Global Warming di Mata Anak-anak


Pengenalan

Pada malam hari setelah salat Isya, saya dan Zidan yang saat itu berusia 7 tahun sedang memilih CD untuk ditonton. Dari banyak pilihan yang ada, saya melihat satu CD yang bertema sedikit berbeda yaitu “An inconvenient truth-A global warming”. Saya memutuskan untuk memasang CD tersebut dan menontonnya bersama Zidan. Namun, Zidan sempat ragu karena menganggap CD tersebut ditujukan untuk orang dewasa. Namun, saya menjelaskan bahwa film ini adalah film dokumenter yang dapat ditonton oleh semua kalangan.

Film dimulai dan Zidan tampak tertarik. Dia mulai bertanya-tanya tentang fenomena global warming yang ditampilkan dalam film tersebut. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Zidan antara lain, mengapa es di puncak gunung di seluruh dunia semakin berkurang jumlahnya, mengapa es di kutub terus meleleh, dan mengapa terjadi banjir dan kekeringan di berbagai tempat di dunia. Saya mencoba menjelaskan dengan bahasa yang sesuai dengan usianya dan berharap dia dapat memahami penjelasan tersebut.

Namun, ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh Zidan yang tidak terkait dengan topik global warming yang dibahas dalam film. Pertanyaan-pertanyaan tersebut justru membuat saya harus mencari tahu terlebih dahulu sebelum memberikan jawaban yang tepat. Salah satu pertanyaan yang diajukan oleh Zidan adalah tentang negara apa yang ada di kutub utara dan kutub selatan. Saya mengakui bahwa saya tidak tahu jawabannya karena biasanya pertanyaan semacam ini dijawab oleh ayah Zidan. Zidan juga bertanya tentang bendera negara di kutub dan apakah negara-negara tersebut masih ada jika semua es di kutub meleleh. Pertanyaan-pertanyaan ini membuat saya menyadari bahwa saya harus terus mengupdate pengetahuan saya agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan Zidan dengan baik.

Baca Juga:  6 Nutrisi Ekstra Untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Anak Tangguh

Diskusi dan Kesimpulan

Setelah menonton film selesai, kami berdiskusi tentang tanda-tanda terjadinya global warming. Kami mencoba mengingat kembali apa yang telah kami lihat dalam film dan membahasnya lebih detail. Zidan dengan santai menjawab bahwa salah satu tanda-tanda global warming adalah semakin banyaknya orang yang membeli AC. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa suhu bumi semakin panas. Meskipun jawabannya sederhana, tetapi saya merasa bangga bahwa Zidan dapat menghubungkan tanda-tanda global warming dengan hal yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan dari diskusi kami adalah bahwa sebagai ibu, saya harus terus update ilmu pengetahuan saya agar dapat memberikan penjelasan yang lebih baik kepada Zidan. Saya harus siap menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan oleh Zidan terkait dengan topik ini. Global warming adalah fenomena yang kompleks dan memiliki dampak yang serius bagi kehidupan di bumi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami dan mengambil tindakan untuk mengurangi dampak global warming ini.

Dampak Global Warming

Global warming adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi yang disebabkan oleh peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrogen oksida (N2O) dapat menyerap dan memperangkap panas dari matahari, sehingga menyebabkan peningkatan suhu di bumi. Peningkatan suhu ini dapat menyebabkan perubahan iklim yang ekstrem seperti banjir, kekeringan, dan bencana alam lainnya.

Salah satu dampak global warming yang paling terlihat adalah pencairan es di kutub. Es di kutub utara dan kutub selatan semakin mencair akibat peningkatan suhu di bumi. Hal ini mengakibatkan kenaikan permukaan air laut yang dapat menyebabkan banjir di daerah pesisir. Selain itu, pencairan es juga dapat mengakibatkan hilangnya habitat bagi berbagai spesies hewan, seperti beruang kutub yang menggantungkan hidupnya pada es laut di kutub utara.

Baca Juga:  Ini 4 Cara Aman Bermain di Air untuk Anak-anak

Selain pencairan es di kutub, global warming juga dapat menyebabkan perubahan iklim yang ekstrem di berbagai daerah di dunia. Beberapa daerah mengalami banjir yang parah, seperti yang terjadi di Indonesia beberapa waktu lalu. Banjir tersebut disebabkan oleh peningkatan curah hujan yang tinggi dan tidak normal. Di sisi lain, ada juga daerah yang mengalami kekeringan yang parah, seperti yang terjadi di Afrika. Kekeringan ini mengakibatkan kekurangan air bersih dan kelaparan bagi penduduk di daerah tersebut.

Selain itu, global warming juga dapat mengancam keberlanjutan sumber daya alam. Peningkatan suhu yang tinggi dapat mengakibatkan penurunan produktivitas pertanian dan kehilangan keanekaragaman hayati. Tanaman dan hewan yang tidak dapat beradaptasi dengan suhu yang tinggi akan mati atau punah. Hal ini dapat mengancam ketahanan pangan dan kehidupan ekosistem di bumi.

Tindakan Mengatasi Global Warming

Untuk mengatasi masalah global warming, diperlukan tindakan yang dilakukan oleh semua pihak, baik individu maupun pemerintah. Berikut adalah beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak global warming:

1. Mengurangi emisi gas rumah kaca: Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengurangi emisi gas rumah kaca. Hal ini dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang beremisi tinggi dan beralih ke transportasi umum atau bersepeda. Selain itu, penggunaan energi terbarukan seperti energi matahari dan energi angin juga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca.

2. Menghemat energi: Penghematan energi juga merupakan langkah penting dalam mengurangi dampak global warming. Penggunaan lampu hemat energi atau lampu LED, mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan, dan mengurangi penggunaan AC dan pemanas ruangan dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.

Baca Juga:  Penyebab dan Pilihan Obat Sariawan pada Bayi dan Anak

3. Mengurangi penggunaan plastik: Plastik merupakan salah satu bahan yang sulit terurai dan dapat mencemari lingkungan. Dalam proses produksinya, plastik juga menghasilkan emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menggunakan kantong belanja kain dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.

4. Menanam pohon: Pohon memiliki kemampuan untuk menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Oleh karena itu, menanam pohon dapat membantu mengurangi konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Selain itu, pohon juga dapat membantu menjaga kelembaban udara dan mencegah erosi tanah.

5. Mengedukasi masyarakat: Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi dampak global warming juga penting dilakukan. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, diharapkan akan ada lebih banyak orang yang peduli terhadap lingkungan dan mengambil tindakan untuk mengurangi dampak global warming.

Kesimpulan

Global warming adalah masalah serius yang perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak. Dampak dari global warming dapat dirasakan di berbagai aspek kehidupan, mulai dari perubahan iklim yang ekstrem, pencairan es di kutub, hingga ancaman terhadap sumber daya alam dan kehidupan ekosistem. Oleh karena itu, diperlukan tindakan yang dilakukan oleh semua pihak, baik individu maupun pemerintah, untuk mengurangi dampak global warming ini. Tindakan-tindakan tersebut antara lain mengurangi emisi gas rumah kaca, menghemat energi, mengurangi penggunaan plastik, menanam pohon, dan mengedukasi masyarakat. Dengan melakukan tindakan ini, diharapkan dapat mengurangi dampak global warming dan menjaga keberlanjutan bumi untuk generasi mendatang.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com