Kenali Sindrom Baby Blues Sebelum dan Sesudah Melahirkan

Kenali Sindrom Baby Blues Sebelum dan Sesudah Melahirkan

Pada artikel ini, kita akan membahas tentang sindrom baby blues yang dapat dialami oleh ibu hamil dan ibu yang baru melahirkan. Baby blues adalah kondisi psikologis yang bisa terjadi secara tiba-tiba pada wanita pasca melahirkan. Sindrom ini ditandai dengan perubahan emosi yang bisa mencakup perasaan bahagia, terharu, cemas, sedih, lelah, dan gelisah. Namun, ternyata tidak hanya ibu yang baru melahirkan saja yang bisa mengalami baby blues, ibu hamil pun juga bisa mengalaminya.

Penelitian yang dipublikasikan oleh BMC Public Health menyebutkan bahwa ibu hamil juga bisa mengalami baby blues atau yang dikenal dengan pre-baby blues syndrome. Pre-baby blues ini dipicu oleh beberapa faktor seperti kondisi pernikahan yang buruk, mengalami kekerasan dalam rumah tangga, tidak mendapatkan dukungan dari suami, stres karena pekerjaan, dan perubahan hormonal selama kehamilan.

Gejala pre-baby blues pada ibu hamil dapat mencakup rasa cemas yang berlebihan, kesulitan tidur, perasaan sedih, putus asa, atau hampa, mudah marah, menangis berlebihan, masalah berkonsentrasi, dan sulit mengingat atau mengambil keputusan. Untuk mengatasi pre-baby blues, ibu hamil perlu mendapatkan dukungan penuh dari pasangan dan keluarga, istirahat cukup, mengonsumsi makanan bernutrisi, melakukan aktivitas fisik yang menyenangkan, menjalani gaya hidup sehat, mengikuti terapi perilaku kognitif, dan berkonsultasi dengan dokter jika gejalanya cukup parah.

Setelah melahirkan, ibu juga bisa mengalami sindrom baby blues. Gejala baby blues setelah melahirkan bisa berbeda-beda pada setiap individu, namun umumnya mencakup penurunan daya konsentrasi, perasaan sedih atau bahkan menangis tanpa alasan yang jelas, rasa lelah dan lemas, mudah tersinggung, tidak selera makan, dan sulit tidur meski bayi sudah tidur pulas. Penyebab baby blues setelah melahirkan dapat dipengaruhi oleh kelelahan, perubahan bentuk tubuh secara drastis, waktu tidur yang tidak cukup, menurunnya kadar hormon, dan proses adaptasi dengan perubahan tanggung jawab yang besar.

Baca Juga:  Kenali Efek Samping Imunisasi & Cara Mengatasinya

Untuk mengatasi sindrom baby blues setelah melahirkan, ibu perlu beristirahat dengan cukup, meminta bantuan dari suami atau orang terdekat, berolahraga secara rutin, berbagi cerita dengan orang lain, meluangkan waktu untuk me time, menghindari makanan atau minuman manis, dan berkonsultasi dengan psikolog jika gejalanya tidak kunjung membaik atau semakin berat.

Selain itu, suami juga memiliki peran penting dalam membantu istri yang mengalami baby blues. Suami dapat menjaga si kecil di malam hari untuk memberikan istri kesempatan untuk beristirahat, membantu pekerjaan rumah, dan membagi tugas merawat bayi. Dengan adanya dukungan dan bantuan dari suami, ibu dapat lebih mudah melewati masa baby blues.

Namun, jika gejala baby blues semakin berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari, ibu perlu segera berkonsultasi dengan psikolog. Beberapa tanda bahwa ibu perlu ke psikolog meliputi gejala baby blues yang berlangsung lebih dari 2 minggu, gejala depresi yang semakin berat, kesulitan melakukan pekerjaan sehari-hari, tidak bisa merawat diri sendiri dan si kecil, memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau si kecil, dan mulai mengalami halusinasi.

Untuk mencegah baby blues, ibu perlu cukup waktu tidur, meminta bantuan dari suami dan orang terdekat, serta mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang. Selain itu, ibu juga perlu memperhatikan asupan nutrisi untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. Jika ibu menyusui, ibu perlu mengonsumsi susu ibu menyusui yang mengandung tinggi DHA, 9 Asam Amino Esensial (AAE), dan 9 nutrisi penting lainnya. Namun, jika pemberian ASI tidak memungkinkan, ibu bisa memberikan susu formula yang sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan.

Dalam menghadapi baby blues, penting bagi ibu untuk tetap optimis dan mengingat bahwa kondisi ini adalah hal yang umum terjadi pada banyak ibu setelah melahirkan. Dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar juga sangat dibutuhkan untuk membantu ibu melewati masa ini. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat membantu ibu dalam menghadapi baby blues.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com

Baca Juga:  Panduan Pemberian MPASI 6 Bulan Pertama yang Tepat