Ini Penyakit yang Diderita Ko Mun Yeong di “It’s Okay to Not Be Okay”


Penulis buku cerita anak Ko Mun Yeong dalam drama Korea “It’s Okay to Not Be Okay” diceritakan memiliki sifat dan perilaku yang tidak biasa. Dia tidak berempati, tidak mau mengikuti aturan, dan selalu bertindak impulsif sampai membahayakan diri sendiri dan orang lain. Sifat-sifat ini menunjukkan bahwa Ko Mun Yeong menderita antisocial personality disorder (ASPD), yaitu penyakit mental yang mempengaruhi cara dia berinteraksi dengan orang lain dan memahami perasaan mereka.

ASPD adalah kondisi di mana penderitanya tidak peduli pada apa yang benar atau salah dan mengabaikan perasaan orang lain. Mereka cenderung memanipulasi orang lain, bersikap kasar, melanggar hukum, sering berbohong, dan tidak merasa bersalah atas tindakan mereka. Tanda-tanda orang yang mengalami ASPD meliputi ketidakpedulian terhadap benar dan salah, kecenderungan untuk berbohong dan menipu demi keuntungan pribadi, tidak menghargai orang lain, penggunaan kharisma untuk memanipulasi orang lain, sikap arogan dan merasa lebih baik dari orang lain, sering melanggar hukum, mengintimidasi orang lain, impulsif, kurang empati, dan tidak menyesal jika ada yang terluka akibat tindakan mereka.

Ko Mun Yeong juga sering melakukan hal-hal yang berbahaya dan membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain. Dia tidak menyadari konsekuensi negatif dari tindakannya dan sering mengulangi perilaku yang merugikan. Hubungannya dengan orang lain pun cenderung abusive, karena dia tidak memperhatikan perasaan dan hak orang lain.

Sifat-sifat ini biasanya sudah muncul sejak usia dini dan terus berlanjut hingga dewasa. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami ASPD, seperti faktor genetik, pengalaman kekerasan atau diterlantarkan saat kecil, atau kondisi keluarga yang tidak stabil. Laki-laki memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit ini dibandingkan perempuan.

Baca Juga:  5 Bagian Tubuh si Kecil yang Sebaiknya Ibu Perhatikan Saat Mandi

Apakah seseorang dengan ASPD perlu mencari bantuan dari dokter spesialis kejiwaan? Tentu saja. Namun, penderitanya sendiri biasanya tidak menyadari bahwa mereka memiliki masalah dan tidak akan dengan sukarela mencari bantuan profesional. Oleh karena itu, perlu adanya orang terdekat yang menyadari kondisi mereka dan berusaha meminta mereka mencari bantuan.

Dalam drama Korea “It’s Okay to Not Be Okay”, Ko Mun Yeong akhirnya mencari bantuan dari seorang psikiater bernama Moon Sang Tae. Moon Sang Tae adalah seorang ahli dalam bidang kejiwaan yang memiliki pengalaman dalam menangani pasien dengan gangguan mental. Dia membantu Ko Mun Yeong memahami kondisinya dan memberikan dukungan serta terapi yang diperlukan.

Melalui drama ini, penonton dapat melihat betapa pentingnya dukungan dan pengertian dari orang terdekat dalam membantu seseorang dengan ASPD mencari bantuan dan mengatasi masalah mereka. Drama ini juga mengajarkan kita pentingnya empati dalam berinteraksi dengan orang lain dan menghargai perasaan mereka.

Selain itu, drama ini juga menggambarkan bahwa orang dengan ASPD tidak selalu jahat atau tidak bisa berubah. Dengan dukungan yang tepat dan terapi yang sesuai, mereka dapat belajar mengendalikan perilaku mereka dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Dalam kehidupan nyata, pengobatan untuk ASPD melibatkan terapi psikologis yang bertujuan untuk membantu penderitanya belajar mengenali dan mengendalikan emosi mereka, mengembangkan keterampilan sosial yang sehat, dan meningkatkan kemampuan mereka untuk berempati dengan orang lain. Terapi ini juga dapat membantu mereka menghindari perilaku berisiko dan melanggar hukum.

Selain terapi, dukungan dari keluarga dan teman-teman juga penting dalam proses pemulihan. Memberikan dukungan moral, memahami kondisi mereka, dan tetap bersabar adalah hal-hal yang dapat membantu penderita ASPD merasa lebih diterima dan didukung.

Baca Juga:  6 Nutrisi dalam Susu Penambah Berat Badan Anak 2 Tahun

Dalam kasus Ko Mun Yeong, perjalanan pemulihannya tidaklah mudah. Dia harus melewati banyak rintangan dan menghadapi masa lalu traumatisnya. Namun, dengan bantuan dari orang-orang terdekatnya dan terapi yang konsisten, dia akhirnya dapat mengatasi gangguan mentalnya dan hidup dengan lebih baik.

Drama Korea “It’s Okay to Not Be Okay” memberikan gambaran yang realistis mengenai gangguan mental seperti ASPD dan pentingnya mencari bantuan profesional. Melalui karakter Ko Mun Yeong, penonton dapat memahami bahwa orang dengan gangguan mental tidaklah berbeda atau lebih buruk daripada orang lain. Mereka juga layak mendapatkan dukungan dan perawatan yang mereka butuhkan untuk hidup dengan bahagia dan sehat.

Dalam masyarakat kita, masih ada stigma dan stereotip negatif terkait dengan gangguan mental. Orang seringkali tidak memahami kondisi tersebut dan cenderung mengucilkan atau menghakimi orang yang mengalami gangguan mental. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus mengedukasi diri sendiri dan orang lain tentang gangguan mental, serta memberikan dukungan dan pengertian kepada mereka yang membutuhkannya.

Dalam tulisan ini, kita telah membahas tentang Ko Mun Yeong, karakter dalam drama Korea “It’s Okay to Not Be Okay”, yang menderita antisocial personality disorder (ASPD). Kita juga telah membahas tanda-tanda dan penyebab ASPD, serta pentingnya mencari bantuan profesional dalam mengatasi gangguan mental ini. Melalui drama ini, kita dapat belajar tentang pentingnya empati, dukungan, dan pengertian dalam membantu orang dengan gangguan mental mencapai pemulihan dan hidup dengan lebih baik.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com