Disleksia pada Anak: Ciri-ciri, Penyebab, & Cara Menanganinya

Disleksia adalah gangguan belajar yang paling sering dialami oleh anak-anak. Gangguan ini membuat anak sulit dalam membaca, menulis, dan berbicara dengan lancar. Jika tidak ditangani dengan baik, disleksia dapat berdampak negatif pada perkembangan akademik dan emosional anak. Oleh karena itu, penting bagi orangtua dan pendidik untuk mengenali ciri-ciri disleksia, mengetahui penyebabnya, dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menangani gangguan ini.

Apa Itu Disleksia?
Disleksia merupakan sebuah kondisi atau gangguan yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam membaca, menulis, dan berbicara. Anak yang mengalami disleksia akan mengalami kesulitan dalam memproses informasi yang terkait dengan tulisan dan kata-kata. Mereka mungkin mengalami kesulitan dalam mengenali huruf-huruf, menghubungkan suara dengan tulisan, dan memahami makna yang terkandung dalam teks yang mereka baca.

Ciri-ciri Disleksia
Ada beberapa ciri-ciri yang dapat mengindikasikan bahwa seorang anak mengalami disleksia. Beberapa ciri-ciri umum disleksia antara lain:

1. Kesulitan dalam membaca dengan lancar dan akurat. Anak dengan disleksia mungkin mengalami kesulitan dalam mengenali huruf-huruf, membaca kata-kata dengan benar, dan memahami teks yang mereka baca. Mereka mungkin juga sering melakukan kesalahan dalam membaca dan mengabaikan atau menggantikan kata-kata yang seharusnya ada dalam teks.

2. Kesulitan dalam mengeja kata-kata. Anak dengan disleksia mungkin kesulitan dalam mengeja kata-kata dengan benar. Mereka mungkin sering salah mengurutkan huruf-huruf dalam kata atau menggantikan huruf-huruf yang seharusnya ada dalam kata.

3. Kesulitan dalam menulis. Anak dengan disleksia mungkin mengalami kesulitan dalam menulis kata-kata dengan benar. Mereka mungkin sering melakukan kesalahan dalam mengeja kata-kata dan mengabaikan atau menggantikan huruf-huruf yang seharusnya ada dalam kata.

4. Kesulitan dalam berbicara dengan lancar. Anak dengan disleksia mungkin mengalami kesulitan dalam mengucapkan kata-kata dengan benar dan lancar. Mereka mungkin sering terbata-bata atau mengulangi kata-kata yang seharusnya sudah mereka ucapkan.

Baca Juga:  Pizza Mini Spesial

5. Kesulitan dalam memahami instruksi lisan. Anak dengan disleksia mungkin kesulitan dalam memahami instruksi yang diberikan secara lisan. Mereka mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk memproses informasi yang diberikan secara lisan dan mungkin sering meminta instruksi yang diulang.

Penyebab Disleksia
Penyebab pasti disleksia masih belum diketahui dengan pasti. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik dapat memainkan peran penting dalam perkembangan gangguan ini. Anak-anak yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat disleksia memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan ini.

Selain faktor genetik, faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi perkembangan disleksia. Beberapa faktor lingkungan yang dapat meningkatkan risiko disleksia antara lain:

1. Paparan zat-zat beracun selama kehamilan, seperti alkohol dan merokok.
2. Kurangnya stimulasi lingkungan yang kaya akan bahasa dan literasi pada masa kanak-kanak.
3. Gangguan pendengaran atau penglihatan yang tidak terdiagnosis atau tidak ditangani dengan baik.

Cara Menangani Disleksia
Meskipun disleksia tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, dengan pengenalan dini dan intervensi yang tepat, anak-anak dengan disleksia dapat belajar untuk mengatasi gangguan ini dan mencapai potensi mereka yang penuh. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk menangani disleksia:

1. Pengenalan dini dan evaluasi. Penting untuk mendeteksi disleksia sejak dini agar intervensi dapat dimulai sesegera mungkin. Jika Anda mencurigai bahwa anak Anda mengalami disleksia, segera konsultasikan dengan dokter atau ahli pendidikan untuk evaluasi dan diagnosis yang akurat.

2. Mendukung pembelajaran yang disesuaikan. Anak-anak dengan disleksia akan membutuhkan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Ini dapat meliputi penggunaan metode dan strategi pembelajaran yang lebih visual, penggunaan alat bantu pembelajaran seperti papan tulis interaktif, dan penyediaan waktu tambahan untuk mengerjakan tugas dan ujian.

Baca Juga:  Vaksinasi untuk Ibu Hamil

3. Terapi khusus. Beberapa anak mungkin membutuhkan terapi khusus untuk mengatasi kesulitan yang terkait dengan disleksia. Terapi ini dapat meliputi terapi membaca, terapi mengeja, terapi bicara, dan terapi motorik. Terapi ini dapat membantu anak mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk membaca, menulis, dan berbicara dengan lebih baik.

4. Dukungan emosional dan motivasi. Anak-anak dengan disleksia mungkin mengalami frustrasi dan kehilangan motivasi karena kesulitan yang mereka hadapi dalam pembelajaran. Oleh karena itu, penting bagi orangtua dan pendidik untuk memberikan dukungan emosional dan motivasi kepada mereka. Tunjukkan kepada mereka bahwa Anda percaya pada kemampuan mereka dan berikan pujian dan penghargaan atas usaha dan prestasi mereka.

5. Lingkungan belajar yang positif. Ciptakan lingkungan belajar yang positif dan nyaman bagi anak dengan disleksia. Berikan mereka waktu dan ruang yang cukup untuk belajar, hindari gangguan dan kebisingan, dan berikan bantuan jika diperlukan. Penting juga untuk menghindari tekanan berlebihan dan membiarkan anak belajar dengan ritme mereka sendiri.

6. Kolaborasi dengan sekolah. Jalin komunikasi yang baik dengan sekolah anak dan kolaborasi dengan guru dan staf pendidikan untuk memastikan bahwa anak Anda mendapatkan dukungan dan bantuan yang tepat di sekolah. Diskusikan kebutuhan khusus anak Anda dengan guru dan cari tahu apakah tersedia program atau sumber daya tambahan yang dapat membantu mereka dalam pembelajaran.

7. Mengembangkan kepercayaan diri. Bantu anak Anda mengembangkan kepercayaan diri dengan memberikan kesempatan untuk meraih kesuksesan dalam berbagai bidang. Berikan mereka tanggung jawab dan tugas-tugas yang sesuai dengan kemampuan mereka sehingga mereka dapat merasakan keberhasilan dan pengakuan. Dorong mereka untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka yang lain, seperti seni, musik, olahraga, atau kegiatan lain yang mereka sukai.

Baca Juga:  Yuk, Kenalan dengan Tim Hormon Kehamilan!

Dengan pengenalan dini, dukungan yang tepat, dan intervensi yang terarah, anak-anak dengan disleksia dapat mengatasi kesulitan mereka dan mencapai potensi penuh mereka. Penting bagi orangtua dan pendidik untuk memahami ciri-ciri disleksia, mengetahui penyebabnya, dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menangani gangguan ini. Dengan dukungan dan bantuan yang tepat, anak-anak dengan disleksia dapat berhasil dan meraih kesuksesan dalam kehidupan mereka.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com