3 Kebutuhan Pokok untuk Status Gizi Anak Prima

3 Kebutuhan Pokok untuk Mencapai Status Gizi Anak yang Baik

Agar proses tumbuh kembang dapat berjalan dengan optimal, seorang anak harus mendapatkan pemenuhan gizi balita dari 3 kebutuhan pokoknya. Rangkaian gizi balita tersebut adalah:

Kebutuhan fisik dan biologis
Untuk mencapai status gizi anak yang baik, setiap anak perlu dipenuhi kebutuhannya akan nutrisi; yaitu ASI atau Makanan Pengganti ASI dan MPASI, imunisasi, serta kebersihan fisik dan lingkungan.

Kebutuhan emosi
Dalam hal ini, status gizi anak dapat didukung berupa kasih sayang, rasa aman dan nyaman, dihargai, diperhatikan, serta didengar keinginan dan pendapatnya. Kebutuhan ini memiliki peran yang sangat besar pada kemandirian dan kecerdasan emosi anak yang tercakup dalam status gizi anak.

Kebutuhan stimulasi
Status gizi anak yang baik juga perlu didukung dengan aktivitas bermain untuk merangsang semua indra, mengasah motorik halus dan kasar, melatih keterampilan berkomunikasi, kemandirian, berpikir dan berkreasi. Stimulasi ini harus diberikan sejak dini karena memiliki pengaruh yang besar pada ragam kecerdasan atau multiple intelligences yang tercakup dalam status gizi anak.

Ketiga kebutuhan gizi balita tersebut merupakan kebutuhan pokok yang saling terkait untuk mencapai status gizi anak yang baik. Satu kebutuhan bukanlah substitusi kebutuhan yang lain, oleh sebab itu ketiga gizi balita tersebut harus terpenuhi untuk mencapai perkembangan otak dan pertumbuhan anak yang optimal. Karena apabila status gizi anak yang mencakup kebutuhan gizi balita berupa fisik dan biologis tak tercukupi, tentu anak jadi sering sakit dan perkembangan otaknya pun tak optimal. Lalu kalau kebutuhannya akan kasih sayang tak tercukupi, kecerdasan emosinya juga relatif rendah sehingga menunjukkan status gizi anak tidak optimal. Sedangkan jika stimulasi bermainnya kurang bervariasi, perkembangan kecerdasannya juga kurang seimbang. Jadi, asupan gizi balita yang diberikan haruslah seimbang.

Baca Juga:  Sekadar Tingkah Laku Remaja Normal atau Tanda-Tanda Mental Illness?

Ciri-Ciri Anak kurang Gizi
Jika ketiga kebutuhan pokok balita di atas tidak terpenuhi dengan baik, ada risiko si Kecil menunjukkan beberapa gejala anak kurang gizi, yaitu:

Tidak nafsu makan
Sering rewel
Kulit dan rambut terlihat kering
Pipi dan mata yang cekung
Proses penyembuhan yang lambat
Berat dan tinggi badan yang di bawah kurva pertumbuhan
Sulit bersosialisasi

Memahami ciri-ciri anak kurang gizi di atas bisa jadi patokan Bunda agar jangan sampai si Kecil memunculkan gejala di atas. Sebab anak kurang gizi menunjukkan status gizi anak yang tidak baik dan kurang optimal.

Bagaimana Asupan Tepat untuk Status Gizi Anak yang Baik?
Asupan gizi balita haruslah diperhatikan, terutama dalam 5 tahun pertama dalam kehidupannya karena asupan gizi balita pada masa itu adalah yang penting dan akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya.

Pada 3 tahun pertama kehidupan, gizi balita berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak masih berlangsung dan terjadi pertumbuhan serabut-serabut saraf dan cabang-cabangnya sehingga terbentuk jaringan saraf dan otak yang kompleks. Status gizi anak yang cukup akan mempengaruhi segala kinerja otak mulai dari kemampuan belajar berjalan, mengenal huruf, hingga bersosialisasi atas pengaruh jumlah dan pengaturan hubungan-hubungan antarsel saraf. Sedangkan perkembangan kemampuan bicara dan bahasa, kreativitas, kesadaran sosial, emosional dan intelegensi berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan berikutnya.

Menurut Marzuki Iskandar, STP., MTP., seorang ahli gizi balita, kunci asupan untuk status gizi anak yang baik adalah makanan yang sehat dan bervariasi. Agar status gizi anak melalui makanan setiap harinya dapat memenuhi kebutuhan perkembangan kecerdasan dan pertumbuhan fisik yang optimal, maka komposisi makanan haruslah terdiri atas:

Baca Juga:  Apakah Terlalu Banyak Serat Bisa Membuat Bayi Sembelit?

55-67% karbohidrat
20-30% lemak
13-15% protein

“Konkretnya gizi balita berupa 3-4 porsi nasi atau penggantinya seperti bihun, mi atau roti yang merupakan sumber zat tenaga. Sumber zat pembangun diperoleh dari 4-5 porsi lauk-pauk ditambah sumber zat pengatur berupa vitamin dan mineral yang terdiri dari 2-3 porsi sayur dan buah,” jelas Marzuki.

Komposisi untuk mencapai status gizi anak yang baik melalui makanan tersebut akan disempurnakan dengan kehadiran susu sebagai sumber zat tenaga yang juga mengandung berbagai komponen gizi balita yang penting, seperti DHA, 9 Asam Amino Esensial yang lengkap, Sialic Acid, Sphingomyelin, protein, vitamin, dan mineral.

Kandungan gizi balita yang terdiri dari DHA dan 9 Asam Amino Esensial yang lengkap merupakan asam lemak rantai panjang tak jenuh ganda sebagai komponen utama pembentuk otak dan retina mata. Lewat DHA dan 9 Asam Amino Esensial yang lengkap juga berperan penting dalam mengoptimalkan fungsi membran sel otak, retina mata, serta proses metabolisme sel-sel syaraf dalam otak sehingga menunjukkan status gizi anak yang baik.

Sedangkan Sialic Acid untuk status gizi anak yang baik, berdasarkan penelitian memiliki peran penting dalam proses pembelajaran dan pembentukan daya ingat anak.

Kemudian, Sphingomyelin adalah suatu kandungan lemak di dalam otak, berperan sebagai kerangka penyusun membran sel serta banyak fungsi lainnya. Sphingomyelin berperan juga dalam pembentukan lapisan pelindung myelin, dimana mielin berfungsi untuk mempercepat rangsangan dari sel saraf yang satu ke sel saraf lainnya guna mengoptimalkan kemampuan otak dalam mengirim pesan.

Oleh sebab itu pemenuhan gizi balita dalam pemilihan susu demi status gizi anak yang baik, penting sekali untuk memilih susu yang mengandung zat-zat yang penting bagi pertumbuhan otak tersebut. Tentu saja tujuannya agar status gizi anak terpenuhi dan mereka dapat tumbuh secara optimal, baik secara fisik maupun intelektual.

Baca Juga:  Bu, Ini Cara Tepat Memberikan MPASI 7 Bulan untuk Si Kecil

Dalam mengoptimalkan status gizi anak, peran orang tua sangatlah penting. Orang tua harus memberikan pemenuhan gizi balita yang memadai, memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup, serta memberikan stimulasi yang sesuai dengan usia anak. Dengan memenuhi kebutuhan pokok gizi balita, diharapkan anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik serta memiliki status gizi anak yang optimal.

Dalam menjaga status gizi anak yang baik, penting juga bagi orang tua untuk selalu memantau pertumbuhan dan perkembangan anak melalui posyandu atau konsultasi dengan ahli gizi. Dengan begitu, orang tua dapat mendapatkan informasi dan saran yang tepat untuk menjaga kesehatan dan status gizi anak secara optimal.

Jadi, untuk mencapai status gizi anak yang baik, perhatikan kebutuhan fisik dan biologis, kebutuhan emosi, dan kebutuhan stimulasi anak. Berikan asupan gizi balita yang seimbang melalui makanan sehat dan bervariasi, serta pilihlah susu yang mengandung nutrisi penting bagi pertumbuhan otak. Selain itu, peran orang tua dalam memberikan kasih sayang, perhatian, dan stimulasi yang sesuai juga sangat penting. Dengan menjaga status gizi anak yang baik, anak akan tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com