6 Tips Mengolah Makanan Bayi yang Kaya Nutrisi

Tips Mengolah Makanan Bayi yang Benar

Berikut ini beberapa tips mengolah makanan bayi yang bisa Bunda lakukan mulai sekarang, antara lain:

1. Mulailah dengan yang sederhana
Bu, si Kecil menginjak usia 6 bulan dan baru diperkenalkan dengan beragam jenis makanan bayi? Ada baiknya Bunda memulai pemberian makanan bayi dengan memberikan si Kecil makanan yang teksturnya sangat lembut dan lunak, seperti bubur susu dan puree. Pada usia ini, si Kecil hanya mengenal rasa manis dan belum mengenal rasa lain, seperti asin, gurih, dan lainnya, serta variasi suhu makanan.

2. Mulailah dengan porsi kecil
Saat memberikan makanan bayi, Bunda bisa memulai dengan porsi kecil dan frekuensinya dimulai sekali sehari. Misalnya, porsi dua atau tiga sendok teh sudah cukup sebagai awalan pemberian makanan bayi. Bunda juga harus perhatikan kualitas makanan bayi yang diberikan, ya! Hal tersebut dikarenakan bahan makanan harus yang bermutu, menjamin kualitas gizi yang tinggi. Hindari jenis makanan yang membuat si Kecil alergi dan sakit perut.

3. Boleh memberikan makanan buah dalam bentuk jus
Sesekali Bunda bisa memberikan makanan bayi berupa buah-buahan. Namun, pastikan Bunda memberikan si Kecil buah yang teksturnya lembut, seperti pisang dan alpukat. Atau Bunda juga bisa memberikan buah-buahan yang diolah menjadi smoothies atau jus segar. Pastikan untuk mengurangi pemberian gula tambahan ya, Bu.

4. Jangan memberikan madu
Bila si Kecil belum genap 1 tahun, sebaiknya Bunda jangan memberikan makanan bayi yang mengandung madu. Sebab, madu dapat mengandung spora bakteri yang menyebabkan penyakit botulisme, penyakit langka yang hanya menyerang bayi dan menimbulkan gejala seperti sulit buang air, lemah, mudah menangis, kurang ekspresi dan gerakan kepala.

Baca Juga:  10 Tanda Suami yang Layak Diceraikan Menurut Islam

5. Kombinasikan makanan bayi yang variatif
Si Kecil tentu tidak setiap hari lahap saat mengonsumsi makanan bayi kan, Bu? Terkadang ia tiba-tiba sulit makan, rewel, menolak satu jenis makanan, dan kondisi lainnya. Hal tersebut sangat normal dialami oleh sebagian besar bayi yang sedang di fase MPASI.

Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, Bunda bisa lho membuat makanan bayi yang variatif. Dengan begitu, si Kecil tidak akan bosan dengan makanan yang itu-itu saja. Selain itu, ia juga jadi mengenal lebih banyak tekstur dan rasa dari makanan bayi yang Bunda sajikan. Tips ini penting untuk membantu mencegah si Kecil tumbuh menjadi picky eater.

6. Penuhi asupan protein hewani
Buah-buahan dan sayuran memang penting untuk mendukung kesehatan si Kecil, terlebih saat ia mengalami sembelit atau konstipasi. Ini karena buah dan sayur mengandung serat yang baik untuk pencernaan.

Namun, dalam masa tumbuh kembang, si Kecil membutuhkan sumber protein hewani agar bisa tumbuh lebih prima. Sebab, protein hewani mengandung 9 Asam Amino Esensial (9 AAE) yang lengkap. Nutrisi ini sangat penting untuk membangun dan memelihara sel-sel serta jaringan tubuh si Kecil.

9 AAE harus dikonsumsi secara rutin karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, sehingga harus didapatkan dari makanan tinggi protein, seperti susu, telur, ikan, daging merah, dan daging putih.

Hal tersebut juga didukung oleh penelitian dalam National Center for Biotechnology Information yang menjelaskan bahwa kekurangan 1 jenis dari 9AAE bisa menghambat potensi tinggi badan dan kecerdasan anak sebanyak -34%. Bahkan, kekurangan semua jenis 9AAE bisa menghambat hormon pertumbuhan sebanyak -50%. Bunda pasti tidak ingin tumbuh kembang si Kecil jadi terhambat, kan? Untuk itu, pastikan si Kecil mengonsumsi makanan bayi yang mengandung protein hewani dan nutrisi penting lainnya.

Baca Juga:  Normalkah Kondisi Rambut Rontok Setelah Melahirkan?

Bunda bisa mengolah makanan bayi yang dicampur dengan ASI agar kebutuhan nutrisi harian si Kecil terpenuhi dengan baik. Pemberian makanan bayi pun harus sesuai dengan jadwal yang mencakup sarapan, makanan selingan (camilan), makan siang, makanan selingan lagi, dan makan malam.

Di samping pemberian makanan bayi yang bergizi seimbang, Bunda juga tetap harus memberikan si Kecil ASI secara rutin. Ini karena ASI mengandung beragam nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Maka dari itu, Bunda juga harus menjaga dan meningkatkan kualitas ASI dengan cara mengonsumsi makanan bernutrisi. Setiap makanan dan minuman yang Bunda konsumsi akan sangat berpengaruh terhadap kebutuhan nutrisi bayi lho.

Namun jika ASI dirasa tidak cukup, Bunda bisa memberikan susu pendamping ASI sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan ya Bu. Pastikan Bunda bertanya susu yang mengandung 9 protein asam amino esensial lengkap dan tinggi DHA, karena protein adalah komponen yang penting untuk mendukung tumbuh dan kembang bayi ya Bu!

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com