Diet Mayo: Dari Review Sampai Resep!

Preparation is the key

Preparasi adalah kunci sukses dalam menjalani diet mayo. Sebelum memulai diet, penting untuk melakukan riset mengenai menu makanan tanpa garam. Saya melakukan riset ini beberapa hari sebelum diet dimulai dengan mencari informasi di internet tentang menu makanan yang cocok untuk diet mayo. Setelah itu, saya menyusun timetable atau jadwal apa saja yang akan saya masak selama 13 hari diet.

Sehari sebelum diet dimulai, saya pergi berbelanja ke supermarket dan pasar untuk mempersiapkan stok makanan selama 13 hari. Saya membeli ayam, daging, telur, sayur, buah, dan bumbu-bumbu yang dibutuhkan. Dengan memiliki stok makanan yang cukup, saya tidak perlu repot bolak-balik ke pasar atau supermarket selama menjalani diet.

Buatlah stok makanan

Selama menjalani diet mayo, saya terbiasa memasak sekaligus dua porsi untuk jenis makanan daging dan ayam. Hal ini berguna untuk menghemat tenaga dan gas. Selain itu, dengan memasak dua porsi sekaligus, saya tidak akan bosan karena bisa mengolah makanan yang sama dengan variasi yang berbeda. Saya menyimpan satu porsi makanan dalam freezer untuk dikonsumsi di lain waktu.

Be creative

Meskipun sudah melakukan riset menu dan menyiapkan bahan-bahan dengan baik, kadang-kadang saya kecolongan tidak memiliki beberapa bahan yang dibutuhkan. Misalnya, saya ingin memasak Soto Bandung namun tidak memiliki jahe dan serai. Namun, saya tidak menyerah dan mencoba memasak dengan bahan-bahan yang ada. Hasilnya ternyata enak dan melebihi ekspektasi saya.

Selama menjalani diet mayo, tidak perlu terlalu kaku dan mengikuti juklak 100%. Meskipun juklak memberikan panduan mengenai makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi, namun metode memasak bisa divariasikan sesuai dengan selera dan kebutuhan kita. Saya menggunakan sedikit minyak untuk tumis atau menggoreng, namun memilih minyak sehat seperti olive oil atau coconut oil. Selain itu, penggunaan wajan antilengket sangat membantu dalam menggoreng atau menumis tanpa menggunakan minyak.

Baca Juga:  12 Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil, Catat!

Untuk sarapan, saya tidak mengikuti juklak diet mayo yang menyajikan menu tertentu. Saya lebih memilih untuk sarapan dengan buah-buahan dan tidak minum kopi atau teh. Saya mempertahankan kebiasaan ini selama menjalani diet mayo dan Alhamdulillah lancar. Saya juga tidak mengalami masalah sembelit yang sering dialami oleh beberapa orang saat menjalani diet mayo.

Jangan pelit bumbu

Untuk menutupi rasa hambar pada makanan yang tidak menggunakan garam dan gula, saya sangat royal dalam menggunakan bumbu. Saya menggunakan bawang-bawangan, ketumbar, cabe bubuk, lada, paprika, jahe, daun salam, jeruk nipis, dan berbagai bumbu lainnya sesuai dengan jenis masakan. Bumbu-bumbu tersebut memberikan rasa yang enak pada masakan saya meskipun tidak menggunakan garam. Selain itu, saya juga menyesuaikan bumbu-bumbu dengan selera pribadi. Saya lebih suka makanan yang pedas dan sedikit asam, sehingga menggunakan banyak cabe dan jeruk nipis. Bahkan, saya membuat dabu-dabu dan saus salsa sendiri yang pedas, asam, dan segar. Saus-saus tersebut menjadi tambahan yang lumayan untuk makanan sehari-hari.

Banyak minum air putih

Banyak minum air putih merupakan salah satu aspek penting dalam menjalani diet mayo. Diet mayo tanpa garam membuat tubuh kita lebih mudah berkeringat dan buang air kecil. Garam merupakan zat yang mengikat air dan lemak dalam tubuh. Selama 13 hari diet mayo, tubuh kita akan kehilangan banyak air karena tidak mengonsumsi garam. Oleh karena itu, penting untuk minum banyak air putih agar tubuh tidak cepat dehidrasi.

Setelah diet mayo berat badan bisa naik lagi?

Banyak orang yang tergoda untuk menjalani diet mayo karena klaim bahwa berat badan tidak akan naik lagi setelah diet selesai. Namun, sebenarnya hal ini tidak benar. Jika pola makan kita tidak dijaga setelah diet selesai, berat badan kita kemungkinan besar akan kembali naik. Saya memiliki beberapa teman yang mengalami hal ini. Setelah berhasil menurunkan berat badan dengan diet mayo, mereka langsung balas dendam dengan makan berlebihan. Akibatnya, berat badan mereka kembali naik hanya dalam beberapa bulan saja.

Baca Juga:  Makan Kacang Saat Hamil Bisa Sebabkan Bayi Alergi, Benarkah?

Intinya, pengendalian diri sangat penting setelah berhasil menurunkan berat badan dengan diet mayo atau diet apapun. Setelah berhasil menyelesaikan diet, jangan cepat berpuas diri. Tetap perhatikan apa yang kita makan agar berat badan tetap stabil. Jangan langsung balas dendam dengan makan berlebihan setelah diet mayo selesai.

Resep yang bisa dipakai selama melakukan diet mayo

Selama menjalani diet mayo, saya mencoba berbagai resep yang tidak menggunakan garam namun tetap lezat. Berikut adalah beberapa resep hasil kreasi saya selama menjalani diet mayo:

1. Ayam “Goreng”
Bahan:
– 2 buah paha ayam
– 5 siung bawang merah, iris halus
– 3 siung bawang putih, iris halus
– 1 sdm ketumbar bubuk
– 1 sdt kunyit bubuk
– lada dan cabe bubuk sesuai selera

Cara membuat:
– Buang kulit dan lemak ayam, cuci hingga bersih.
– Masukkan ayam dan bumbu-bumbu ke dalam wajan. Beri sedikit air dan ungkep selama 15 menit hingga empuk.
– Panggang ayam hingga matang. Sajikan dengan sambal dabu-dabu.

2. Sambal Dabu-dabu
Bahan:
– 1 buah tomat, potong kotak-kotak
– 5 siung bawang merah, iris halus
– 5 buah cabe rawit atau lebih, iris-iris
– 3 buah cabe keriting, iris-iris
– 2 buah jeruk nipis, ambil airnya

Cara membuat:
– Campur semua bahan dan diamkan beberapa saat sebelum disajikan.

3. Oven baked beef with onion and garlic
Bahan:
– 300 gram daging sapi, iris tipis memanjang
– 1 sdm unsalted butter
– 1 buah bawang Bombay ukuran kecil, iris-iris
– 2 siung bawang putih, iris halus
– lada dan cabe bubuk secukupnya

Cara membuat:
– Campur semua bahan dan letakkan di dalam pinggan tahan panas.
– Panggang hingga matang, sekitar 40 menit atau sesuai selera.

Baca Juga:  Workshop Gizi Ultah Mamaku Koki Handal

4. Telur Balado
Bahan:
– 2 buah telur, rebus dan kupas kulitnya
– 4 siung bawang merah
– 3 siung bawang putih
– 3 buah cabai rawit/merah atau lebih
– 1 buah tomat
– 1 buah jeruk nipis
– 1 buah serai, ambil putihnya dan geprek
– 2 lembar daun salam
– 1 cm lengkuas, geprek
– 1 sdt olive oil

Cara membuat:
– Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai, dan tomat.
– Tumis bumbu halus, serai, daun salam, dan lengkuas hingga wangi. Masukkan air jeruk nipis.
– Masukkan telur rebus, aduk-aduk dan diamkan beberapa saat. Angkat dan sajikan.

Selamat mencoba resep-resep tersebut selama menjalani diet mayo. Ingat, setiap orang mungkin memiliki pengalaman yang berbeda dalam menjalani diet ini. Selalu konsultasikan dengan ahli gizi atau dokter sebelum memulai program diet apa pun.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com