6 Hal Mengenai Laktosa yang Perlu Ibu Tahu

Laktosa merupakan nutrisi penting bagi pertumbuhan dan perkembangan si Kecil. Laktosa memiliki manfaat penting seperti menjadi sumber karbohidrat utama, mengandung galaktosa yang berperan dalam keseimbangan tubuh, membantu pertumbuhan otak, memperlancar sistem pencernaan, membentuk tulang yang kuat, dan menjadi pemanis pengganti yang lebih alami.

Jika si Kecil mengalami intoleransi laktosa, Bunda dapat mengelolanya dengan memberikan ASI dan mengurangi konsumsi laktosa untuk sementara waktu. Penting bagi Bunda untuk memahami betapa pentingnya laktosa bagi pertumbuhan dan perkembangan si Kecil sehingga tidak menghilangkannya secara total dari sumber gizinya.

Apa itu Laktosa?

Laktosa merupakan zat gula yang biasa ditemukan dalam susu bayi, susu sapi, dan produk olahan susu lainnya. Gula ini terdiri dari dua molekul gula berbeda, yaitu glukosa dan galaktosa. Glukosa dan galaktosa merupakan molekul gula alami yang menjadikan laktosa disebut sebagai gula sehat.

Manfaat Laktosa bagi Si Kecil

Laktosa memiliki beberapa manfaat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan si Kecil. Berikut adalah beberapa manfaat laktosa yang perlu Bunda ketahui:

1. Sumber Karbohidrat Utama

Laktosa merupakan sumber karbohidrat utama yang ditemukan dalam ASI. Karbohidrat dibutuhkan oleh si Kecil sebagai bahan bakar dan cadangan makanan untuk meningkatkan energi tubuh. Asupan karbohidrat yang cukup merupakan alasan si Kecil berkembang optimal karena menyediakan kalori yang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan. Si Kecil pun akan tumbuh menjadi bayi yang kuat dan sehat. Bayi yang kekurangan karbohidrat akan mudah lelah, lesu, dan letih sehingga malas beraktivitas. Ini yang nantinya menghambat perkembangan otot karena si Kecil tidak sering melatihnya.

2. Mengandung Galaktosa

Galaktosa merupakan bahan pembuat laktosa dan menjadi salah satu yang penting bagi keseimbangan tubuh si Kecil karena berkontribusi langsung pada proses kontrol dalam tubuh. Tubuh si Kecil juga membutuhkan galaktosa untuk dapat mengembangkan sel yang tepat dan mengoptimalkan fungsi tubuh manusia. Hal ini tidak mengherankan karena zat ini merupakan penyusun dasar sel, dinding sel, dan matriks intraseluler. Selain itu, sistem kekebalan tubuh si Kecil tidak akan berfungsi tanpa adanya galaktosa. Tubuh si Kecil nantinya akan sulit membedakan sel baik serta sel apa yang harus dilindungi oleh antibodi. Tidak berhenti di situ, galaktosa juga telah terbukti menghambat pertumbuhan tumor dan menghentikan penyebarannya, terutama ke hati. Molekul gula alami ini pun sangat berguna untuk penyembuhan luka dan mengurangi peradangan. Selain itu, mendapatkan jumlah galaktosa yang tepat juga dapat membantu melindungi dari paparan radiasi sinar-X, mencegah radang sendi, mencegah lupus, dan mengurangi risiko katarak.

Baca Juga:  Ini Dia Rekomendasi Dokter Kandungan Favorit dari Sesama Mommies di Jakarta, Bekasi, dan Depok

3. Membantu Pertumbuhan Otak

Manfaat ini juga didapatkan karena adanya kandungan galaktosa yang dikenal sebagai ‘brain sugar’. Galaktosa penting bagi pembentukan galaktolipid, yang membantu perkembangan otak dan jaringan saraf yang sehat. Studi menunjukkan bahwa gula baik ini membantu memicu pembentukan memori jangka panjang. Mengonsumsi laktosa dengan seimbang akan membantu si Kecil tumbuh lebih pintar. Menghilangkan zat ini dari susu si Kecil justru sama saja dengan menghilangkan zat-zat berguna untuk perkembangan otak.

4. Memperlancar Sistem Pencernaan

Lactobacilli merupakan bakteri baik yang berfungsi melawan organisme buruk yang terdapat dalam perut si Kecil sehingga mempengaruhi kesehatan sistem pencernaan. Lactobacilli akan terus ada di dalam tubuh si Kecil selama asupan laktosa diberikan kepada si Kecil. Ini karena bakteri lactobacilli diperlukan untuk memecah laktosa menjadi galaktosa dan glukosa. Selain itu, walaupun tidak dicerna di usus kecil, laktosa tetap dapat digunakan oleh mikrobiota usus sebagai prebiotik.

5. Membentuk Tulang yang Kuat

Menurut penelitian, laktosa dapat berperan dalam penyerapan kalsium dan mineral lain terutama selama masa si Kecil menyusu Bunda. Penyerapan kalsium yang optimal ini penting untuk memperkuat pertumbuhan tulang.

6. Pemanis Pengganti untuk Susu Tanpa Laktosa

Formula bebas laktosa dalam susu biasanya digantikan dengan sirup jagung atau gula meja untuk mendapatkan rasa manis dan karbohidrat yang cukup. Padahal laktosa sebenarnya pemanis alami yang lebih cocok untuk bayi. Rasa manis yang diberikan juga lebih bersih sehingga sesuai dengan langit-langit mulut si Kecil.

Mengelola Intoleransi Laktosa pada Si Kecil

Intoleransi laktosa adalah kondisi di mana tubuh tidak dapat mencerna laktosa dengan baik. Meskipun intoleransi laktosa dapat terjadi pada si Kecil, namun sebenarnya keadaan ini sangat mudah untuk diatasi. Jika si Kecil mengalami intoleransi laktosa, Bunda dapat mengikuti beberapa langkah berikut:

Baca Juga:  5 Bahan Alami untuk Membasmi Jerawat Saat Hamil

1. Berikan ASI

ASI mengandung laktosa yang dibarengi dengan adanya enzim laktase yang berfungsi sebagai pencernaanya. Maka dari itu, bayi yang mendapatkan asupan laktosa dari ASI jarang sekali mengalami intoleransi laktosa.

2. Kurangi Konsumsi Laktosa

Jika si Kecil tetap mengalami gejala intoleransi laktosa meskipun mendapatkan ASI, Bunda dapat mengurangi konsumsi laktosa untuk jangka waktu yang singkat hanya untuk meredakan gejala yang muncul. Namun, jangan sampai memberhentikan total konsumsi laktosa karena bisa menghilangkan sebagian dari asupan nutrisi yang penting untuk tubuh si Kecil.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com