Apakah Anak Tidak Mau Makan Nasi Itu Normal?
Masa MPASI adalah masa transisi di mana bayi beralih dari ASI ke makanan padat. Saat memasuki masa MPASI, bayi baru belajar untuk mencoba aneka makanan yang Bunda berikan. Terkadang bayi perlu mencoba makanan sebanyak 15 kali hingga dapat memutuskan apakah ia menyukainya atau tidak. Jadi, sangat wajar jika ada beberapa makanan yang tidak ia suka bentuk dan rasanya. Pada beberapa kasus, anak tidak mau makan nasi.
Nasi adalah sumber karbohidrat pokok bagi masyarakat Indonesia. Kebiasaan tersebut turun-temurun hingga sekarang. Bisa dibilang kalau belum makan nasi belum makan namanya. Jadi saat orang tua menemui anak tidak mau makan nasi, mereka akan merasa khawatir anaknya kelaparan dan kurang terpenuhi gizinya. Padahal kenyataannya tidak seperti itu, Bu.
Di masa kanak-kanak anak memang membutuhkan banyak nutrisi untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya, mulai dari protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Nasi merupakan sumber karbohidrat yang diperlukan untuk energi supaya anak dapat beraktivitas. Namun sumber karbohidrat juga tidak harus didapatkan dari nasi, tapi bisa dari kentang, pasta, mie, roti, dan umbi-umbian. Jadi, saat anak tidak mau makan nasi, Bunda tidak perlu terlalu khawatir, ya. Kondisi anak tidak mau makan nasi untuk beberapa saat masih normal dan Bunda masih bisa mengganti nasi dengan sumber makanan lainnya.
Bagaimana Solusi untuk Anak Tidak Mau Makan Nasi?
Orang tuanya makan nasi, belum tentu anaknya juga harus makan nasi kok, Bu. Setiap individu memiliki rasa suka dan tidak suka yang berbeda-beda. Hanya karena anak tidak mau makan nasi padahal hal yang umum di Indonesia, lantas si Kecil jadi dikatakan tidak normal. Sah-sah saja jika si Kecil lebih menyukai makanan lainnya, asalkan kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi. Untuk Bunda, berikut ada beberapa tips yang bisa dilakukan saat anak tidak mau makan nasi:
Tetap bersabar dan terus mencoba
Jangan terbawa emosi saat anak tidak mau makan nasi. Tetaplah bersabar karena ini adalah proses belajar makannya dan terus mencoba untuk memberikan sumber nutrisi terbaik untuknya. Yang ibu harus pastikan adalah nasi yang diberikan kepada bayi teksurnya sesuai dengan kemampuan gigi geliginya.
Jangan memaksa
Jika anak tidak mau makan nasi, maka jangan memaksanya. Hal ini dapat membuatnya trauma dan semakin malas untuk mencoba makan nasi. Apalagi sampai membuat waktu makan hingga lebih dari 30 menit. Jika sudah melebihi 30 menit dan ia tetap tidak mau, lebih baik sudahi saja.
Ganti dengan sumber karbohidrat lain
Masih banyak makanan yang mengandung karbohidrat untuk diberikan kepada bayi di masa MPASI-nya. Saat anak tidak mau makan nasi, Bunda bisa memberikannya sebagai selingan supaya karbohidratnya tetap terpenuhi dan ia memiliki cukup energi untuk beraktivitas.
Variasikan nasi
Saat anak tidak mau makan nasi, Bunda boleh tetap memperkenalkan nasi dengan cara memvariasikannya menjadi hidangan yang menarik. Misalnya saja diolah menjadi camilan yang tidak memperlihatkan tekstur asli dari nasi. Cara ini sudah saya coba dan berhasil lho, Bu.
Buat hidangan yang menarik
Anak-anak biasanya akan tertarik untuk mencicipi makanan dengan bentuk yang menarik dan lucu. Untuk menggugah selera saat anak tidak mau makan nasi, Bunda bisa membentuk nasi dengan cetakan. Cara ini akan menggugah selera makannya karena tampilan yang tidak membosankan.
Berikan nutrisi lainnya
Meski sedang dalam kondisi anak tidak mau makan nasi, Bunda tetap harus memenuhi nutrisi bayi berupa protein, lemak, vitamin, mineral, kalsium, zat besi, serta omega 3 dan 6. Semuanya bisa didapatkan dari daging, ikan, tahu, tempe, sayur-sayuran, buah-buahan, dan susu.
Kesimpulannya, anak tidak mau makan nasi itu masih merupakan hal yang wajar dialami oleh bayi di masa MPASI. Jika anak tidak mau makan nasi dan terus dicoba diperkenalkan dengan cara yang menyenangkan, seiring berjalannya waktu bayi pasti akan menyukainya kok, Bu. Yakinlah bahwa semua proses tumbuh kembangnya dapat Bunda dan buah hati lalui dengan baik. Saat anak tidak mau makan nasi, tetaplah berpikir positif, terus berusaha, dan berdoa ya, Bu. Jika khawatir tentang kebutuhan nutrisi buah hati, Bunda bisa berkonsultasi seputar anak dengan pakarnya.
Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com