5 Buku Cerita Bernilai Edukasi Untuk Anak


Sopan Santun, Ensiklopedia Balita Cerdas, oleh Valerie Guidox (beli di Gramedia)

Buku pertama yang menjadi favorit anak-anak saya adalah “Sopan Santun, Ensiklopedia Balita Cerdas” yang ditulis oleh Valerie Guidox. Buku ini berasal dari Perancis, namun saya membeli terjemahannya. Isinya bercerita tentang sopan santun yang benar dalam kehidupan sehari-hari. Buku ini memberikan contoh-contoh nyata sehingga anak-anak dapat dengan mudah menyerapnya. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan gambar-gambar yang bagus dan stiker-stiker yang membuatnya lebih menarik bagi anak-anak di bawah usia 4 tahun. Sedangkan untuk anak-anak usia 5 tahun, buku ini cocok karena minim teks dan mudah dibaca.

Saya sangat menyukai buku ini karena bukan hanya mengajarkan sopan santun, tetapi juga memberikan nilai edukasi yang penting bagi anak-anak. Saya percaya bahwa sopan santun adalah salah satu nilai yang harus diajarkan kepada anak sejak dini. Dengan membaca buku ini, anak-anak saya dapat belajar bagaimana cara berbicara dengan baik, mengucapkan terima kasih, meminta maaf, dan juga menghormati orang lain. Buku ini mengajarkan kepada mereka bahwa sopan santun adalah hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya itu, buku ini juga mengajarkan anak-anak tentang norma-norma kebaikan. Anak-anak diajarkan untuk berbagi, tolong-menolong, dan peduli terhadap orang lain. Melalui cerita-cerita dalam buku ini, anak-anak dapat melihat betapa pentingnya menjadi orang yang baik dan berperilaku baik.

Selain itu, buku ini juga tidak membosankan. Ceritanya ringan dan menyenangkan sehingga anak-anak tidak merasa bosan ketika membacanya. Dalam buku ini juga terdapat gambar-gambar yang menarik dan stiker-stiker yang membuatnya lebih interaktif bagi anak-anak. Dengan begitu, anak-anak saya akan selalu senang ketika membaca buku ini.

The Jelly Beans and The Big Camp Kickoff, oleh Laura Numeroff dan Nate Evans (beli di Big Bad Wolf)

Buku kedua yang menjadi favorit anak-anak saya adalah “The Jelly Beans and The Big Camp Kickoff” yang ditulis oleh Laura Numeroff dan Nate Evans. Buku ini bercerita tentang empat sahabat yang memiliki hobi dan ketertarikan yang berbeda-beda. Mereka memutuskan untuk pergi berkemah bersama di suatu tempat. Namun, salah satu dari mereka, yaitu seorang perempuan, ternyata memiliki hobi yang unik, yaitu bermain sepak bola.

Di dalam buku ini, diceritakan bahwa di tempat berkemah tersebut tidak tersedia aktivitas sepak bola. Hal ini membuat sang sahabat merasa sedih dan kecewa. Namun, buku ini mengajarkan kepada anak-anak bahwa tidak apa menjadi berbeda dan apabila tidak tersedia sesuatu yang kita sukai, kita bisa menjadi pencetus ide. Dalam cerita ini, sang sahabat yang suka bermain sepak bola akhirnya menciptakan permainan baru yang melibatkan semua temannya. Mereka semua bermain dengan gembira dan menyenangkan.

Baca Juga:  4 Cara Belajar untuk si Kecil yang Menderita Disleksia

Saya sangat menyukai pesan yang disampaikan oleh buku ini. Buku ini mengajarkan kepada anak-anak bahwa tidak apa menjadi berbeda dan tidak perlu mengikuti arus. Setiap individu memiliki minat dan bakat yang berbeda-beda, dan itu adalah hal yang baik. Buku ini juga mengajarkan kepada anak-anak untuk berpikir kreatif dan menciptakan solusi ketika menghadapi masalah atau kesulitan. Melalui buku ini, anak-anak saya dapat belajar untuk tidak takut menjadi diri sendiri dan berani mengekspresikan minat dan bakat mereka.

Apa Gunanya Mata, Hidung, Telinga, Kulit, & Lidahku? Oleh ON Yu (beli di Gramedia)

Buku ketiga yang menjadi favorit anak-anak saya adalah “Apa Gunanya Mata, Hidung, Telinga, Kulit, & Lidahku?” yang ditulis oleh ON Yu. Buku ini bercerita tentang seorang ibu yang kehilangan kue ulang tahun anaknya. Ia meminta bantuan seorang detektif yang dapat memberitahu siapa yang mengambil kue ulang tahun tersebut hanya dengan menggunakan 5 pancaindera yang dimilikinya, yaitu mata, hidung, telinga, kulit, dan lidah.

Melalui cerita ini, anak-anak diajarkan bahwa setiap pancaindera yang kita miliki memiliki fungsi dan manfaatnya masing-masing. Buku ini mengajarkan kepada anak-anak untuk memaksimalkan apa yang mereka miliki agar dapat memecahkan suatu misteri atau masalah. Buku ini cocok untuk anak-anak usia 5-7 tahun karena teksnya sudah lumayan banyak.

Saya sangat menyukai pesan yang disampaikan oleh buku ini. Buku ini mengajarkan kepada anak-anak bahwa setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangan. Kita harus belajar untuk menghargai dan memanfaatkan apa yang kita miliki. Dalam cerita ini, sang detektif berhasil menyelesaikan misteri dengan menggunakan pancaindera yang dimilikinya. Melalui buku ini, anak-anak saya dapat belajar untuk menghargai dan memanfaatkan pancaindera mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Too Many Toys! Oleh Heidi Deedman (beli di Aksara)

Buku keempat yang menjadi favorit anak-anak saya adalah “Too Many Toys!” yang ditulis oleh Heidi Deedman. Awalnya, saya tertarik dengan ilustrasi dan tone warna buku ini. Namun, ketika saya membacanya, saya langsung yakin bahwa ceritanya pasti bermanfaat bagi anak-anak saya.

Buku ini bercerita tentang seorang anak yang memiliki terlalu banyak mainan. Ia merasa bahwa memiliki banyak mainan adalah hal yang penting. Namun, melalui cerita ini, anak-anak diajarkan bahwa sebenarnya tidak penting memiliki mainan yang begitu banyak. Cukup memiliki sedikit atau bahkan satu mainan yang paling disukai sudah cukup. Buku ini juga mengajarkan kepada anak-anak pentingnya berbagi dan bahwa berbagi itu indah dan tidak pernah merugikan.

Baca Juga:  8 Kecerdasan Majemuk Anak yang Belum Ibu Ketahui

Saya sangat menyukai pesan yang disampaikan oleh buku ini. Buku ini mengajarkan kepada anak-anak tentang kepentingan memiliki sikap sederhana dan tidak rakus. Anak-anak diajarkan untuk menghargai apa yang mereka miliki dan belajar untuk berbagi dengan orang lain. Melalui buku ini, anak-anak saya dapat belajar untuk tidak terlalu materialistis dan belajar untuk menghargai hal-hal yang sederhana dalam hidup.

Jangan Jorok, Dong! Dan Cerita-Cerita Lainnya oleh Stella Ernes (beli di Gramedia)

Buku kelima yang menjadi favorit anak-anak saya adalah “Jangan Jorok, Dong! Dan Cerita-Cerita Lainnya” yang ditulis oleh Stella Ernes. Judul buku ini hanya mewakili salah satu cerita dari lima cerita yang ada dalam buku ini. Judul cerita lainnya adalah “Jangan Iri Hati, Dong!”, “Jangan Bohong, Dong!”, “Jangan Sombong, Dong!”, dan “Jangan Egois, Dong!”

Buku ini bercerita tentang seorang anak yang awalnya suka melakukan hal-hal negatif tersebut. Namun, melalui cerita-cerita dalam buku ini, anak-anak diajarkan bahwa setiap tindakan negatif memiliki risiko yang tidak menyenangkan. Dalam cerita “Jangan Jorok, Dong!”, sang anak belajar bahwa jika ia tidak menjaga kebersihan dirinya, ia bisa sakit atau dijauhi oleh teman-temannya. Dalam cerita “Jangan Iri Hati, Dong!”, sang anak belajar bahwa jika ia iri hati, ia tidak akan bahagia dan tidak akan mendapatkan teman. Dalam cerita “Jangan Bohong, Dong!”, sang anak belajar bahwa jika ia berbohong, kepercayaan orang lain padanya akan hilang. Dalam cerita “Jangan Sombong, Dong!”, sang anak belajar bahwa jika ia sombong, tidak akan ada yang mau berteman dengan dia. Dalam cerita “Jangan Egois, Dong!”, sang anak belajar bahwa jika ia egois, ia tidak akan dicintai oleh orang lain.

Saya sangat menyukai pesan yang disampaikan oleh buku ini. Buku ini mengajarkan kepada anak-anak tentang pentingnya berperilaku baik dan menghindari tindakan negatif. Anak-anak diajarkan untuk berpikir tentang konsekuensi dari tindakan mereka dan bagaimana tindakan tersebut dapat mempengaruhi hubungan mereka dengan orang lain. Melalui buku ini, anak-anak saya dapat belajar untuk menjadi pribadi yang baik dan bertanggung jawab.

Dari sekian buku favorit anak-anak saya, saya merasa bahwa investasi dalam membaca buku adalah salah satu hal terbaik yang saya berikan kepada mereka. Buku-buku ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai penting dalam kehidupan. Melalui membaca buku, anak-anak saya dapat mengembangkan imajinasi, pengetahuan, dan pemahaman tentang dunia di sekitar mereka. Mereka juga belajar untuk berpikir kritis, mengasah keterampilan berbahasa, dan mengembangkan minat dan bakat mereka.

Baca Juga:  Hati-hati, Ini Efek Bayi Mendengar Suara Keras [WAJIB TAHU]

Sebagai orang tua, saya sangat bersyukur bahwa anak-anak saya sangat mencintai buku. Meskipun terkadang hal ini membuat uang bulanan saya habis sebelum waktunya, tetapi saya merasa ini adalah salah satu investasi terbaik yang saya berikan kepada mereka. Dengan membaca buku, anak-anak saya dapat mengembangkan potensi mereka dan menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.

Selain itu, membaca buku juga memberikan manfaat yang tidak terbatas. Buku dapat membuka jendela dunia bagi anak-anak, mengajarkan mereka tentang budaya, sejarah, ilmu pengetahuan, dan banyak lagi. Buku juga dapat menjadi teman yang baik di berbagai suasana. Ketika anak-anak saya sedih, mereka dapat mencari kenyamanan dalam membaca buku. Ketika mereka bosan, mereka dapat menjelajahi dunia baru melalui halaman-halaman buku. Buku juga dapat menjadi panutan bagi anak-anak saya, mengajarkan mereka tentang nilai-nilai yang baik dan perilaku yang benar.

Sebagai orang tua, saya merasa bangga melihat anak-anak saya tumbuh dan berkembang melalui membaca buku. Saya berharap bahwa cinta mereka terhadap buku akan terus berkembang seiring dengan waktu. Saya akan terus mendukung mereka dalam kegiatan membaca dan membelikan buku-buku yang bermanfaat bagi mereka.

Dalam kesimpulan, saya ingin mengatakan bahwa membaca buku adalah investasi terbaik yang dapat kita berikan kepada anak-anak. Buku bukan hanya jendela dunia, tetapi juga panutan dan teman yang baik. Melalui membaca buku, anak-anak dapat mengembangkan imajinasi, pengetahuan, dan pemahaman tentang dunia di sekitar mereka. Mereka juga belajar untuk berpikir kritis, mengasah keterampilan berbahasa, dan mengembangkan minat dan bakat mereka. Saya merasa bangga melihat anak-anak saya tumbuh dan berkembang melalui membaca buku. Saya berharap bahwa cinta mereka terhadap buku akan terus berkembang seiring dengan waktu. Saya akan terus mendukung mereka dalam kegiatan membaca dan membelikan buku-buku yang bermanfaat bagi mereka.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com