9 Mitos Perbedaan Hamil Bayi Laki-laki dan Perempuan

Perbedaan bentuk perut hamil anak laki-laki dan perempuan

Menurut mitos, ada perbedaan bentuk perut hamil anak laki-laki dan perempuan. Bentuk perut ibu hamil yang lebih menonjol ke depan dan pusar menonjol ke luar menandakan hamil bayi laki-laki.

Sedangkan perut ibu hamil yang bulat sempurna dan pusar menonjol ke dalam dipercaya menandakan hamil bayi perempuan. Namun, belum ada bukti ilmiah yang membahas kaitan antara bentuk perut Bunda hamil dengan jenis kelamin bayi.

Perbedaan ukuran payudara

Mitos seputar perbedaan hamil bayi laki-laki dan perempuan juga dikaitkan dengan perbedaan ukuran payudara. Banyak yang mengira, jika payudara kanan lebih besar dibandingkan payudara kiri, maka itu tandanya si Kecil berjenis kelamin laki-laki.

Faktanya, perubahan hormonal selama kehamilan dapat meningkatkan aliran darah dan menyebabkan munculnya perubahan pada jaringan payudara, sehingga ukurannya bisa jadi lebih besar.

Payudara Bunda cenderung membengkak saat mempersiapkan suplai ASI untuk si Kecil setelah lahir. Hingga saat ini, tidak ada penelitian yang membuktikan ukuran payudara berkaitan dengan jenis kelamin bayi dalam kandungan.

Perbedaan pusar ibu hamil

Salah satu mitos populer terkait perbedaan hamil bayi laki-laki dan perempuan dilihat dari pusar. Menurut mitos, ciri hamil anak perempuan dilihat dari pusar yang menonjol ke dalam.

Lantas, bagaimana dengan mitos hamil bayi laki-laki? Tak sedikit ibu hamil yang percaya apabila pusar menonjol ke luar itu menandakan jenis kelamin bayi laki-laki.

Namun, mitos ini belum terbukti kebenarannya secara medis. Pusar yang menonjol ke dalam atau ke luar dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti posisi janin, ukuran janin, dan kondisi tubuh ibu hamil.

Perbedaan garis di perut

Mitos perbedaan hamil bayi laki-laki dan perempuan ini juga banyak dipercaya. Garis gelap di perut (linea nigra) yang panjangnya sampai ke pusar dipercaya sebagai tanda mengandung bayi perempuan.

Sedangkan, ibu hamil yang memiliki garis gelap di perut yang panjangnya sampai melewati pusar akan mengandung bayi laki-laki. Faktanya, garis gelap di perut adalah tanda perubahan hormon yang umum terjadi pada ibu hamil, baik pada ibu hamil yang mengandung bayi perempuan maupun laki-laki.

Baca Juga:  5 Resep MPASI Manis untuk Bayi Usia 0-12 Bulan

Hamil bayi perempuan sering mengalami morning sickness

Mitos menyebutkan bahwa salah satu bawaan hamil bayi perempuan yang mungkin Bunda alami adalah mengalami morning sickness lebih sering dibandingkan hamil bayi laki-laki. Padahal anggapan tersebut hanyalah mitos belaka ya, Bu. Sampai saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa frekuensi morning sickness menjadi tanda hamil anak perempuan menurut dokter.

Morning sickness tidak bisa menjadi satu-satunya tolak ukur perbedaan hamil bayi laki laki dan perempuan. Sebab, kondisi mual yang dialami oleh setiap Bunda hamil pasti berbeda.

Hamil bayi perempuan suasana hati mudah berubah

Beberapa Bunda mungkin berpikir bahwa bawaan hamil bayi perempuan meningkatkan hormon estrogen, sehingga suasana hati mudah berubah. Faktanya, perubahan hormon selama kehamilan memang menyebabkan perubahan suasana hati pada Bunda hamil.

Akan tetapi, perubahan suasana hati tidak ada kaitannya dengan jenis kelamin bayi di dalam kandungan. Itulah sebabnya, ciri-ciri hamil bayi perempuan menyebabkan suasana hati Bunda mudah berubah hanyalah mitos belaka.

Hamil bayi perempuan akan ngidam makanan manis

“Bunda yang hamil bayi perempuan pasti ngidam makanan manis.” Apakah Bunda sering mendengar kalimat tersebut? Ternyata anggapan ini tidak benar alias hanya mitos belaka ya, Bu.

Dalam dunia medis tidak ada penelitian yang menunjukkan ciri-ciri hamil bayi perempuan menyebabkan Bunda jadi ngidam makanan manis. Selama kehamilan, selera makan Bunda hamil bayi perempuan maupun laki-laki cenderung berubah akibat faktor hormon yang memengaruhi indra pengecapnya.

Hamil bayi laki-laki detak jantung lebih lambat

Mitos perbedaan hamil bayi laki-laki dan perempuan berikutnya adalah detak jantung bayi. Detak jantung lebih rendah dari 140 detak per menit dipercaya sebagai ciri-ciri hamil bayi laki-laki, sedangkan detak jantung bayi yang lebih tinggi dari 140 detak per menit menandakan bayi perempuan.

Faktanya, detak jantung bayi dapat bervariasi selama kehamilan berlangsung. Detak jantung bayi biasanya akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.

Baca Juga:  Mengenal Lebih Jauh Tentang USG 2D, 3D, dan 4D

Hamil bayi laki-laki memiliki warna urine lebih gelap

Banyak anggapan yang meyakini bahwa ibu hamil bayi laki-laki akan mengeluarkan warna urine lebih gelap. Sebagian lainnya meyakini bahwa ciri-ciri hamil bayi perempuan memiliki urine yang berwarna kuning cerah.

Faktanya, warna urine Bunda yang hamil bayi perempuan maupun bayi laki-laki akan bervariasi setiap harinya lho. Sebab, warna urine berkaitan dengan hidrasi, infeksi, vitamin, atau diet yang dilakukan Bunda hamil.

Dari penjelasan mitos seputar perbedaan hamil bayi laki-laki dan perempuan di atas, Bunda dapat mengetahui bahwa beberapa ciri-ciri yang dipercaya sebagai tanda hamil bayi dengan jenis kelamin tertentu hanyalah mitos belaka.

Tips Menjaga Kesehatan pada Kehamilan Muda

Mitos kehamilan terkait perbedaan hamil bayi laki-laki dan perempuan memang banyak beredar di masyarakat. Daripada mempercayainya, Bunda sebaiknya fokus menjaga kesehatan diri sendiri untuk mengoptimalkan perkembangan organ janin dalam kandungan.

Berikut ini ada beberapa tips menjaga kesehatan saat masa awal kehamilan yang bisa Bunda terapkan:

Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi

Meskipun Bunda mungkin mengalami mual dan muntah, penting untuk tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Bunda dapat memilih makanan yang kaya akan protein, serat pangan, asam folat, zat besi, dan kalsium.

Mengurangi aktivitas berat

Aktivitas berat secara berlebihan di awal kehamilan dapat menyebabkan kondisi serius, seperti kelelahan, nyeri punggung, terkilir atau terpeleset. Selain itu, aktivitas berat juga dapat meningkatkan risiko keguguran, terutama di awal kehamilan.

Oleh karena itu, Bunda sebaiknya membatasi aktivitas berat dan berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan aktivitas fisik.

Menghindari konsumsi kafein berlebihan

Kafein tidak sepenuhnya dilarang selama kehamilan, tetapi sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas. Konsumsi kafein yang berlebihan dapat menimbulkan risiko, seperti refluks asam lambung, anemia, keguguran, hingga berat badan lahir rendah.

Lakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala

Pemeriksaan kehamilan rutin sangat penting bagi ibu dan janin. Pemeriksaan ini dapat membantu ibu untuk mengetahui perkembangan janin dan kondisi kesehatannya, serta mendeteksi dini adanya gangguan kehamilan.

Baca Juga:  5 Penyebab Malnutrisi pada Anak yang Wajib Diwaspadai

Untuk tips menjaga kesehatan kehamilan muda lainnya, Bunda bisa membacanya lebih lanjut di halaman ini. Jika Bunda ingin memastikan jenis kelamin si Kecil, sebaiknya lakukan prosedur USG dengan dokter kandungan atau bisa juga menggunakan kalkulator jenis kelamin bayi.

Bunda bisa melihat perbedaan hasil USG bayi laki laki dan perempuan di trimester 2, tepatnya saat usia kehamilan menginjak minggu ke 18-20. Apapun jenis kelamin si Kecil, Bunda hamil sebaiknya mulai memperhatikan asupan nutrisi yang lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

Selama kehamilan, Bunda memerlukan tambahan energi, protein dan nutrisi penting lainnya untuk mendukung kesehatan Bunda dan tumbuh kembang janin yang sehat dan optimal. Selain mengonsumsi makanan bergizi, Bunda juga perlu mengonsumsi susu ibu hamil yang mengandung tinggi DHA untuk mendukung perkembangan otak janin, 9 Asam Amino Esensial (AAE), yaitu protein penting yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan harus didapat dari makanan setiap harinya untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin yang optimal serta 9 nutrisi penting lainnya seperti; tinggi asam folat, omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), tinggi zat besi, serat pangan inulin, tinggi vitamin C, protein, tinggi kalsium dan tinggi seng untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh Bunda selama periode kehamilan.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa mitos-mitos seputar perbedaan hamil bayi laki-laki dan perempuan hanyalah mitos belaka. Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung mitos-mitos tersebut. Yang terpenting bagi seorang ibu adalah menjaga kesehatan dirinya dan janinnya dengan melakukan pola makan yang sehat, menghindari aktivitas yang berat, dan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi ibu-ibu yang sedang hamil.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com