panggul. Ketika bayi masuk ke panggul, kepala bayi akan menekan ligamen di panggul ibu hamil. Hal ini dapat menyebabkan nyeri di bagian punggung, panggul, atau area perineum. Namun, perlu diwaspadai jika nyeri terus-menerus dan disertai dengan demam, perdarahan, atau kehilangan cairan ketuban. Jika hal ini terjadi, segera konsultasikan dengan dokter.

Baca Juga:  14 Manfaat Daun Kelor untuk Bayi, Sudah Coba Bu?

Tanda keempat adalah sulit berjalan. Ketika bayi menekan sendi panggul, ibu hamil akan mengalami perubahan dalam gaya berjalan. Hal ini menyebabkan keseimbangan saat berjalan menjadi terganggu dan membuat ibu hamil sulit berjalan dengan posisi tegak lurus seperti biasanya.

Tanda kelima adalah posisi perut yang menurun. Ketika janin sudah masuk panggul, ibu hamil mungkin akan merasakan perubahan pada posisi perut dan area pelvis. Biasanya, perut akan terasa lebih rendah dan jika diraba, area pelvis akan terasa keras. Hal ini menandakan bahwa kepala bayi sudah berada di posisi bawah dan tinggal menunggu waktu untuk menekan.

Tanda terakhir adalah keputihan dan wasir. Ketika kepala bayi masuk panggul, leher rahim akan menipis dan melebar untuk memulai proses persalinan. Hal ini dapat menyebabkan keluarnya lendir dari vagina, mirip dengan keputihan, yang berfungsi untuk menghalangi bakteri masuk ke dalam rahim. Selain itu, kepala bayi juga dapat menekan saraf panggul dan rektum, yang dapat menyebabkan wasir. Tekanan yang diberikan pada pembuluh darah rektum dapat memperburuk kondisi wasir. Namun, wasir tidak menghalangi kemampuan untuk melahirkan secara normal.

Demikianlah beberapa tanda ketika janin masuk panggul sebelum melahirkan. Penting untuk diingat bahwa setiap ibu hamil mungkin mengalami tanda-tanda ini dengan intensitas yang berbeda-beda. Jika ada kekhawatiran atau pertanyaan mengenai posisi janin, selalu konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan informasi dan nasihat yang tepat. Semangat, Bunda! Persiapkan diri dengan baik untuk menyambut kelahiran si kecil.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com