Mengatasi Kebiasaan Anak Suka Menggigit dan Memukul

Mengatasi Kebiasaan Anak Suka Menggigit dan Memukul

I. Pendahuluan

Anak merupakan anugerah yang sangat berharga bagi setiap orang tua. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa setiap anak memiliki kebiasaan dan tingkah laku yang berbeda-beda. Salah satu kebiasaan yang seringkali dihadapi oleh orang tua adalah kebiasaan anak suka menggigit dan memukul. Kebiasaan ini tentu saja sangat mengkhawatirkan dan perlu segera diatasi agar tidak berdampak negatif pada perkembangan anak. Pada tulisan ini, akan dibahas mengenai cara mengatasi kebiasaan anak suka menggigit dan memukul dengan gaya bahasa formal dan detail.

II. Pahami Dulu Alasan si Kecil Menggigit dan Memukul

Sebagai orang tua, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memahami alasan mengapa anak suka menggigit dan memukul. Dengan memahami alasan tersebut, kita dapat menangani kebiasaan ini dengan lebih efektif. Berdasarkan diskusi dengan psikolog, terdapat beberapa alasan yang sering menjadi penyebab anak suka menggigit dan memukul, antara lain:

1. Anak ingin melindungi dirinya dari gangguan orang lain
Saat anak merasa tidak aman atau terancam, mereka cenderung menggigit dan memukul sebagai bentuk pertahanan diri. Hal ini terjadi karena anak belum memiliki kemampuan untuk melindungi diri dengan cara yang lebih baik.

2. Anak ingin memberi peringatan, tapi tidak bisa menyampaikannya secara lisan
Pada usia tertentu, anak mungkin belum memiliki kemampuan berbicara dengan lancar. Oleh karena itu, mereka menggunakan tindakan menggigit dan memukul sebagai cara untuk menyampaikan ketidaknyamanan atau keengganan mereka.

3. Kebutuhan anak akan perhatian belum terpenuhi
Anak seringkali menggunakan kebiasaan menggigit dan memukul sebagai cara untuk mendapatkan perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Mereka merasa bahwa dengan melakukan hal tersebut, mereka dapat menarik perhatian orang lain.

Baca Juga:  KMS Berat Bada Bayi Seperti Apa Seharusnya?

III. Hindari Memukul si Kecil

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua adalah memukul anak sebagai bentuk hukuman ketika mereka menggigit atau memukul. Meskipun tujuannya adalah untuk mengajarkan anak bahwa tindakan tersebut tidak boleh dilakukan, namun tindakan tersebut tetap tidak tepat. Memukul anak dapat berdampak negatif pada kondisi psikologis mereka dan membuat mereka merasa tidak aman. Selain itu, hal ini juga dapat membuat anak berpikir bahwa orang tuanya adalah sosok yang tidak pengertian dan perlu dihindari.

Sebagai gantinya, kita dapat memberikan pengertian pada anak bahwa menggigit dan memukul dapat menyakiti orang lain. Caranya, kita bisa meminta anak untuk menggigit tangannya sendiri setelah mereka menggigit orang lain. Setelah itu, tanyakan kepada mereka bagaimana rasanya. Dengan cara ini, kita dapat mengajarkan anak untuk berempati terhadap orang lain dan menghentikan kebiasaan buruk mereka.

IV. Mengarahkan Anak untuk Mengendalikan Diri

Selain menghindari hukuman fisik, kita juga perlu mengarahkan anak untuk belajar mengendalikan diri. Misalnya, kita dapat mengajarkan anak untuk mengungkapkan kemarahan mereka dengan cara yang lebih baik, seperti berteriak dengan keras. Dengan mengarahkan anak untuk mengendalikan diri, kita dapat membantu mereka mengembangkan kemampuan mengatur emosi dan mengekspresikan perasaan dengan cara yang lebih baik.

V. Apresiasi Anak saat Ia Bisa Mengendalikan Diri

Anak-anak sangat suka mendapatkan pujian dan penghargaan. Oleh karena itu, kita dapat memberikan penghargaan pada anak ketika mereka berhasil mengendalikan diri dan tidak menggunakan kekerasan untuk mengekspresikan emosi mereka. Metode papan nilai dapat digunakan dalam hal ini. Buatlah sebuah papan nilai di mana kita dapat menempelkan bintang atau tanda lain sebagai penghargaan ketika anak berperilaku baik. Bila anak berhasil mendapatkan sejumlah bintang dalam periode tertentu, kita dapat memberikan hadiah berupa makanan kesukaan mereka.

Baca Juga:  7 Cara Tradisional Mengatasi Hidung Tersumbat pada Bayi

VI. Kesimpulan

Mengatasi kebiasaan anak suka menggigit dan memukul memang bukanlah hal yang mudah. Namun, dengan memahami alasan di balik kebiasaan tersebut dan mengambil langkah-langkah yang tepat, kita dapat mengatasi masalah ini dengan efektif. Hindari memukul anak dan gantilah dengan pengertian dan pengarahan yang lebih baik. Berikan penghargaan kepada anak ketika mereka berhasil mengendalikan diri. Semoga dengan mengikuti tips yang telah disampaikan dalam tulisan ini, kita dapat membantu anak mengatasi kebiasaan buruk mereka dan tumbuh menjadi anak yang lebih baik.

VII. Daftar Pustaka

Tidak ada daftar pustaka untuk tulisan ini.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com