Gejala dan Penyebab Anemia pada Ibu Hamil

Gejala Anemia pada Bunda Hamil

Anemia pada ibu hamil dapat menimbulkan berbagai gejala yang mungkin tidak langsung terlihat. Gejala ini biasanya muncul akibat penurunan kadar sel darah merah atau hemoglobin dalam darah. Beberapa gejala anemia pada ibu hamil antara lain:

1. Mudah lelah
Bunda hamil yang mengalami anemia akan merasa mudah lelah dan lemas. Hal ini disebabkan oleh kurangnya sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

2. Detak jantung cepat dan tidak beraturan
Karena kekurangan sel darah merah, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan detak jantung menjadi lebih cepat dan tidak beraturan.

3. Sulit berkonsentrasi
Kurangnya oksigen yang disalurkan ke otak akibat anemia dapat menyebabkan sulitnya ibu hamil berkonsentrasi. Bunda hamil mungkin merasa mudah lupa atau tidak bisa fokus pada suatu tugas.

4. Napas pendek
Anemia juga dapat menyebabkan ibu hamil mengalami sesak napas atau sulit bernapas. Hal ini terjadi karena tubuh mencoba untuk mendapatkan lebih banyak oksigen dengan cara mempercepat pernapasan.

5. Kulit pucat
Sel darah merah yang berkurang dapat membuat kulit ibu hamil terlihat pucat. Hal ini terjadi karena kurangnya oksigen yang disalurkan ke seluruh tubuh.

6. Sakit di bagian dada
Beberapa ibu hamil dengan anemia mungkin mengalami nyeri atau sakit di bagian dada. Hal ini disebabkan karena tubuh mencoba untuk mengompensasi kekurangan oksigen dengan cara mempercepat detak jantung.

7. Pusing atau berkunang-kunang
Kekurangan oksigen yang disebabkan oleh anemia dapat menyebabkan ibu hamil merasa pusing atau berkunang-kunang. Hal ini terutama terjadi saat berdiri atau bergerak terlalu cepat.

Baca Juga:  QUIZ: Mana Karakter di Drakor Dr Cha Yang Paling Sesuai Sama Kamu?

8. Tangan dan kaki terasa dingin
Kekurangan oksigen juga dapat menyebabkan peredaran darah menjadi tidak lancar, sehingga tangan dan kaki terasa dingin.

Penyebab Anemia pada Bunda Hamil

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan anemia pada ibu hamil. Beberapa penyebab umum anemia pada ibu hamil antara lain:

1. Kekurangan zat besi
Zat besi sangat penting untuk produksi sel darah merah dalam tubuh. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan jumlah sel darah merah menjadi berkurang, sehingga terjadi anemia. Kekurangan zat besi dapat disebabkan oleh pola makan yang tidak seimbang atau tidak cukup mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi.

2. Kekurangan asam folat
Asam folat atau vitamin B9 juga penting untuk produksi sel darah merah. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan anemia pada ibu hamil. Asam folat dapat ditemukan dalam sayuran hijau, buah-buahan, dan makanan yang diperkaya dengan asam folat.

3. Kekurangan vitamin B12
Vitamin B12 juga diperlukan untuk produksi sel darah merah. Kekurangan vitamin B12 dapat disebabkan oleh pola makan yang tidak seimbang atau gangguan penyerapan vitamin B12 oleh tubuh.

4. Gangguan penyerapan zat besi atau vitamin B12
Beberapa kondisi medis seperti gangguan penyerapan zat besi atau vitamin B12 oleh tubuh dapat menyebabkan anemia pada ibu hamil.

5. Gangguan ginjal atau hati
Gangguan pada ginjal atau hati juga dapat menyebabkan anemia pada ibu hamil. Kondisi ini biasanya terjadi karena gangguan produksi sel darah merah oleh organ-organ tersebut.

6. Kehamilan ganda atau kehamilan dengan jarak yang terlalu dekat
Kehamilan ganda atau kehamilan dengan jarak yang terlalu dekat dapat meningkatkan risiko anemia pada ibu hamil. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan nutrisi yang lebih tinggi.

Baca Juga:  Ibu dengan Diabetes, Bolehkah Menyusui?

7. Riwayat anemia sebelumnya
Bunda hamil yang pernah mengalami anemia sebelumnya memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami anemia pada kehamilan selanjutnya.

Pencegahan dan Pengobatan Anemia pada Bunda Hamil

Untuk mencegah dan mengobati anemia pada ibu hamil, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, antara lain:

1. Mengonsumsi makanan yang kaya zat besi
Bunda hamil perlu mengonsumsi makanan yang kaya zat besi, seperti daging merah, hati, ayam, ikan, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C juga dapat membantu penyerapan zat besi oleh tubuh.

2. Mengonsumsi suplemen zat besi
Jika kadar zat besi dalam tubuh terlalu rendah, ibu hamil dapat mengonsumsi suplemen zat besi yang direkomendasikan oleh dokter. Penting untuk mengikuti dosis yang dianjurkan dan tidak mengonsumsi suplemen zat besi tanpa rekomendasi dokter.

3. Mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat dan vitamin B12
Bunda hamil juga perlu mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat dan vitamin B12, seperti sayuran hijau, buah-buahan, daging, telur, dan susu. Jika kadar asam folat atau vitamin B12 dalam tubuh terlalu rendah, dokter mungkin akan merekomendasikan suplemen.

4. Menghindari konsumsi kafein
Kafein dapat menghambat penyerapan zat besi oleh tubuh. Oleh karena itu, ibu hamil sebaiknya menghindari konsumsi kafein yang berlebihan.

5. Rutin melakukan pemeriksaan kehamilan
Pemeriksaan kehamilan yang rutin dapat membantu mendeteksi anemia pada tahap awal. Jika ditemukan anemia, dokter dapat memberikan pengobatan yang sesuai.

6. Istirahat yang cukup
Istirahat yang cukup sangat penting bagi ibu hamil agar tubuh dapat memperbaiki sel-sel darah merah yang rusak dan memproduksi sel darah merah yang baru.

7. Menghindari stres
Stres dapat mempengaruhi kesehatan ibu hamil secara keseluruhan, termasuk meningkatkan risiko anemia. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk menghindari stres sebisa mungkin.

Baca Juga:  Minum Pil KB Bisa 'Memancing' Kehamilan?

8. Mengikuti saran dan anjuran dokter
Setiap ibu hamil memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengikuti saran dan anjuran dokter dalam mengatasi anemia pada ibu hamil.

Dalam melakukan pencegahan dan pengobatan anemia pada ibu hamil, penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter. Hanya dokter yang dapat memberikan diagnosis dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi ibu hamil.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com