5 Cara Membuat Pengukuran Tinggi Badan Anak

Cara Membuat Pengukuran Tinggi Badan Anak di Rumah

Pada saat ini, para orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak mereka. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah pertumbuhan fisik anak agar lebih kuat dan tinggi. Untuk memantau pertumbuhannya, ada berbagai cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah membuat pengukuran tinggi badan anak di rumah.

Pengukuran tinggi badan anak yang dilakukan di rumah akan memudahkan orang tua untuk memantau pertumbuhan si kecil dari hari ke hari. Sebab, tumbuh kembang masing-masing anak berbeda, sehingga tidak bisa menyamakan tinggi badan si kecil dengan temannya yang lain. Namun, orang tua dapat mengetahui tinggi badan ideal anak-anak dengan mengikuti panduan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Berdasarkan standar Kementerian Kesehatan RI yang mengacu pada WHO, patokan tinggi badan anak yang ideal dibedakan menurut usia dan jenis kelamin.

Tinggi badan ideal untuk anak laki-laki berdasarkan usianya adalah:
– Usia 1 tahun: 72-78 cm
– Usia 2 tahun: 82-92 cm
– Usia 3 tahun: 83-95 cm
– Usia 4 tahun: 84-97 cm
– Usia 5 tahun: 85-98 cm

Sementara itu, tinggi badan ideal untuk anak perempuan berdasarkan usianya adalah:
– Usia 1 tahun: 70-78 cm
– Usia 2 tahun: 80-92 cm
– Usia 3 tahun: 82-95 cm
– Usia 4 tahun: 83-96 cm
– Usia 5 tahun: 84-97 cm

Tinggi badan anak merupakan salah satu tolak ukur status gizi dan pertumbuhan si kecil. Tinggi badan yang kurang pada anak bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti faktor genetik, pertumbuhan yang belum sempurna, kurang gizi, atau adanya penyakit tertentu yang menghambat pertumbuhan fisiknya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memantau pertumbuhan si kecil dengan cara membuat pengukuran tinggi badan anak. Ini berguna untuk mengetahui jika ada gangguan yang dialami si kecil, sehingga orang tua dapat segera mengatasi kondisi tersebut sejak dini.

Baca Juga:  7 Cara Bijak Menghindari Cinta Terlarang di Kantor

Cara Membuat Pengukuran Tinggi Badan Anak di Rumah

Saatnya orang tua mengasah kreativitas dengan membuat pengukuran tinggi badan anak dengan bentuk hewan yang menggemaskan, seperti jerapah. Selain menyenangkan, pengukuran tinggi badan anak ini akan sangat bermanfaat sekaligus mempercantik ruangan di rumah. Orang tua bisa memilih dinding yang masih kosong untuk membuat gambar jerapah berukuran besar sebagai alat pengukur tinggi badan si kecil. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan:

1. Pilih jenis hewan untuk di-print atau digambar
Bunda dapat memilih gambar hewan dengan ukuran yang besar, seperti jerapah. Hal ini dikarenakan jerapah memiliki ukuran yang besar dan leher yang panjang, sehingga sangat cocok untuk dijadikan pengukuran tinggi badan anak dengan ukuran centimeter.

2. Buat gambar badan si kecil
Orang tua juga bisa membuat gambar atau avatar tubuh si kecil atau mengajaknya membuat gambar dirinya sendiri di atas kertas. Setelah itu, kertas tersebut dapat ditempelkan di samping jerapah sebagai pengukuran tinggi badan anak.

3. Tandai alat pengukur
Setelah menempelkan jerapah di dinding, saatnya orang tua menandai tingginya dengan angka-angka menggunakan ukuran centimeter yang mirip dengan alat pengukuran tinggi badan anak yang ada di dokter. Pastikan untuk menunjukkan angka kelipatan 10 dengan lebih jelas agar memudahkan orang tua untuk memantau kenaikan tinggi badan si kecil.

4. Siapkan gambar hewan-hewan kecil sebagai tanda
Langkah selanjutnya adalah menggambar hewan-hewan dari yang terkecil hingga tertinggi sebagai tanda atau benchmark di beberapa ukuran angka. Gambar-gambar hewan tersebut dapat ditempelkan menggunakan selotip atau double tip di beberapa kelipatan angka. Misalnya, gambar kelinci ditempelkan di angka 60 centimeter, kemudian gambar rusa ditempelkan di angka 150 centimeter, dan seterusnya hingga hewan yang tinggi. Dengan begitu, memantau pengukuran tinggi badan anak akan menjadi lebih antusias dan menyenangkan.

Baca Juga:  13 Buah Penambah Darah, Ampuh Cegah Anemia Ibu Hamil

5. Catat pengukuran tinggi badan anak
Langkah terakhir yang paling penting adalah mencatat pengukuran tinggi badan anak secara rutin. Ketika si kecil melakukan pengukuran tinggi badan, tandai dengan menggunakan gambar atau foto dia yang ditempelkan di dinding beserta tanggalnya. Langkah ini berguna untuk mengetahui berapa kenaikan tinggi badan anak dari minggu-minggu sebelumnya. Selain itu, mencatat pengukuran tinggi badan anak juga bermanfaat jika ada gangguan pertumbuhan yang dialami si kecil.

Perlu diingat, saat melakukan pengukuran tinggi badan anak, pastikan lengan si kecil tegap berada di antara tubuhnya, posisi wajahnya menghadap lurus ke depan, dan kakinya berdiri dengan tegap. Hal ini akan memastikan hasil pengukuran yang akurat.

Cara Mengoptimalkan Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

Selain membuat pengukuran tinggi badan anak di rumah, ada beberapa cara lain yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan tinggi badan anak. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dicoba:

1. Menjaga pola tidur yang cukup
Tidur yang cukup sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Selama tidur, tubuh anak akan memproduksi hormon pertumbuhan yang berperan dalam meningkatkan tinggi badan. Pastikan anak mendapatkan waktu tidur yang cukup setiap harinya sesuai dengan usianya.

2. Memberikan nutrisi yang seimbang
Nutrisi yang seimbang adalah kunci untuk mendukung pertumbuhan tinggi badan anak. Pastikan anak mendapatkan asupan makanan yang mengandung protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, dan mineral yang cukup. Protein sangat penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, sedangkan kalsium dan vitamin D diperlukan untuk memperkuat tulang.

3. Mendorong anak untuk berolahraga secara teratur
Olahraga merupakan salah satu cara efektif untuk meningkatkan tinggi badan anak. Beberapa olahraga yang dapat membantu meningkatkan tinggi badan anak antara lain berenang, bersepeda, bermain basket, atau melakukan aktivitas fisik lainnya. Dukung anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga yang disukainya secara teratur.

Baca Juga:  Gejala dan Penyebab Anemia pada Ibu Hamil

4. Menghindari faktor-faktor yang dapat menghambat pertumbuhan
Ada beberapa faktor yang dapat menghambat pertumbuhan tinggi badan anak, seperti merokok pasif, paparan zat-zat beracun, atau penyakit kronis. Usahakan untuk menjauhkan anak dari faktor-faktor ini agar pertumbuhannya tidak terhambat.

5. Mengajarkan pola hidup sehat
Selain menjaga asupan makanan yang seimbang, orang tua juga perlu mengajarkan anak tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat secara keseluruhan. Hal ini meliputi pola makan yang baik, tidur yang cukup, dan menghindari konsumsi makanan atau minuman yang tidak sehat.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, diharapkan pertumbuhan tinggi badan anak dapat dioptimalkan. Namun, perlu diingat bahwa tinggi badan anak dipengaruhi oleh faktor genetik dan tidak dapat diubah secara signifikan. Yang terpenting adalah memberikan dukungan dan perhatian yang cukup kepada anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

Dengan demikian, membuat pengukuran tinggi badan anak di rumah dan mengoptimalkan pertumbuhannya adalah langkah yang penting bagi orang tua. Dengan memantau pertumbuhan si kecil secara rutin dan memberikan dukungan yang tepat, diharapkan anak dapat tumbuh dengan sehat dan mencapai tinggi badan yang ideal.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com