Latih Si Kecil Bicara dengan Buku Bergambar

Latih Si Kecil Bicara dengan Buku Bergambar

Hingga ia berusia tiga tahun, tumbuh kembang balita memang pesat, termasuk kemampuan bicaranya. Bunda sudah bisa mulai mengenalkan banyak kosakata baru.

Sudah lewat 12 bulan dari kelahiran si Kecil, ia semakin menakjubkan ya, Bu! Gumamannya mulai jelas terdengar menyerupai kata. Ia pun terlihat antusias ingin mengobrol dengan anggota keluarga lainnya. Pada tahap ini hingga ia berusia tiga tahun, tumbuh kembang balita memang pesat, termasuk kemampuan bicaranya. Bunda sudah bisa mulai mengenalkan si Kecil pada banyak kosakata baru. Bagaimana caranya?

Tentunya dengan lebih sering mengajak si Kecil berkomunikasi. Tanggapi reaksinya terhadap sesuatu, atau ceritakan tentang hal-hal yang terjadi di sekitar si Kecil. Misalnya, bercerita tentang air saat memandikan si Kecil, atau kisah tentang bagaimana cara makanan bisa dibuat ketika menyuapi si Kecil di waktu makan.

Nah, ada satu lagi cara yang menyenangkan untuk melatih kemampuan bicara si Kecil Bu, yaitu dengan membacakan cerita dari buku bergambar. Buku bergambar yang dimaksud, bukanlah komik atau sekedar memiliki goresan ilustrasi warna-warni saja, Bu. Melainkan buku yang memiliki cerita bergambar dan bahasa yang sederhana.

Berikut ini adalah jenis buku bergambar yang dibutuhkan oleh si Kecil untuk mendukung tumbuh kembang balita berdasarkan usianya:

12 – 24 Bulan

Pada usia ini, si Kecil biasanya sudah mampu duduk sendiri dan membolak-balikkan buku sesuai dengan keinginannya. Bunda hanya perlu membacakan cerita untuk si Kecil di sampingnya, agar sesi membaca ini bisa lebih terarah. Sebaiknya, Bunda memilih buku bergambar yang:

Memiliki gambar bayi atau batita yang seusia dengannya. Dengan demikian, si Kecil akan merasa lebih dekat dengan karakter dalam buku tersebut.Bercerita lewat kalimat-kalimat singkat di setiap halaman. Si Kecil belum bisa memahami jalan cerita yang kompleks, jadi pilihlah buku yang memiliki alur cerita sederhana.Menggunakan kata-kata berima pada kalimatnya. Kata-kata berima, selain menarik untuk didengar, juga bisa membuat si Kecil memahami perbedaan makna antar kata. Jangan lupa untuk membacakan cerita dengan intonasi tertentu ya, Bu.Di usia ini, biasanya si Kecil gemar memasukkan berbagai macam benda ke dalam mulutnya. Oleh karena itu, Bunda bisa memilih buku dengan bahan yang tidak gampang sobek, mudah dicuci dan aman jika dimasukkan ke mulut. Misalnya dengan memberikan buku berbahan kain kepadanya.

Baca Juga:  5 Hal Ini Bisa Ibu Lakukan Untuk Mengatasi Si Kecil yang Hobi Berlari

Dengan melatihnya bicara lewat buku bergambar ini, Bunda dapat membantu si Kecil untuk dapat menguasai 1000 – 2000 kata di usia 2 tahun. Bukan tidak mungkin juga jika si Kecil sudah mampu mengombinasikan dua kata sekaligus menjadi kalimat sederhana.

24 – 36 Bulan

Tahukah Bunda, bahwa membacakan cerita pada si Kecil sejak dini bisa membuatnya lebih mudah belajar membaca kelak? Jika Bunda sudah mengenalkannya pada buku sejak bayi, bukan tak mungkin ia sudah memiliki buku cerita favoritnya sekarang. Ia juga bisa membuat Bunda tersenyum dengan berlagak seolah sedang serius membaca, meski faktanya si Kecil hanya memperhatikan gambar-gambar di dalam buku. Lucu sekali! Untuk usia ini, pilihlah buku seperti:

Memiliki gambar benda-benda yang dekat dengan kesehariannya, tapi dengan bentuk yang lebih variatif. Bunda bahkan bisa mulai memberikan majalah khusus balita yang berisi makanan maupun aktivitas balita seusianya.Memiliki gambar batita yang sedang melakukan aktivitas sehari-hari. Misalnya, tidur malam, makan saat bertamasya bersama keluarga, ataupun membaca. Ini akan membuat si Kecil memahami bahwa rutinitasnya juga dilakukan oleh batita lainnya.Buku cerita bergambar yang memiliki lembar bergambar. Karena si Kecil bisa saja tak tahan untuk berkreasi setelah mendengarkan cerita yang seru dari buku tersebut. Agar memudahkan si Kecil, pilih lembar bergambar yang memiliki garis putus-putus atau ruang untuk mewarnai.

Selain bercerita pada si Kecil setiap hari, sesekali ajaklah si Kecil untuk menyebutkan tokoh-tokoh di dalam cerita tersebut. Ia pasti akan bersemangat melakukannya karena ini adalah hal baru yang seru baginya. Bunda juga bisa bercerita dengan bersenandung, atau menggunakan nyanyian agar lebih akrab di telinga si Kecil.

Rangsang juga kemampuan bicara si Kecil dengan mengajukan pertanyaan padanya seputar cerita yang baru saja Bunda bacakan. Misalnya dengan bertanya, “Apa warna tas yang dipegang Barney?” atau “Coba cari gambar bintang di dekat Mickey!”.

Lalu, kapan saat yang tepat untuk sesi membacakan cerita ini agar makin optimal untuk tumbuh kembang balita? Bunda bisa membiasakan dengan membacakan cerita di malam hari sebelum si Kecil tidur. Untuk anak yang berusia di atas dua tahun, Bunda bisa membacakan cerita di sela waktu bermainnya, atau di kala si Kecil terlihat antusias untuk dibacakan cerita.

Yuk Bu, mulai pilih buku cerita yang tepat untuk si Kecil!

Baca Juga:  7 Rekomendasi Mainan Edukasi Anak 2 Tahun

Konsultasi Gratis dengan Ahli Gizi

Dapatkan info parenting dan hadiah spesial dari Bunda&Balita

Sudah lewat 12 bulan dari kelahiran si Kecil, ia semakin menakjubkan ya, Bu! Gumamannya mulai jelas terdengar menyerupai kata. Ia pun terlihat antusias ingin mengobrol dengan anggota keluarga lainnya. Pada tahap ini hingga ia berusia tiga tahun, tumbuh kembang balita memang pesat, termasuk kemampuan bicaranya. Bunda sudah bisa mulai mengenalkan si Kecil pada banyak kosakata baru. Bagaimana caranya?

Tentunya dengan lebih sering mengajak si Kecil berkomunikasi. Tanggapi reaksinya terhadap sesuatu, atau ceritakan tentang hal-hal yang terjadi di sekitar si Kecil. Misalnya, bercerita tentang air saat memandikan si Kecil, atau kisah tentang bagaimana cara makanan bisa dibuat ketika menyuapi si Kecil di waktu makan.

Nah, ada satu lagi cara yang menyenangkan untuk melatih kemampuan bicara si Kecil Bu, yaitu dengan membacakan cerita dari buku bergambar. Buku bergambar yang dimaksud, bukanlah komik atau sekedar memiliki goresan ilustrasi warna-warni saja, Bu. Melainkan buku yang memiliki cerita bergambar dan bahasa yang sederhana.

Berikut ini adalah jenis buku bergambar yang dibutuhkan oleh si Kecil untuk mendukung tumbuh kembang balita berdasarkan usianya:

12 – 24 Bulan

Pada usia ini, si Kecil biasanya sudah mampu duduk sendiri dan membolak-balikkan buku sesuai dengan keinginannya. Bunda hanya perlu membacakan cerita untuk si Kecil di sampingnya, agar sesi membaca ini bisa lebih terarah. Sebaiknya, Bunda memilih buku bergambar yang:

Memiliki gambar bayi atau batita yang seusia dengannya. Dengan demikian, si Kecil akan merasa lebih dekat dengan karakter dalam buku tersebut.Bercerita lewat kalimat-kalimat singkat di setiap halaman. Si Kecil belum bisa memahami jalan cerita yang kompleks, jadi pilihlah buku yang memiliki alur cerita sederhana.Menggunakan kata-kata berima pada kalimatnya. Kata-kata berima, selain menarik untuk didengar, juga bisa membuat si Kecil memahami perbedaan makna antar kata. Jangan lupa untuk membacakan cerita dengan intonasi tertentu ya, Bu.Di usia ini, biasanya si Kecil gemar memasukkan berbagai macam benda ke dalam mulutnya. Oleh karena itu, Bunda bisa memilih buku dengan bahan yang tidak gampang sobek, mudah dicuci dan aman jika dimasukkan ke mulut. Misalnya dengan memberikan buku berbahan kain kepadanya.

Dengan melatihnya bicara lewat buku bergambar ini, Bunda dapat membantu si Kecil untuk dapat menguasai 1000 – 2000 kata di usia 2 tahun. Bukan tidak mungkin juga jika si Kecil sudah mampu mengombinasikan dua kata sekaligus menjadi kalimat sederhana.

Baca Juga:  Ini 11 Cara Mudah Asah Kreativitas Anak yang Efektif

24 – 36 Bulan

Tahukah Bunda, bahwa membacakan cerita pada si Kecil sejak dini bisa membuatnya lebih mudah belajar membaca kelak? Jika Bunda sudah mengenalkannya pada buku sejak bayi, bukan tak mungkin ia sudah memiliki buku cerita favoritnya sekarang. Ia juga bisa membuat Bunda tersenyum dengan berlagak seolah sedang serius membaca, meski faktanya si Kecil hanya memperhatikan gambar-gambar di dalam buku. Lucu sekali! Untuk usia ini, pilihlah buku seperti:

Memiliki gambar benda-benda yang dekat dengan kesehariannya, tapi dengan bentuk yang lebih variatif. Bunda bahkan bisa mulai memberikan majalah khusus balita yang berisi makanan maupun aktivitas balita seusianya.Memiliki gambar batita yang sedang melakukan aktivitas sehari-hari. Misalnya, tidur malam, makan saat bertamasya bersama keluarga, ataupun membaca. Ini akan membuat si Kecil memahami bahwa rutinitasnya juga dilakukan oleh batita lainnya.Buku cerita bergambar yang memiliki lembar bergambar. Karena si Kecil bisa saja tak tahan untuk berkreasi setelah mendengarkan cerita yang seru dari buku tersebut. Agar memudahkan si Kecil, pilih lembar bergambar yang memiliki garis putus-putus atau ruang untuk mewarnai.

Selain bercerita pada si Kecil setiap hari, sesekali ajaklah si Kecil untuk menyebutkan tokoh-tokoh di dalam cerita tersebut. Ia pasti akan bersemangat melakukannya karena ini adalah hal baru yang seru baginya. Bunda juga bisa bercerita dengan bersenandung, atau menggunakan nyanyian agar lebih akrab di telinga si Kecil.

Rangsang juga kemampuan bicara si Kecil dengan mengajukan pertanyaan padanya seputar cerita yang baru saja Bunda bacakan. Misalnya dengan bertanya, “Apa warna tas yang dipegang Barney?” atau “Coba cari gambar bintang di dekat Mickey!”.

Lalu, kapan saat yang tepat untuk sesi membacakan cerita ini agar makin optimal untuk tumbuh kembang balita? Bunda bisa membiasakan dengan membacakan cerita di malam hari sebelum si Kecil tidur. Untuk anak yang berusia di atas dua tahun, Bunda bisa membacakan cerita di sela waktu bermainnya, atau di kala si Kecil terlihat antusias untuk dibacakan cerita.

Yuk Bu, mulai pilih buku cerita yang tepat untuk si Kecil!

Konsultasi Gratis dengan Ahli Gizi

Dapatkan info parenting dan hadiah spesial dari Bunda&Balita

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com