Cupang, Gigitan Cinta yang Bisa Berujung Maut


Nggak lucu banget jika usai bercinta, salah satu pasangan meninggal, hanya karena diberi gigitan cinta atau cupang yang ternyata bisa berujung maut!

Kita bukan sedang bicara ikan cupang yang lagi naik pamor saat ini, ya. Kalau cupang yang itu malah bisa bantu melepas stres buat para pehobinya. Sementara, cupang atau gigitan cinta yang biasa dilakukan pasangan saat bercinta, ternyata bisa sangat berbahaya. Nggak tanggung-tanggung, bisa bikin orang yang dicupang meninggal dunia! Ngeri apa ngeri?

Kasus cupang berujung maut ini bukan hanya terjadi sekali saja. Faktanya, pada 2016 silam, seorang remaja pria asal Mexico City, Julio Macias (17 tahun), meregang nyawa usai diberi gigitan cinta oleh pacarnya. Nggak lama dicupang sang pacar, Macias mendadak kejang lalu dikabarkan meninggal karena stroke akibat dicupang. Jauh sebelum itu, perempuan asal Selandia baru juga mengalami hal serupa meski tak sampai meninggal. Perempuan tersebut menderita stroke dan lumpuh lengan kirinya pasca dicupang kekasihnya.

Baca juga: Buat Pasangan Sibuk, Simak 7 Bahaya Jika Jarang Bercinta

Benarkah cupang memicu stroke?

Banyak beredar bahwa perihal gigit-menggigit dalam bercinta atau cupang itu menyebabkan penggumpalan darah dan stroke, yang kemudian menjadi penyebab kematian seseorang. Dikutip dari Detik Health, dokter ahli bedah saraf dari Rumah Sakit Mayapada dr. Roslan Roslan Yusni Hasan SpBS atau sering disapa dr. Ryu, membenarkan bahwa cupang dapat menyebabkan kematian, namun bukan karena stroke.

Menurutnya, cupang bisa menyebabkan shock, bukan stroke, yang memang dapat juga menyebabkan kematian. Saat seseorang menerima cupang, tekanan darah di baro reseptor atau carotid body dapat menurun secara drastis, ini yang menyebabkan shock. Perlu diketahui, organ kecil bernama carotid body ini sangat sensitif terhadap perubahan tekanan darah, menurut Ryu. Respon yang diberikan bersifat spontan dengan melonggarkan seluruh pembuluh darah (vasodilatasi). Akibatnya, tekanan darah menurun secara tiba-tiba, berlawanan dengan kenaikan tensi saat menerima cupang.

Boleh cupang, asal jangan di sini..

Carotid body terletak di percabangan arteri carotis communis, menjadi carotis interna dan externa. Kalaupun ingin melakukan cupang, dr. Ryu menyarankan tidak dilakukan di bagian leher yang terlalu atas, mengingat lokasi carotid body tersebut. Kira-kira, lokasi ini ada di posisi 1/3 dari leher bagian atas untuk kanan dan kiri. Sayangnya, ini area-area favorit yang dijadikan sasaran cupang kala bercinta.

Baca Juga:  Resital di Taman Bersama Si Kecil

Sesuai penjelasan dr. Ryu, sebenarnya masih boleh dilakukan, namun hindari di posisi leher demi keselamatan pasangan. Dr. Ryu menyarankan area bawah tubuh lebih aman untuk cupang. Coba sekitar payudara, perut, dan paha. Lebih baik pindah posisi, daripada nekat lalu nyawa taruhannya.

Baca juga: Panduan Menggunakan Vibrator Untuk Bercinta

Foto: freepik cupang berujung mautcupang memicu shockcupang bisa menyebabkan kematiancupang berbahayaShare ArticleSisca ChristinaIbu dua anak yang berprofesi sebagai digital nomad, yang juga suka menulis. Punya prinsip: antara mengasuh anak, bekerja dan melakukan hobi, harus seimbang.

Cupang atau gigitan cinta memang sudah menjadi bagian dari kehidupan seksualitas banyak pasangan. Tindakan ini dianggap sebagai bentuk ekspresi kasih sayang dan keintiman antara dua orang yang sedang bercinta. Namun, ada hal yang perlu diperhatikan mengenai gigitan cinta ini, yaitu potensi bahaya yang bisa timbul akibatnya.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai bahaya gigitan cinta, kita perlu memahami apa yang dimaksud dengan gigitan cinta atau cupang. Gigitan cinta atau cupang adalah tindakan menggigit atau menghisap kulit pasangan saat sedang bercinta. Biasanya, gigitan cinta ini dilakukan di bagian-bagian tertentu seperti leher, payudara, atau paha.

Tentu saja, cupang atau gigitan cinta ini sebenarnya tidak berbahaya jika dilakukan dengan hati-hati dan tidak berlebihan. Namun, dalam beberapa kasus, tindakan ini dapat mengakibatkan konsekuensi yang serius, bahkan hingga menyebabkan kematian.

Salah satu kasus yang mencuat ke permukaan adalah kisah tragis seorang remaja pria asal Mexico City, Julio Macias. Pria berusia 17 tahun ini meninggal dunia setelah diberi gigitan cinta oleh pacarnya. Setelah dicupang, Macias mendadak kejang dan kemudian dikabarkan meninggal karena stroke yang disebabkan oleh gigitan cinta tersebut.

Kisah serupa juga terjadi pada seorang perempuan asal Selandia Baru. Meski tidak sampai menyebabkan kematian, perempuan tersebut mengalami stroke dan lumpuh pada lengan kirinya setelah dicupang oleh kekasihnya.

Dari kedua kasus tersebut, kita bisa melihat bahwa gigitan cinta atau cupang ini bukanlah hal yang sepele. Tindakan ini dapat memiliki dampak yang serius bagi kesehatan dan keselamatan seseorang.

Namun, ada yang perlu diklarifikasi mengenai hubungan antara gigitan cinta atau cupang dengan stroke. Menurut dr. Roslan Roslan Yusni Hasan SpBS, seorang dokter ahli bedah saraf dari Rumah Sakit Mayapada, gigitan cinta atau cupang memang dapat menyebabkan kematian, namun bukan karena stroke.

Baca Juga:  5 Tanda Atasan Ingin Anda Segera Resign

Dr. Roslan menjelaskan bahwa cupang dapat menyebabkan shock, bukan stroke. Ketika seseorang menerima cupang, tekanan darah di carotid body atau baro reseptor dapat menurun secara drastis, yang kemudian menyebabkan shock. Carotid body merupakan organ kecil yang sangat sensitif terhadap perubahan tekanan darah.

Respon tubuh terhadap cupang ini bersifat spontan, di mana tubuh akan melonggarkan seluruh pembuluh darah. Akibatnya, tekanan darah akan menurun secara tiba-tiba, berlawanan dengan kenaikan tensi saat menerima cupang.

Mengingat hal ini, dr. Roslan menyarankan agar cupang tidak dilakukan di bagian leher yang terlalu atas. Lokasi carotid body berada di posisi 1/3 dari leher bagian atas, baik di sebelah kanan maupun kiri. Sayangnya, ini adalah area yang sering menjadi sasaran cupang saat bercinta.

Namun, dr. Roslan juga mengatakan bahwa cupang masih boleh dilakukan, asalkan dihindari di area leher demi keselamatan pasangan. Ia menyarankan agar cupang dilakukan di area bawah tubuh seperti payudara, perut, atau paha. Dengan demikian, risiko terjadinya shock akibat cupang dapat diminimalisir.

Sebagai pasangan yang saling mencintai, perlu untuk selalu memperhatikan keselamatan dan kesehatan satu sama lain. Tindakan seperti cupang atau gigitan cinta memang bisa menambah kesenangan dalam bercinta, namun tidak boleh dilakukan dengan mengabaikan potensi bahayanya.

Kesehatan dan keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas seksual. Jika ingin mencoba hal-hal baru dalam bercinta, pastikan untuk melakukan dengan hati-hati dan memperhatikan batasan-batasan yang aman.

Selain itu, penting juga untuk terus meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan seksual dan mengikuti perkembangan informasi terkini. Dengan memiliki pengetahuan yang cukup, kita dapat menghindari risiko yang tidak perlu dalam menjalani kehidupan seksual.

Dalam menjaga kesehatan seksual, penting juga untuk melakukan pemeriksaan rutin dan berkonsultasi dengan dokter jika ada keluhan atau pertanyaan mengenai kesehatan seksual. Dokter adalah sumber informasi yang terpercaya dan dapat memberikan saran yang sesuai dengan kondisi masing-masing individu.

Dalam kesimpulan, cupang atau gigitan cinta memang memiliki potensi bahaya yang serius, termasuk risiko terjadinya shock yang dapat mengancam nyawa seseorang. Oleh karena itu, penting untuk selalu berhati-hati dan memperhatikan keselamatan saat melakukan tindakan ini.

Baca Juga:  Kenali 6 Gejala Kehamilan di Trimester Pertama

Dalam berbicara mengenai kehidupan seksual, penting juga untuk mengedepankan pendekatan yang menghormati dan melindungi hak-hak individu. Setiap pasangan memiliki hak untuk menikmati kehidupan seksual yang sehat dan aman, tanpa adanya tekanan atau paksaan dari pihak lain.

Kesehatan seksual adalah bagian integral dari kesehatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga kesehatan seksual dengan melakukan tindakan yang aman dan bertanggung jawab.

Saat ini, terdapat banyak sumber informasi mengenai kesehatan seksual yang dapat diakses secara online. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua informasi yang ada di internet dapat dianggap akurat dan terpercaya.

Sebagai individu yang bertanggung jawab atas kesehatan diri sendiri, penting untuk selalu memeriksa keabsahan sumber informasi sebelum mengambil keputusan atau tindakan. Mengandalkan informasi yang tidak akurat atau tidak terpercaya dapat berpotensi menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Dalam hal ini, konsultasi dengan dokter atau tenaga medis yang kompeten tetap menjadi pilihan terbaik dalam mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya mengenai kesehatan seksual.

Dalam menghadapi perkembangan zaman dan teknologi, penting juga untuk terus mengikuti dan memahami perkembangan dalam bidang kesehatan seksual. Dengan demikian, kita dapat melakukan tindakan yang tepat dan bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan seksual kita.

Dalam mengakhiri tulisan ini, mari kita selalu mengutamakan keselamatan dan kesehatan dalam menjalani kehidupan seksual. Setiap pasangan memiliki hak untuk menikmati kehidupan seksual yang sehat dan memuaskan, tanpa adanya tekanan atau paksaan dari pihak lain.

Jadilah pasangan yang saling mendukung dan menjaga kesehatan satu sama lain. Dengan membahas dan memahami potensi bahaya dalam kehidupan seksual, kita dapat menghindari risiko yang tidak perlu dan menjalani kehidupan seksual yang aman dan memuaskan.

Semoga tulisan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya gigitan cinta atau cupang, serta menginspirasi untuk selalu menjaga kesehatan seksual dengan baik. Teruslah belajar dan berkomunikasi dengan pasangan mengenai kebutuhan dan batasan masing-masing, sehingga kita dapat menciptakan hubungan seksual yang sehat dan harmonis.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com