Jenis Penyakit Bayi Baru Lahir dan Vaksinnya

Jenis Penyakit Bayi Baru Lahir dan Vaksinnya

Jika bayi di dalam kandungan mendapatkan kekebalan tubuh alami dari Bunda, maka bayi yang baru lahir memproduksi sendiri kekebalan tubuhnya. Lingkungan luar sangat berbeda dengan yang ada di dalam rahim. Paparan udara bebas, kelembapan, cuaca, dan lain sebagainya bisa menimbulkan penyakit. Bunda yang mengharapkan bayinya tumbuh dengan sehat, kuat, dan pintar secara alami pun akan dibuat kecewa apabila tidak memberikan perawatan yang sesuai. Kekebalan tubuh bisa didapatkan si Kecil dari air susu Bunda yang dikonsumsinya. Namun ada beberapa jenis penyakit yang tidak akan mati dilawan oleh sistem kekebalan tubuh alami bayi. Oleh karena itu bayi yang baru lahir dianjurkan untuk segera mendapatkan vaksin dasar. Vaksin dasar diberikan agar si Kecil lebih siap dan tahan menghadapi lingkungan barunya setelah lahir.

Vaksin dasar yang diberikan pada bayi baru lahir bertujuan untuk mencegah beberapa jenis penyakit yang umum terjadi pada bayi dan anak-anak. Berikut adalah beberapa jenis penyakit bayi baru lahir dan vaksinnya:

1. Hepatitis B
Hepatitis B adalah infeksi hati kronis dan menular yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB). Virus hepatitis B biasanya ditularkan melalui darah, air mani, atau cairan tubuh lainnya yang terkontaminasi virus dari satu orang ke orang lainnya. Jika seorang ibu terinfeksi virus hepatitis B, ada kemungkinan dia akan menularkannya kepada bayi yang baru lahir melalui persalinan. Oleh karena itu, bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi hepatitis B perlu segera diberikan vaksin hepatitis B untuk mencegah penularan virus ini.

2. Polio
Polio atau poliomyelitis adalah penyakit infeksi virus yang menyerang sistem saraf dan sangat menular. Polio dapat menyebabkan kelumpuhan permanen atau bahkan kematian. Vaksin polio diberikan dalam bentuk oral atau suntikan untuk mencegah penularan virus ini kepada bayi dan anak-anak.

Baca Juga:  Lakukan 8 Stimulasi Kemampuan Bicara Ini Saat Si Kecil Mulai Mengoceh

3. Tuberkulosis (TBC)
Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bayi yang berada di sekitar orang yang terinfeksi TBC memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit ini. Untuk mencegah penularan TBC pada bayi, vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guérin) diberikan sebelum bayi menginjak usia 3 bulan.

4. Difteri, Tetanus, dan Pertusis (DTP)
Difteri, tetanus, dan pertusis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Difteri dapat menyebabkan gangguan saluran pernapasan, tetanus menyebabkan kelumpuhan otot, dan pertusis menyebabkan batuk rejan yang parah. Vaksin DTP diberikan untuk mencegah penularan ketiga penyakit ini kepada bayi dan anak-anak.

5. Diare
Diare merupakan penyebab kematian kedua terbesar bagi anak-anak di Indonesia. Diare pada bayi biasanya disebabkan oleh rotavirus. Rotavirus merusak usus sehingga makanan sulit diserap dan menyebabkan diare. Untuk mencegah diare pada bayi, vaksin rotavirus diberikan pada usia 6 minggu.

Dengan memberikan vaksin dasar ini, diharapkan bayi dapat terlindungi dari beberapa penyakit yang dapat mengancam kesehatannya. Vaksin dasar ini diberikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh pemerintah dan tenaga medis yang berkompeten. Bunda harus mematuhi jadwal vaksinasi ini agar bayi mendapatkan perlindungan yang optimal.

Selain memberikan vaksin dasar, Bunda juga perlu mengambil langkah-langkah pencegahan lainnya untuk menjaga kesehatan bayi. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

1. Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi.
2. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar bayi.
3. Menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit.
4. Mencuci tangan sebelum menyentuh bayi.
5. Menjaga kebersihan peralatan bayi seperti botol susu dan dot.
6. Rutin mengunjungi dokter atau bidan untuk memastikan kesehatan bayi.

Baca Juga:  Siapkah Ibu dengan Perubahan Hidup Pasca Melahirkan?

Dengan melakukan langkah-langkah pencegahan ini, diharapkan bayi dapat tumbuh dengan sehat dan terhindar dari penyakit-penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhannya.

Selain itu, Bunda juga perlu memahami bahwa vaksinasi tidak hanya penting untuk bayi, tetapi juga untuk anak-anak dan remaja. Vaksinasi adalah cara yang efektif untuk mencegah penyakit menular dan melindungi kesehatan anak. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk memastikan bahwa anak-anaknya mendapatkan vaksinasi lengkap sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Dalam hal ini, peran dokter atau tenaga medis yang berkompeten sangat penting. Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter atau bidan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang jenis vaksin yang diperlukan dan jadwal vaksinasi yang harus diikuti. Dokter atau bidan juga dapat memberikan nasihat dan saran yang tepat mengenai kesehatan bayi dan anak-anak.

Dalam menghadapi pandemi COVID-19 saat ini, vaksinasi juga menjadi salah satu upaya penting untuk melindungi kesehatan anak-anak. Vaksin COVID-19 telah ditemukan dan sedang dalam proses distribusi di berbagai negara termasuk Indonesia. Sebagai orang tua, Bunda perlu memahami pentingnya vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak dan memberikan dukungan penuh terhadap program vaksinasi ini.

Dalam kesimpulan, vaksinasi merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan bayi dan anak-anak. Dengan memberikan vaksinasi yang tepat dan mematuhi jadwal vaksinasi yang telah ditentukan, Bunda dapat memberikan perlindungan yang optimal bagi bayi dan anak-anak. Selain itu, Bunda juga perlu mengambil langkah-langkah pencegahan lainnya untuk menjaga kesehatan bayi, seperti memberikan ASI eksklusif, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, dan mengunjungi dokter secara teratur. Dengan melakukan semua ini, diharapkan bayi dan anak-anak dapat tumbuh dengan sehat dan berkembang dengan optimal.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com

Baca Juga:  Bila Diabetes Mengusik Kehamilan