4 Cara Stimulasi Bayi Angkat Kepala dengan Baik

4 Cara Stimulasi Bayi Angkat Kepala dengan Baik

Kemampuan si Kecil untuk Mengangkat Kepala

Sebelum melakukan beberapa cara stimulasi bayi angkat kepala, ada baiknya Bunda memahami secara teori perkembangan kemampuan si Kecil dalam mengangkat kepalanya di beberapa bulan usia awalnya:

Newborn

Di fase ini, si Kecil masih akan mengandalkan Bunda untuk menopang kepala dan lehernya setidaknya selama satu bulan pertama. Fase ini juga menjadi cara alami untuk memastikan Bunda memiliki banyak waktu untuk saling menatap mata dan ikatan Bunda menggendong si Kecil di lengan Bunda sekaligus menjadi cara stimulasi bayi angkat kepala.

1-2 bulan

Pada akhir bulan pertama, si Kecil mungkin sudah mampu mengangkat kepalanya sebentar dan memutarnya dari satu sisi ke sisi lain saat berbaring tengkurap. Saat menginjak usia sekitar 6-8 minggu, si Kecil akan mulai mampu mengangkat kepala sambil berbaring telentang. Sehingga dibutuhkan penerapan cara stimulasi bayi angkat kepala yang tepat dari Bunda.

Di usia ini pula saat Bunda menggendong si Kecil di bahu, si Kecil akan memiliki kontrol yang cukup untuk mengangkat kepalanya sebentar meski masih gemetar. Si Kecil juga akan cukup kuat untuk menopang kepalanya sambil duduk ditopang di kursi mobil atau tas depan. Jika Anda menggendong bayi dalam gendongan, pastikan wajah mereka terlihat karena di usia ini si Kecil masih belum bisa menggerakkan kepala untuk bernapas.

3-4 bulan

Bunda akan melihat peningkatan yang pasti dalam kontrol si Kecil terhadap kepalanya sekarang. Si Kecil mulai mampu mengangkat kepalanya hingga 45 derajat saat tengkurap dan menjaganya tetap tegak. Beberapa bayi di usia 4 bulannya akan melakukan “push-up mini” atau mengangkat kepala dan dada dengan mendorong lantai dengan tangan. Terus terapkan beberapa cara stimulasi bayi angkat kepala ya, Bu.

Baca Juga:  Mari Berkreasi dengan Keju dan Pisang

5-6 bulan

Menginjak usia 6 bulan, si Kecil kemungkinan akan mengontrol kepalanya dengan kuat dan stabil. Jika diposisikan dalam posisi duduk, si Kecil akan mampu membawa kepalanya ke depan. Meski sudah semakin baik kemampuannya, Bunda tetap perlu menerapkan cara stimulasi bayi angkat kepala yang tepat pada si Kecil.

4 Cara Stimulasi Bayi Angkat Kepala

Inilah beberapa cara stimulasi bayi angkat kepala yang bisa membantu memperkuat otot-otot si Kecil yang akan digunakan saat mengangkat kepalanya:

Melakukan tummy time sedini mungkin

Cara stimulasi bayi angkat kepala yang pertama yaitu dengan memulai tummy time sedini mungkin di minggu pertama bayi. Bunda bisa membaringkannya telungkup di pangkuan Bunda selama beberapa menit dan pastikan si Kecil sedang terjaga. Jika di awal si Kecil tampak tidak nyaman karena belum terbiasa, Bunda bisa lakukan selama satu hingga tiga menit. Setelah mulai terbiasa, Bunda bisa lakukan tummy time ini selama tiga sampai lima menit beberapa kali sehari dan lakukan cara stimulasi bayi angkat kepala ini selalu di bawah pengawasan Bunda.

Melakukan tummy time sambil bermain

Bunda bisa melakukan cara stimulasi bayi angkat kepala ini dengan menggunakan activity mat. Jadi saat tummy time si Kecil lebih menyenangkan dengan didampingi mainan yang menarik dan bisa membantu memotivasi si Kecil untuk mengangkat kepalanya dan meraih benda. Pilih activity mat yang memiliki tekstur yang bervariasi untuk memaksimalkan cara stimulasi bayi angkat kepala yang baik.

Ikut melakukan tummy time

Saat si Kecil melakukan tummy time, Bunda bisa mencoba ikut turun ke lantai setinggi mata si Kecil. Sambil tengkurap bersama, Bunda bisa tunjukkan beberapa suara lucu atau wajah konyol sambil menunjukkan kepada si Kecil bagaimana mengangkat leher dan kepala Bunda sebagai alternatif cara stimulasi bayi angkat kepala. Alternatif lainnya adalah dengan membarbaringkan si Kecil di perut Bunda sambil mengajaknya bicara atau tertawa.

Baca Juga:  10 Pekerjaan yang Cocok untuk Perempuan Usia 40 dan 50

Menggunakan bantal

Salah satu cara stimulasi bayi angkat kepala adalah dengan mendudukkan si Kecil yang berusia 4 atau 5 bulan di pangkuan Bunda atau di tengah bantal menyusui untuk memberinya kesempatan dalam melatih kontrol kepala dan melihat pemandangan yang baru. Dengan cara stimulasi bayi angkat kepala ini pula akan meningkatkan kemampuan si Kecil untuk meraih mainan dan buku.

Setelah menerapkan beberapa cara stimulasi bayi angkat kepala hingga akhirnya si Kecil menguasainya, perkembangan si Kecil akan terus berjalan sehingga mereka mampu untuk duduk, berguling, dan merangkak. Kontrol si Kecil untuk angkat kepala juga diperlukan saat si Kecil mulai menikmati MPASI atau makan makanan padat dan duduk di kursi tinggi.

Salah satu hal lain yang menunjukkan cara stimulasi bayi angkat kepala berjalan dengan baik adalah ketika si Kecil menoleh ke arah suara atau rangsangan lain, seperti bola yang menggelinding di lantai atau saat mainannya jatuh ke bawah. Bunda juga bisa membantu memperkuat otot leher mereka untuk mengangkat kepala dengan bermain permainan atau rangsangan dengan mainan atau boneka favorit si Kecil.

Itulah beberapa cara stimulasi bayi angkat kepala yang bisa Bunda terapkan pada si Kecil sehingga otot leher mereka akan terbentuk dan berkembang dengan semakin baik. Selain stimulasi, asupan nutrisi juga perlu dipenuhi beriringan dengan baik. Sehingga di usia ini penting untuk Bunda selalu menjaga dan meningkatkan produksi ASI sebagai salah satu asupan nutrisi utama bagi si Kecil.

Agar produksi ASI meningkat baik dalam jumlah maupun kualitasnya, Bunda harus mendapatkan energi tambahan sebanyak 500 kalori setiap harinya (AKG 2019) begitu juga dengan protein dan nutrisi penting lainnya. Selain mengonsumsi makanan bergizi, Bunda juga perlu mengonsumsi susu ibu menyusui yang mengandung tinggi DHA untuk mendukung perkembangan otak si Kecil, 9 Asam Amino Esensial (AAE), yaitu protein penting yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan harus didapat dari makanan setiap harinya untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan si Kecil yang optimal di 1000 Hari Pertama Kehidupannya serta 9 nutrisi penting lainnya seperti; tinggi asam folat, omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), tinggi zat besi, serat pangan inulin, tinggi vitamin C, protein, tinggi kalsium dan tinggi seng untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh Bunda selama periode menyusui dan mendukung produksi ASI.

Baca Juga:  Memprediksi Tinggi Badan Anak

Namun jika Bunda atau si Kecil mengalami kondisi yang tidak memungkinkan pemberian ASI, Bunda bisa memberikan susu pendamping ASI sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan ya Bu. Pastikan Bunda memilih susu yang mengandung 9 protein asam amino esensial lengkap dan tinggi DHA, karena protein adalah komponen yang penting untuk mendukung tumbuh dan kembang bayi ya, Bu!

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com